
Sesampainya Revan dikediamannya ia tidak melihat akan kehadiran Nina yang biasa bersantai dihadapan Tv.
"Nina beneran tidak pulang dimana dia sekarang," ucapnya berlalu ia hendak ingin menelfon seseorang akan tetapi sigap Mamanya menghalanginya.
"Kamu tidak perlu mencarinya dia lagi bersama temannya. Apa yang sudah kamu lakukan sudah sangat keterlaluan jadi sudah sepantasnya jika dia akan se-marah ini sama kamu," timpal Mama Revan.
"Revan tahu apa yang sudah Revan lakukan sudah sangat melewati batas, tapi jika Revan disuruh memilih Revan juga tidak mau semua ini sampai terjadi, kalau bukan karena ke-salah pahaman itu mungkin Revan tidak akan pernah menikah dengan Putri jadi Mama mohon Mama harus ngerti akan posisi-ku.
"Terus sekarang dimana gadis sialan itu apa dia tidak berani menampakkan dirinya disini?"
"Revan sendiri tidak tahu dimana keberadaannya Revan rasa Putri butuh waktu untuk menenangkan diri.
"Cara lama untuk mengait laki-laki," sindir Mamanya.
"Maksud Mama apa?"tanya balik Revan.
"Iya cara lama. Apa kamu sadar Revan dia itu bukanlah wanita baik-baik, kalau dia Wanita baik-baik kenapa dia bisa mau menginap bersama dengan seorang Laki-laki yang jelas-jelas sudah beristri. Jadi harusnya kamu sadar jika kamu sedang dibodohi olehnya."
"Sudahlah Ma, Revan capek dan ingin menenangkan diri. Pikiran Revan sudah banyak terbebani jadi jangan bikin Revan terkena darah tinggi akibat perkataan Mama tadi," ucapnya berlalu ia pun pergi dari hadapan Mamanya.
"Anak itu memang sangat susah untuk dibilangin," balasnya.
Hari pun berlalu dengan sangat cepat, baru kemaren Putri terlelap dalam tidurnya dan sesaat ia bisa melupakan masalah yang selalu mengitari dalam pikirannya. Kini bayang-bayang masalah itu mulai menghantui dirinya lagi setelah ia bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang. Belum juga masalah-ku dengan janin ini selesai, kini masalah baru datang. Kenapa Tuhan? Kenapa engkau memberikan cobaan sebesar ini kenapa?"
Tak lama suasana yang tadinya hening tanpa ada keramaian lantaran ia hanya tingal sendirian, tidak menunggu waktu lama dobrakan keras dari luar pintu terdengar sangat keras, berbarengan dengan suara-suara yang mengejutkan dirinya membuat telinganya hampir pecah. Tanpa menunggu ia bergegas keluar dari dalam rumah. Akan tetapi sesampainya ia depan, membukakan pintu, pandangannya dikejutkan dengan hadirnya para warga yang menyerbu tempat kostnya beramai-ramai.
"Astaghfirullah haladzim ini ada apa kenapa Ibu-ibu dan Bapak-bapak pada kesini ada apa?"
"Alah sudahlah kamu itu gak perlu basa-basi lagi ternyata wajah tidak sebanding dengan kelakuan polos kamu. Saya kira kamu itu orang yang baik tapi nyatanya semua itu salah. Kamu gak lebih dari seorang pelacur dan pelakor yang merusak hubungan rumah tangga orang," ucap salah seorang Ibu-ibu berdaster.
"Maksud ibu-ibu apa? Kenapa kalian bisa setega itu berkata kasar pada saya? Saya tidak mengerti?"
"Sudahlah pelapor bermuka dua seperti anda memang tidak sepantasnya berada di desa ini cepat usir dia ...usir dia .....
"Saya mohon Ibu-ibu, Bapak-bapak jangan usir saya, saya mohon saya akui saya salah tapi saya mohon jangan usir saya ...jangan.....
Sedangkan pemilik kos yang tak ingin tingal diam ia segera mengemasi sebua baju yang berada didalam almarinya. Tak memberinya ampun para ibu-ibu mau pun bapak-bapak berbondong-bondong menyeret Putri dengan kasarnya tanpa perduli jika adanya janin yang tertanam pada perut seseorang yang sedang mereka seret itu.
"Lagi-lagi aku harus menghadapi semua kenyataan pahit ini. Dimana aku harus mencari tempat berteduh lagi. Kos-kosan itu tempat satu-satunya yang bisa aku tinggali kini aku hanya bisa meratapi nasib-ku. Bahkan uang tunggakkan yang sudah aku bayarkan selama bulan dari gaji pertama-ku juga tak ia kembalikan sekarang padahal aku baru masuk lima hari aku tidak punya tempat tingal lagi, apa yang harus aku lakukan, dengan siapa aku harus meminta bantuan?"
Langkah yang pelan, ditambah lagi awan mendung yang nampak terlihat gelap, tetesan hujan pun perlahan-lahan mulai bergerombolan menjadi satu yang akhirnya dalam hitungan menit, tetesan hujan itu menjatuhi tubuh Putri hinga membuatnya basah kuyup.
Rasa dingin akibat tersiramnya air hujan tidak membuat langkahnya terhenti. Ia terus berusaha berjalan dan berjalan untuk menemukan tempat yang cocok untuk ia melakukan beristirahat.
*
__ADS_1
*
Sekalian ijin promo ya ini ada rekomendasi cerita yang sangat seru. Dan pastinya sangat sayang untuk dilewatkan, yuk mampir dan tinggalkan jejaknya ya dikarya milik kak Puput.
BERIKUT BLURBNYA
:
Apa jadinya seorang pria dengan julukan duda casanova terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mulet mampu menggetarkan hatinya yang membeku.
Tak lupa Rolando sang putra yang selama ini begitu merindukan kasih sayang tiba-tiba tersenyum ketika di dekat gadis tersebut.
Banyak misteri yang mulai terungkap tentang jadi diri dari gadis bar-bar yang berhasil menjerat seorang duda casanova.
Dapatkah duda casanova itu mampu menaklukkan gadi itu? Misteri apa yang disembunyikan olehnya?
Ikuti kisah perjalanan mereka ....
BERSAMBUNG.
__ADS_1