JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
APAKAH MEREKA BENAR MELAKUKAN ITU


__ADS_3

"Revan? Kamu kenapa ada disini bukankah tadi kamu bilang kalau kamu ingin kerja tapi kenapa sekarang kamu ada disini?"


"Aku datang kesini karena aku memang berniat ingin mengunjungi Nina lagi, biar pun aku hanya menatapi batu nisannya bagiku ini cukup merasa membuatku puas akan apa yang sudah aku perbuat kepadanya. Bahkan yang bikin aku tidak bisa menyalahkan diriku sendiri, aku sangat menyesal karena pada waktu itu aku lebih memilih mengabaikannya ketimbang mengangkat telefon disaat Nina sedang membutuhkan pertolongan. Benar yang dikatakan Nina jika aku terlalu egois! Aku terlalu egois karena aku hanya memikirkan kebahagiaan, keegoisanku sendiri jadi mungkin dengan cara setiap hari aku menjenguknya rasa ini bisa lebih lega setiap kali aku menatap dan memegang batu nisan ini," ucap Revan sembari mengelus-elus batu nisan tersebut.


"Apa selama Nina masih hidup kamu tidak pernah membuatnya merasa bahagia disamping kamu sebagai Suaminya?"


"Iya mungkin perkataan itu yang tepat untuk aku balas. Aku memang Suami yang gak guna karena sejujurnya aku jarang memperhatikan Istriku sendiri. Pertengkaran, perdebatan yang sering kita lalui telah menggelapkan ku untuk membencinya, tapi biar pun kita sering berdebat sejujurnya aku sangat mencintainya biar pun cinta itu telah terpendam adanya perdebatan yang sering kita lalui selama ini."


"Soal cinta kamu tidak perlu menjelaskannya lagi karena aku tahu cinta kalian memang sulit untuk dimengerti satu sama lain. Kalian memang sering melakukan perdebatan yang akhirnya membuat hubungan kalian semakin mereda, tapi sejujurnya dari wajah kalian aku melihat perasaan tulus yang terdapat pada diri kalian. Dan sekarang akhirnya aku bisa melihat semua itu tapi selain itu ada hal lain lagi yang ingin aku katakan padamu."

__ADS_1


"Soal apa?"


"Berhubung kita sama-sama berada tepat di batu nisan Nina berada, aku ingin mengucapkan kata ini lagi. Dan mungkin perkataan ini sebelumnya sudah pernah aku katakan padamu tapi kali ini aku ingin melakukannya lagi. Selama ini aku sudah cukup banyak salah pada Nina karena aku sudah merebut kamu darinya. Bahkan aku juga sudah bikin kamu mulai jauh darinya bahkan ke-salah pahaman sering terjadi semua itu gara-gara aku. Aku akan merasa sangat menyesal jika aku tidak mengabulkan permintaan terakhirnya yaitu menceraikan kamu jadi sekarang aku putuskan aku ingin bercerai padamu Revan. Hubungan kita terjadi karena ke-salah pahaman aku tidak mau hidup aku bahagia sedangkan disana Nina menanggung semuanya. Aku tidak mau merasakan bahagia disaat sahabat aku terluka jadi aku putuskan aku ingin segera bercerai dan cincin ini sudah saatnya aku melepaskan cincin ini.


Melepaskan perlahan-lahan cincin-cincin yang sudah terpakai dijari tengahnya. Putri segera memberikan cincin ini kepada Revan, tak terdengar akan sahutan yang dilakukan Revan sehingga membuat Putri yakin jika keputusan apa yang ia pilih memanglah sangatlah benar.


Setelah perginya Putri dari hadapannya, Revan menatap Putri biarkan ia hanya memandang dari jarak kejauhan. Dan perlahan-lahan punggung Putri mulai hilang dari pandangannya.


"Aku tidak tahu apa cara ini memang benar atau salah tapi aku rasa cara ini memang tepat untuk kita, tapi biar pun aku bukanlah menjadi Suami mu lagi aku akan berusaha untuk melindungi'mu biarkan aku melindungi-mu sebagai sahabat sejati, sahabat yang akan selalu ada disaat ia membutuhkan bantuan. Dan cincin ini aku persembahkan untuk kamu Nin, biar pun kamu beranggapan jika aku tidak mencintaimu kali ini aku akan menunjukkan rasa itu. Dan cincin inilah yang akan menjadi saksi jika aku memang benar-benar tulus mencintaimu jadi terimalah hadiah dariku ini."

__ADS_1


Satu ucapan yang mampu Revan ucapkan. Menggaruk tanah merah dibawahnya ia membuat lubang galian dekat batu nisan yang bertuliskan nama Nina Kelana yang lalu ia selipkan cincin ini pada galian tersebut.


"Cincin ini sekarang sudah jadi milikmu jadi ambillah dan pakailah dialam sana. Jika dulu aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu untuk bisa menceraikan Putri maka kali ini aku akan mengabulkan permintaan kamu Nin," ucapnya sembari ia pun mengelus-elus batu nisan bertuliskan nama Istrinya tersebut.


SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2