Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 181


__ADS_3

"Keluarkan Jessi dari sini."


"Keluarkan Jessi dari sini." Teriakkan Jessica dengan kata yang sama dibalik jeruji besi.


Sudah hampir satu Minggu lebih Jessica berada di penjara.


"Hei, apa kalian tuli, cepat keluarkan Jessi dari tempat sempit ini."


"Kalian tidak tahu, jika, Jessi putri dari keluarga Muller, kalian akan tamat jika tidak membebaskan gue dari sini"


Semenjak Jessica tinggal di penjara, keluarga nya tidak ada yang datang. Bahkan hanya pengacaranya saja yang datang.


"Ha ... Ha .... Ha ... "


Salah satu tahanan yang satu sel dengan Jessica tertawa.


"Hey, anak muda, dari awal kau masuk kesini, kerjaan mu hanya Teriak- teriak Mulu. Ini telinga bisa pecah lama-lama, apa kau tidak capek, hah ... "


"Jika, kau putri dari keluarga Muller, kau pasti sudah bebas tanpa syarat, jadi kau tidak perlu halu seperti itu. Aku juga bisa. Jika, aku pemilik perusahaan Sander."


"Ha ... Ha ... Ha ... " Semua yang ada di sekitar Jesica mentertawakan Jessica.


Jessica menoleh ke belakang. Ia menatap satu persatu teman satu bui. "Kalian berani, awas saja nanti klau gue keluar dari tempat sempit dan jorok seperti ini, akan Jessi kasih perhitungan dengan kalian semua." Kata Jessica dengan arogan dan sikap angkuhnya.


Jessica menatap wajah para napi satu persatu.

__ADS_1


"Hei, anak baru, kau berani nantang kita," kata ketua geng yang ada di dalam sel.


Jessica menelan Saliva. Karena melihat ketua geng berdiri dan mendekati Jessica. Wanita bertubuh gempal dan tubuh di selimuti tato, berambut pirang.


Wanita yang biasa di sapa queen oleh para tahanan. Ia mencengkram rahang Jessica.


"Apa hukuman dari kita kemarin belum cukup?"


"Mulai saat ini, jatah makanan lho buat gue, dan lho dilarang tidur beralaskan tikar." Tegas Queen.


"Apa kau mengerti?"


Namun, Jessica hanya bisa diam. Ia tidak berani untuk membuka mulutnya.


"Cepat jawab." Bentak Queen.


Jessica meludahi wajah Queen, "Gue tidak Sudi,"


Plak


Pipi Jessica di tampar, ia tidak terima jika Jessica di perlakukan dengan kasar. Membuat kedua wanita beda usia ini berkelahi.


🍃🍃🍃


Setelah selesai melakukan live streaming. Nick menempati janjinya untuk mengajak Ayumi jalan-jalan kemana saja sesuai permintaan Ayumi. Namun, Ayumi di larang untuk berjalan kaki. Ayumi hanya boleh duduk di kursi roda selama mereka pergi jalan-jalan. Karena Ayumi masih dalam suasana bed rest. Maka Ayumi memilih untuk pergi ke taman bunga. Yang tidak jauh dari mansion.

__ADS_1


Kini mereka berada di suatu kebun bunga yang cukup terkenal di Moskow. Ayumi begitu menikmati keindahan hamparan kebun bunga.


"Terimakasih kak, sudah mengajak Ayumi ketempat seindah ini." Kata Ayumi. Ia menatap ke samping di mana Nick tengah berdiri dan pandangan nya lurus ke hamparan bunga.


"Iya, karena sesuai dengan perjanjian awal." Kata Nick tersenyum.


"Kenapa kak, Irina gak kita ajak kak?"


"Tunggu dia, pasti akan datang, karena tempat ini dia yang merekomendasikan."


Ayumi menganggukan kepalanya. Dan tidak butuh lama Irina dan Jeremy datang.


"Jadi kita akan piknik disini Jean?" Tanya Jeremy.


"Iya, kak, sekalian menemani Ayumi juga dia pasti jenuh selama ini, tidak boleh kemana- kemana selama bed rest."


"Hai. Princess eyke, bagaimana para keponakan eyke?" Tanya Jeremy.


"Mereka baik, makasih kalian sudah mau mengajak Ayumi kesini."


"Sama-sama, bukan nya kita harus menjaga ye? Selama suami ye tidak ada."


"Iya, Miss kau benar, bahkan kak Rey baru bisa pulang mungkin dua atau tiga hari lagi." Ayumi sedikit sendu.


Nick membantu Irina untuk menatap bekal yang tadi ia bawa. Melihat Ayumi sedih. Irina mengajak Ayumi untuk segera makan.

__ADS_1


"Ayumi, kau pasti sudah lapar, ayo kita makan dulu, kasian keponakan kakak."


Jeremy mendorong kursi roda milik Ayumi untuk mendekati Nick dan Irina. Nick membantu Ayumi untuk duduk di tikar. Mereka menikmati piknik singkat dengan di temani makan siang bersama.


__ADS_2