JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
KEGUGURAN


__ADS_3

Dipenuhi dengan rasa takutnya, tanpa memperdulikan kondisi Monika yang tergeletak dan berlumuran banyak darah, Claudya pun dengan teganya meninggalkan Monika sendiri tanpa mau menolongnya terlebih dulu.


Sesaat Claudya pergi meninggalkan tempat kejadian ini, ada seseorang pengendara mobil yang kebetulan lewat jalan itu, dan melihat ada seseorang yang tergeletak tak berdaya di tengah jalan. Karena situasinya sekarang lagi hujan deras ia pun lantas turun dan mengecek denyut nadinya.


"Astaga siapa itu yang tergeletak ditengah jalan. Apa itu seseorang?" gumamnya sendiri.


"Astaga dia pasti korban tabrak lari aku harus periksa kondisinya."ucap Revan yang kemudian mereka pun turun dari Mobil dan mengecek keadaan seseorang itu.


Setelah mereka turun dan mengecek kondisi seseorang yang tergeletak itu, betapa terkejutnya mereka setelah mereka tahu siapa orang menjadi korban tabrak lari ini.


"Astaga Monika!. ucap Revan yang begitu terkejut melihat siapa orang yang sedang terluka parah ini.


*****


Tak berapa lama mobil ambulance pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Citra medika yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian tadi. Dan hampir 20 menit lamanya Monika telat mendapat pertolongan, wajah Monika yang tadinya segar, kini pun terlihat sangat pucat bersimbah darah.


Monika yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun mendorongnya, dan langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisinya yang sudah sangat memperihatinkan, dan harus segera ditangani dengan segera.


Dokter dan Suster yang melihat kondisi Monika yang sudah sangat memperihatinkan, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus terlebih dulu.


" Pasien sudah banyak kehilangan darah, dan sekarang detak jantungnya sudah mulai melemah, kita harus memberi pertolongan pertama dengan melakukan tindakan operasi saat ini juga, jadi cepat kamu keluarlah dan beritahu keluarganya sekarang. Karena kita sudah tidak punya banyak waktu!" perintah Dokter itu pada Suster


"Baik Dokter!" balas sang Suster yang tanpa menunggu lagi, ia pun keluar dari ruang ICU.

__ADS_1


"Maaf apa anda keluarga korban?" tanya salah satu Suster kepada mereka berdua yang menolong Monika barusan.


"Iya kebetulan dia saudara istriku, cepat lakukan yang terbaik untuknya untuk biaya Suster jangan cemaskan itu."


"Baiklah jika anda saudara iparnya segera anda hubungi keluarga yang lain ya."


"Baik Sus saya akan mengabari yang lainnya."


"Baiklah.


"Aku harus memberitahu Putri tentang masalah ini, dia harus tahu kalau Monika ada disini sekarang," ucapnya segera ia pun berlari menuju ke-suatu tempat.


"Revan kamu cepat sekali kesini, tadi MIlli sudah mengantarku kesini jadi kamu tidak perlu kuatir.


"Sebenarnya bukan soal itu yang ingin aku bahas saat ini," timpal Revan yang diselimuti dengan rasa paniknya.


"Monika tadi baru aja mengalami kecelakaan. Aku segera melarikannya ke-Rumah sakit," balas Revan yang spontan membuat raut wajah Putri berubah panik.


"Apa Monika kecelakaan bagaimana mungkin itu bisa terjadi?"


"Iya Putri kebetulan tadi pada saat aku hendak akan pulang. Aku menemukan Monika sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri ditengah jalan dalam kondisi cukup mengenaskan. Aku rasa sesuatu buruk terjadi pada janinnya, tapi kita berdoa aja semoga dugaan-ku ini salah.


"Aku harus menemuinya kamu bisa kan membantu aku untuk menemukan ruangan dimana Monika dirawat saat ini?"

__ADS_1


"Baiklah ayo aku antar, Dokter masih melakukan tindakan jadi aku belum tahu seperti apa kondisi Monika saat ini."


Segera pergi menuju ketempat dimana ruangan itu terdapat-lah Wanita yang sedang berjuang akan hidup dan mati. Rasa panik yang terpancar dari raut wajah Putri tidak bisa dibohongi lagi.


Kemudian Dokter pun keluar dengan berbarengan ekpresi-nya yang tambah membuat Putri semakin cemas akan keadaan Monika saat ini.


"Dokter gimana keadaan Monika apa dia baik-baik saja? Kandungannya tidak bermasalah kan Dok?" tanya Putri.


"Maaf kami sudah semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuknya, tapi janin yang ada dikandungan-nya tidak bisa kami selamatkan.


"Astaga Monika dia pasti akan sangat bersedih mendengar kabar meninggalkannya janin yang selama ini ia nanti-nanti, terus gimana dengan kondisi Monika sendiri dia tidak terluka cukup parah kan Dok?" tanya Putri lagi.


"Untuk kondisi Monika sendiri kalian tidak perlu khawatirkan dia keadaannya cukup membaik, saat ini ia belum sadar nanti tidak akan membutuhkan waktu yang lama dia juga akan sadar, ya sudah mari saya tinggal dulu?"


"Baik Dok sekali lagi terima kasih!"


"Baik Sama-sama ya sudah saya permisi!"


"Baik Dok!"


"Aku memang tidak suka sama Monika tapi biar bagaimana pun juga dia itu saudaraku jadi mana mungkin aku akan tega melihatnya seperti ini. Jadi lebih baik aku telfon Rafa saja aku rasa kita harus memberitahunya tentang kabar ini." Sedetik Putri ingin menghubunginya, Revan segera menghalanginya.


"Putri aku tidak masalah jika kamu mau memberitahunya, tapi akan lebih baik aku kasih tahu Mama angkat kamu dulu biar dia tahu seperti apa kondisi Putrinya sekarang.

__ADS_1


"Baiklah aku akan memberitahunya sekarang.


BERSAMBUNG.


__ADS_2