JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
HARUSKAH MILLI MELAKUKAN SEMUA ITU


__ADS_3

Berjalan kaki sendiri tanpa ada pendamping seseorang yang menjaganya. Langkah Milli yang tadinya nampak tenang tanpa ada kecurigaan sama sekali, tak lama langkahnya seketika terhenti setelah adanya dua orang yang terhenti dari laju motornya dan menghampiri Milli.


"Maaf Mbk apa saya boleh bertanya sesuatu?"tanya seseorang itu dengan wajah tertutupnya.


"Maaf mau tanya apa mas?"tanya Milli dengan santainya.


Belum juga seseorang itu memberikan balasan apa yang ingin ia tanyakan. Seseorang yang satu dengan sigap ia melayangkan satu tusukkan tepat mengenai perut bawah Milli yaitu tepat di ginjal kanan Milli.


Darah yang seketika keluar deras, Milli yang baru menyadarinya tatapannya tak henti-hentinya memandang kedua pria yang mulai menjauh dari langkah ia tertusuk saat ini. Tubuhnya yang seketika ambruk setelah ia tak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.


Orang-orang yang dari kejauhan mendapati seorang Wanita tergeletak berlumuran banyak darah, mereka segera menghampiri dan melarikannya ke-Rumah sakit terdekat.


Setelah dilarikan dan ditangani Dokter yang melihat kondisinya, mereka segera melakukan penanganan dengan pertolongan pertama pada luka tusukan tersebut.


Setelah beberapa jam Dokter mau pun Suster menanganinya. Satu jam kemudian Milli terlihat sudah tersadar, melihat Dokter yang masih disampingnya ia akhirnya bertanya mengenai kondisinya saat ini.


"Dokter apa yang terjadi?"


"Anda sudah sadar? Anda jangan banyak bergerak kondisi anda masih belum stabil jadi jangan bergerak," titah Dokternya.


"Dokter apa yang terjadi kenapa perutku ada luka seperti ini apa aku baru aja melakukan operasi?"


"Tidak kami tidak melakukan operasi, kami hanya menangani penanganan pertama pada luka tusukan yang terjadi tepat mengenai Ginjal anda."


"Ginjal? Saya habis tertusuk terus sekarang gimana kondisiku Dok apa Ginjal sama tambah semakin parah?"tanyanya dengan wajah panik.


Melihat ekpresi Dokter yang terlihat pasrah yang terlihat dari raut wajahnya membuat Milli mengerti dan paham apa maksud dari semua ini.

__ADS_1


"Melihat ekpresi wajah Dokter itu sudah sangat membuktikan kalau pasti ada hal yang penting yang ingin Dokter katakan pada saya, jadi cepat katakan pada saya Dok apa yang terjadi insyallah saya akan menerima semua ini dengan ikhlas jadi Dokter jangan diam seperti ini.


"Baiklah saya sangat sulit untuk mengatakan ini pada anda, tapi akibat pukulan ditambah lagi tusukan yang terjadi pada waktu itu berakibat fatal. Ginjal kamu menggalami luka yang cukup parah jika dalam jangka waktu beberapa minggu kamu tidak segera melakukan operasi ginjal itu akan membusuk. Dan jika itu terjadi resiko besarnya akan beda lagi jadi kamu harus segera mendapatkan donor ginjal entah bagaimana itu caranya.


"Apa jika melakukan pencangkokan ginjal sementara waktu. Dan hanya hidup dalam satu ginjal apa itu akan memungkinkan saya masih bertahan hidup Dok?"


"Jika dilakukan pencangkokan ginjal dan hidup dalam satu ginjal cuma 50 persen kamu bisa bertahan hidup. Dan jika orang yang hidup dalam satu ginjal ia tidak boleh bekerja keras atau pun melakukan perkelahian jadi apa kamu siap dengan resiko sakit yang akan kamu derita nanti?"


