JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
Tidak ada rasa kepedulian


__ADS_3

Aku sadar kehidupan yang aku jalani semua ini hanyalah sandiwara. Sandiwara ku yang berpura-pura bersikap tenang dan kuat menghadapi mereka.


Tuhan sampai kapan penderitaan hamba akan terus berlanjut seperti ini sampai kapan. Jika banyaknya orang bisa mengalami kebahagiaan kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang mengalami semua ini.


Belum juga ucapan Putri terhenti. Pandangannya dibuat terkejut setelah Monika yang tiba-tiba datang.


"Kamu? Ayo ikut aku ada tugas yang harus kamu lakukan sekarang!" perintahnya dengan menarik tangan Putri dengan kasar.


"Ada apa? Kamu mau bawa aku kemana?"tanyanya tapi Monika terlihat tidak menggubrisnya.


"Ini ada apa kenapa disini ramai sekali?"gumam Putri yang mulai bingung.


"Hey kamu kenapa kamu malah bengong disini cepat masuk dan cepat siapkan teman-temanku minum ayo!"


"Stop Monika aku ini bukanlah pembantu-mu jadi kamu tidak perlu memaksa-ku dengan cara seperti ini?"gertaknya yang langsung menghempaskan tangan Monika darinya.


"Baiklah kalau kamu tidak mau jadi pembantu lagi di-rumah ini, tapi pastinya kamu tidak mau kan kalau aku sampai merobek atau pun pembakaran Ijazah ini!" ucapnya dengan menjinjing satu buah map berwarna hijau muda yang tak lain adalah berkas ijazah Putri.


"Ijazah-ku? Kembalikan ijazah itu," balasnya yang berniat ingin mengambilnya, tapi Monika menghadangnya.


"Eit enak aja, gue bakal kasih ini ke elo, tapi yang jelas lo harus mau jadi pembantu di rumah ini apa kamu paham?"


"Baiklah aku mau jadi pembantu disini tapi aku mohon berikan itu padaku aku mohon.


"Baiklah terimalah ini. Ingat kali ini lo aman karena Mama tidak ada di-Rumah jadi harusnya kamu berterima kasih sama aku karena aku udah dengan baik hati mau memberikan ijazah itu sama elo, jadi cepat laksanakan perintah gue.

__ADS_1


"Baik Monika aku akan laksanakan tugas-ku.


"Putri cepat ...!"


"Maaf Nyonya saya datang telat ini silahkan minumlah!" ucap Putri dengan pandangannya yang sekali-kali menatap Monika. Akan tetapi Monika yang melihatnya ia hanya membalasnya dengan tatapan sinis.


"Monika dia siapa elo?" tanya salah seorang wanita disebelahnya.


"Biasa dia anak pembantu-ku,"balasnya tanpa memahami perasaan Putri.


"Tega sekali kamu berkata seperti itu Mon. Aku adalah Sepupu-mu sendiri kenapa kamu sampai tega berkata jahat seperti itu padaku?" batinnya.


"Hey kenapa kamu malah bengong disini cepat pergi," perintahnya.


"Monika maksud-ku nyonya anda kan perempuan harusnya anda jangan meminum Alcohol seperti ini, ini tidak baik buat kesehatan anda,'


"Hey berani sekali kamu memerintahkan-ku? Ku itu hanya anak pembantu jadi lebih baik kamu pergilah dan urus saja tuh tugas kamu yang masih banyak di-dapur," perintah Monika dengan tegas.


"Tapi Nyonya aku berkata sungguh-sungguh. Orang yang lagi hamil tidak boleh minum alcohol takutnya itu akan berpengaruh buruk pada janin yang ada dikandungan Nyonya?


"Astaga anak pembantu lo tuh cerewet banget sih, mendingan dari pada lo ceramah'hin gue lo pergi sana," usir Monika yang langsung mendorong Putri hinga terjatuh. Rafa yang berada disebelah Putri segera ia pun membantunya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Rafa yang nampak ikut khawatir.


"Tidak. Aku tidak apa-apa," balasnya yang langsung berdiri.

__ADS_1


"Sayang kamu itu kenapa harus membantu anak pembantu ini sih gak level banget,"


"Monika dia juga manusia gak seharusnya kamu memperlakukannya dengan cara seperti itu tadi," bela Rafa.


"Kamu? Kamu sekarang sudah berani membantah-ku?"


"Sudah-sudah Monika kamu jangan marah-marah terus. Kamu beruntung lagi bisa dapatkan suami yang se-pengertian dia jadi janganlah marah-marah.


"Maafkan aku Monika karena aku sudah membuat-mu kesal. Dan kamu? Ayo ikutlah aku," perintah Rafa yang langsung menarik tangan Putri untuk ia ajak pergi.


"Rafa kamu mau bawa aku kemana lepaskan!" gertaknya yang langsung menebas tangan Rafa darinya.


"Rafa kamu itu kenapa tidak cegah Monika untuk jangan meminum minuman itu. Kalau itu sampai berpengaruh buruk pada janinnya gimana?"


"Sudahlah Putri lo gak perlu sok peduli. Dan ingat ini udah malam jadi mendingan lo tidur sana karena kita akan bersenang-senang sampai larut malam jadi cepat pergilah," usirnya dengan mendorong Putri agar menjauh.


"Aku benar-benar tidak tahu harus ngomong apa sama kalian, baiklah aku tidak mau ikut campur kalau pun ada sesuatu yang terjadi itu juga kalian sendiri yang akan dapat," balasnya tanpa berkata lagi Putri segera menjauh dari mereka.


Tak menghiraukannya Rafa berlalu kumpul sama teman-temannya. Sedangkan Putri ia masuk kedalam kamarnya.


"Kenapa sih aku harus tingal bersama orang yang cara berpikirnya masih kaya anak kecil. Dan Monika apa dia udah gila dia sedang mengandung tapi kenapa ia malah sengaja meminum minuman yang tidak seharusnya ia minum, sudahlah aku tidak mau membahas itu lagi," ucapnya berlalu ia merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Aku sudah dapat ijazah-ku ini jadi akan lebih baik aku kabur saja dari Rumah ini, mumpung Mama tidak ada di-Rumah jadi aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan berharga ini, iya ini ide bagus nanti pukul 00:00 malam aku harus berhasil kabur dari rumah ini entah bagaimana caranya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2