
"Astaga Kak Putri kenapa apa yang terjadi Kak Putri gak kenapa-kenapa kan?"
"Aku baik-baik saja kok Mil, hanya saja aku agak gak enak badan makanya lemas kaya gini.
"Astaga Putri kalau kamu gak enak badan kenapa gak bilang dari tadi aku kan bisa minta bantuan asisten rumah tanggaku untuk mengerjakan semua ini, jadi kamu gak perlu susah-susah harus beresin semua ini," ucap Revan yang terlihat panik.
"Sudah, mendingan Kak Putri sekarang istrirahat dulu aja kakak butuh stamina full sekarang jadi istirahat ya," pinta Milli yang mau membantu Putri untuk duduk, tapi Putri menghalanginya.
"Tidak Milli aku baik-baik saja kok aku hanya merasa pusing nanti juga akan sembuh, jadi biar aku yang membereskan semua ini," balasnya.
"Putri yang dibilang dia memang benar kamu butuh waktu untuk istirahat jadi istirahatlah biar aku suruh Gibran untuk menjemput Asisten rumah tanggaku biar dia yang membantu kamu untuk membereskan semua ini," balas Revan.
"Kamu itu bisanya cuma nyuruh aja. Kamu itu seorang Suami harusnya kamu yang paling ngerti soal ini. Dan kak Putri tidak butuh Asisten rumah tangga kamu itu, yang dia butuhkan hanya kasih sayang dan pengertian. Apa kamu pikir sebagai seorang Suami tugas kamu hanya menafkahi dan seenaknya menyuruh orang untuk menjaganya tidak! Kak Putri tidak butuh semua itu yang dia butuhkan hanyalah rasa pengertian dan keperdulian yang kamu miliki jadi sudahlah malas menceramahi kamu jadi sekarang ambil dan bereskan semua rumah ini sebagai Suami ini juga sudah termasuk tugas kedua kamu,"kesal Milli yang dengan beraninya memarahinya.
"Kamu memerintahkan-ku?"tanya Revan dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Bukan memerintahkan tapi ini sudah asli jadi tangung jawab kamu ayo lakukan!"perintah Milli dengan tegas.
"Milli apa yang kamu lakukan? Jangan Revan aku aja yang merapikannya jadi kalian istirahatlah.
"Benar yang dikatakannya, memang sudah seharusnya aku yang melakukannya jadi biar aku yang membersihkan kamu istirahatlah," pinta Revan.
"Tapi Revan?"tanya balik Putri.
"Benar yang dikatakan dia aku memang kurang perhatian sama kamu maafkan aku. Ya sudah Gibran kamu ambil yang ini cepat bantuin aku untuk mengangkat semua kursi ini."
__ADS_1
"Tuan memerintahkan-ku?"tanya Gibran berbalik menunjuk kearahnya sendiri.
"Kenapa apa kamu tidak suka atau keberatan dengan perintah aku ini?"tanya Revan.
"Tidak Tuan bukan maksud itu ya sudah aku bakal bantuin Tuan," balasnya kemudian ia mengambil sapu.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
"Hey kalian ini kalau bersih-bersih yang rapi dong. Apa kalian tidak lihat disitu masih ada kotoran apa kalian tidak lihat! Dan kamu?"ucap Milli sembari menunjuk kearah Gibran.
"Ada apa denganku? Kenapa kamu menunjukku dengan cara sinis seperti itu?"tegas Gibran.
"Khusus kamu? Karena kamu belum menikah kalau bersih-bersih itu yang benar dan jangan ada yang tertinggal karena bisa jadi lo bakal dapat istri yang brewokan karena bersih masih ada yang tertinggal paham!"tegas balik Milli.
"Aneh! Sejak kapan kalau ada laki-laki yang bersih-bersih tidak bersih, dia bakal dapat Istri brewokan, yang ada lo kali yang bersih-bersih tidak bersih dapat Suami brewokan paham lo!"
"Terus kalau dia menentang mu kenapa Milli sayang?"tanya Putri dengan tersenyum.
"Baiklah aku bakal diam," balas Milli dengan memanyunkan bibirnya. Putri yang melihat ia hanya memandangnya dengan senyuman malunya.
"Oh iya Nyonya apa disini tidak ada palu yang cukup besar?"tanya Gibran beralih Revan menatapnya.
"Palu untuk apa kamu cari palu Gibran?"tanya Revan yang merasa bingung.
"Iya Gibran untuk apa kamu mencari palu?"tanya Putri kemudian.
__ADS_1
"Aku ingin memukul kepala tuh bocah biar otaknya itu sendiri terisi, menurutku dia itu otaknya masih tertinggal dirumahnya makanya omongannya ngajak ribut terus!"balasnya dengan menunjukkan wajah sinisnya pada Milli.
"Hay lo itu mau memukul-ku? Apa mau membunuh-ku yang benar saja," balas Milli dengan kesal.
"Sudah sudah kalian ini kenapa senang banget sih ribut-ribut, tahu gak katanya kalau orang yang sering ribut tidak akan lama mereka bakal bersatu. Dan katanya juga hubungan mereka akan sulit terpisahkan karena akan keyakinan keduanya," timpal Putri mencoba melerai keduanya.
"Idih Kak Putri kayaknya belum minum vitamin ya, yang benar saja masak aku harus berjodoh sama dia sih yang benar saja, dia itu sama sekali bukan tipeku jadi itu tidak mungkin!"balas Milli dengan memalingkan pandangannya dari Gibran.
"Iya Nyonya yang dia katakan memang benar, orang gila ini tidak akan mungkin jadi jodohku dan terakhir aku tidak punya tipe cewek yang gembrot kaya dia," balasnya spontan Milli yang mendengar, tanduknya serasa ingin keluar.
"Apa maksud kamu bilang gembrot apa kamu pikir badan sekurus ini masih gembrot dimata kamu yang benar saja?"
"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi cepat kalian lanjutkan kerjaan ini,"balas Putri mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Sudahlah aku malas berada disini bersama Pria-pria gesrek. Aku ingin pulang ya Kak. Dan ingat kabari aku kalau ada apa-apa selamat siang," balasnya tanpa berkata Milli segera pergi dari pandangan mereka.
"Itu anak kenapa? Apa dia mengamuk dan tidak terima atas ucapan-ku barusan tadi?"gumam Gibran yang merasa bingung sendiri.
"Namanya juga Perempuan, dia akan sangat sensitif kalau ada Pria yang mengatainya dengan kata gembrot jadi itulah alasannya kenapa dia marah!"balas Revan, beralih ia membersihkan yang ruangan lainnya.
"Sudahlah ngapain juga aku ribut-ribut memikirkannya, dia yang sewot kenapa harus aku yang memikirkannya," gumamnya berkata sendiri.
SEKALIAN IJIN PROMO YA, INI ADA REKOMEDASI CERITA YANG SANGAT BAGUS. DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.