"Baiklah Dok kalau itu bisa mempermudah bagi saya untuk bertahan hidup saya setuju untuk melakukannya. Dan kalau bisa besok pencangkokan itu dimulai apa Dokter tidak keberatan?"


"Baiklah saya tidak akan keberatan besok kita lakukan pencangkokan.


"Terima kasih Dok terima kasih atas usaha yang Dokter lakukan terima kasih ya sudah saya pergi dulu.


"Baiklah berhati-hatilah.


Mendengar semua perkataan yang diucapkan oleh Dokter seketika tangisannya pun pecah bahkan ia tidak bisa lagi mencoba untuk membendungnya.


Aku sadar kehidupan yang aku jalani semua ini hanyalah sandiwara. Sandiwara ku yang berpura-pura bersikap tenang dan kuat menghadapi pahitnya kehidupan ini. Hidupku tidak akan lama lagi, bahkan bisa dibilang kapan dan dimana Tuhan bisa menggambil nyawaku dan yang harus aku lakukan sekarang.


Aku harus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi, biar pun penderitaan sudah jadi makanan keseharian ku aku yakin aku pasti bisa melewati semua ini.


Tuhan. Hamba tidak akan mengeluh jika takdir kebahagiaan Hamba sudah ditakdirkan seperti ini, tapi hamba hanya minta satu permintaan terakhirku hamba tolong... tolong kuatkan hamba menjalani kehidupan hamba yang sangat menyakitkan ini. Tolong kuatkan hamba menahan rasa sakit yang nantinya bisa menyerang hamba, hamba mohon hanya itu permintaan hamba, hamba mohon.


Sebuah keyakinan digenggam erat oleh Milli. Percaya akan adanya pertolongan kehidupan yang akan diberikan oleh yang Maha Kuasa untuknya. Akan tetapi Milli tak lagi mengharapkan semua itu, jika kebahagiaan masih berpihak padanya ia akan merasa sangat bersyukur, tapi jika keyakinan berbeda dari apa yang ia inginkan.


"Tidak Milli kamu tidak boleh sedih kamu hanya akan melakukan pencakokkan ginjal habis itu kamu masih punya kesempatan untuk hidup kamu pasti bisa kamu pasti bisa.

__ADS_1


Terbaring lemas diatas . Tak lama dering ponselnya berbunyi dan ternyata Putri-lah yang menelfon-nya.


"Kak Putri ada apa Kak kenapa Kak Putri tiba-tiba menelfon-ku?"


"Tidak Milli kak Putri hanya ingin memastikan kondisimu kamu baik-baik saja kan kamu gak lagi ada masalah kan?"


"Ada apa sih dengan kak Putri ini aku baik-baik saja kok kak aku juga gak lagi kenapa-kenapa jadi Kak Putri jangan cemas aku sehat kak aku gak kenapa-kenapa," ucap Milli.


"Kamu serius?"


"Iya Kak aku sangat serius. Oh iya Kak hari ini aku tidak bisa menginap di-Rumah kak Putri, aku ada tugas kelompok jadi kayaknya bakal pulang sampai larut malam atau gak ya sampai besok baru bisa pulang rencana aku mau menginap nanti jadi gak papa ya kak."


"Baiklah gak papa tapi teman kamu baik-baik kan orangnya?"


"Iya dia baik kok jadi tenang-lah kak."


"Baiklah kabari aku lagi ya kalau kamu besok ingin pulang biar Kak Putri bisa masakin kamu sayuran kesukaan kamu."


"Baik Kak besok aku bakal kabari kak Putri lagi, ya sudah aku tutup dulu ya kak ini sekarang lagi mulai ada pembelajaran kuliah lagi soalnya."


"Baiklah belajarlah yang giat ya."


"Iya Kak."


"Maafkan aku Kak maafkan aku aku sudah membohongi kak Putri maafkan aku."Ucapnya yang hanya bisa menundukkan kepalanya.


SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2