Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 170


__ADS_3

Pukul tujuh pagi.


Pagi pun tiba. Nampak terlihat dari jendela. Sinar matahari menelusup ke cela - cela jendela kaca kamar. Membuat wanita cantik yang tengah terlelap merasa terganggu.


"Euhhgg"


Terdengar suara lirih dan lembut dari Ayumi. Yang nampak terbangun dari tidurnya. Tubuhnya menggeliat namun tak bisa bergerak bebas. Ayumi mengerjapkan matanya ia melihat tangan kekar sang suami yang tengah memeluk erat tubuh.


Ayumi tersenyum saat melihat Rey yang masih terlelap dalam tidurnya.


Ayumi membelai wajah tampan Rey. Ini lah pemandangan Ayumi saat pagi saat bangun tidur. Wajah Suami tampannya yang ia lihat.


"I love you."


Inilah kata-kata yang selalu Ayumi dan Rey ucapkan setiap hari. Saat menjelang tidur dan bangun tidur.


Ayumi mendekatkan kepalanya dan.


Cup


Mencium bibir Rey yang masih tertidur.


Ayumi mengangkat tangan Rey dengan sangat pelan. Karena Ayumi tidak ingin membangunkan suaminya.


Ayumi menyibakan selimutnya dan turun dari tempat tidur. Ia melangkah kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya. Pagi ini Ayumi tidak begitu mual seperti biasanya. Ia merasa lega.


Jika berada di mansion Ayumi akan di layani oleh pelayan pribadinya yang Rey tugaskan. Jika Rey tidak ada.


Tidak lama akhirnya ibu hamil ini menyelesaikan acara bersih - bersih. Ayumi turun keluar dari kamarnya menuju dapur.


Setelah beberapa menit kini setelah Ayumi bangun. Kini bergantian Rey yang terbangun. Rey mengerakkan tubuhnya. Rey terhenyah saat tangan nya meraba ke samping tidak ada siapa-siapa.


Rey langsung bangkit dari tempat tidur. Ia mencari Ayumi dan memanggil istrinya beberapa kali.


"Honey ..."


"Honey ..." Panggilan Rey kembali.


"Baby. Apa kau ada di dalam mandi? Aku masuk iya." Kata Rey.


Rey tau kebiasaan istri kecilnya ada di dalam kamar mandi jika pagi hari yang sedang memuntahkan isi perutnya.


Ceklek


Pintu kamar mandi di buka. Namun tidak ada tanda-tanda istrinya di dalam kamar mandi.


Rey menghela napas kasar. ia tahu istrinya ada di suatu tempat. Padahal Rey sudah mewanti-wanti untuk tidak melakukan aktivitas apapun. selama istrinya bed rest.


Rey terlebih dulu mencuci muka nya sebelum mencari istri bandelnya itu.

__ADS_1


Dan dugaan Rey benar jika Istrinya ada di dapur.


Ayumi yang tidak menyadari Rey sudah berada di belakang nya.


Rey memeluk pinggang Ayumi dari belakang membuat wanita hamil ini terhenyah.


"Astaga, Sayang. Kau membuat Ayumi jantungan."


Rey tidak mempedulikan ocehan Ayumi. Ia mencium leher jenjang Ayumi.


"Baby, sudah ku bilang jangan turun ke dapur sendirian. Kenapa kau tidak membangunkan ku dan menyuruh ku saja. Aku takut calon anak-anak kita kenapa- kenapa lagi. Apa kau lupa pesan Dokter? " Kata Rey kembali mencium tengkuk leher jenjang Ayumi.


"Ahh sayang."


Ayumi mendesah karena Rey mencium di daerah sensitif Ayumi.


"Maaf ahh ... "


Ayumi tidak di beri kesempatan untuk berbicara. Hingga Rey menyudahi acara cumbuannya.


"Ini hukuman karena tidak nurut dengan suami. Ayo duduk." Ajak Rey.


"Tapi sayang."


"Sudah, biar aku saja yang melanjutkan."


Ayumi akhirnya menurut duduk di kursi pantry. Sebelum duduk Ayumi mencuri ciuman di pipi Rey.


Cup.


Rey menggelengkan kepalanya. Saat Ayumi mencium pipinya. Namun Rey mencegah Ayumi untuk pergi.


"Baby, kenapa cuma ini yang di cium. yang ini belum nanti iri lho." Kata Rey menunjukkan jari nya di bibir.


"Astaga Sayang, kau ini iya. diberi satu ciuman minta lebih. itu namanya serah tahu." Ayumi menyebik. Sedangkan Rey memasang wajah cemberut. Meski begitu Ayumi tetap memberikan ciuman bertubi-tubi untuk Rey.


Cup


Cup


Cup


Rey terkekek ia berhasil mengerjai istrinya.


🍃🍃🍃


Setelah acara sarapan bersama. Rey dan Ayumi memutuskan untuk duduk di depan televisi.


Ayumi mendesah kasar saat ia melihat sesuatu dari handphone nya. Dan Rey menyadari perubahan raut wajah istrinya.

__ADS_1


"Kenapa Baby?" Tanya Rey.


Ayumi menunjukkan handphone kepada Rey.


Rey tersenyum saat melihat email jika istrinya mendapatkan beasiswa starta 2 di oxford university.


"Selamat baby, kau diterima. Tapi kenapa malah cemberut begitu?" Tanya Rey lagi.


"Lalu, bagaimana nasib mereka." Jawab Ayumi saat pandangan matanya tertuju pada perut Ayumi yang belum membuncit.


"Why?"


"Baby, jangan pernah takut atau terbebani dengan kehamilan kamu. Honey." Sambung Rey.


"Tapi."


"Ambil saja, baby. kau bisa mengambil dengan kelas online."


"Atau kau ingin pindah ke Inggris. Jika kau mau." Ucap Rey.


Ayumi masih diam. Ia nampak berpikir sejenak untuk mengambil keputusan yang di tawarkan oleh suaminya.


"Bagaimana dengan pekerjaan kamu sayang?"


"Bukannya dari Paris ke London Inggris lebih dekat Baby? Jika nanti aku harus bolak balik Paris Inggris."


"Baiklah, Sepertinya Ayumi mau jika pindah."


"Jika begitu, nanti biar Nick yang mengurus semuanya."


"Apa kau lapar honey?"


Ayumi menganggukan kepalanya.


"Kau ingin makan apa?"


Ayumi tersenyum. "Ayumi ingin makan buah mangga manalagi. lihat kak Saka sama Bulan lagi panen mangga." Ayumi lagi - lagi menunjukkan historis sosial media milik Saka. Seraya membayangkan yang sedang memakan buah khas Indonesia itu.


"Astaga baby, itu kan adanya di Indonesia. Mana ada di Rusia buah mangga Manalagi."


"Ayumi ingin makan itu. pokoknya harus dapat." Kata Ayumi. Ia berdiri dan meninggalkan Rey yang masih duduk di sofa depan televisi.


"Oh my ... Sabar Rey. Menghadapi ibu hamil harus sabar." Gumam Rey seraya mengelus dadanya.


"Baby, makan buah yang lain saja iya." Teriak Rey saat Ayumi meninggalkan Rey.


"Gak mau. Pokoknya harus buah mangga Manalagi." Ayumi tak kalah berteriak.


Rey menghapus raut wajahnya yang binggung dengan permintaan istrinya.

__ADS_1


Kalian kenapa menyiksa Dady.


Batin Rey.


__ADS_2