JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
SENJATA BERBALIK KETUANNYA


__ADS_3

Tak menunggu waktu lama mobil yang dinaiki Gibran telah sampai disalah satu restoran, membukakan mobil Revi nampak dirinya tersebut diperlukan baik dengan seseorang itu yang dimana seseorang itu adalah Gibran sendiri.


"Ternyata mereka hanya pergi ke Restoran, syukurlah nama baikku akan sekarang. Oh iya kira-kira apa yang akan mereka lakukan, kenapa aku jadi kepo gini ya sekarang?" gumamnya yang merasa bingung pada dirinya sendiri.


Mempergoki Milli yang sedang membuntutinya secara diam-diam. Revi berpura-pura ingin mencium pipi kanan Gibran yang dimana aslinya ia hendak ingin membisikkan sesuatu pada Gibran.


"Kamu? Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Gibran nampak gugup.


"Kamu diam-lah, Milli sedang membuntuti kita dari belakang jadi berpura-pura lah kalau kita ini adalah pasangan yang mesra," sambung Revi, Gibran yang mendengarnya ia nampak tersenyum.


"Baiklah,"balasnya.


"Apa yang dilakukan wanita itu. Apa dia udah gila bisa-bisanya di restoran yang sudah terbukti banyak orang mereka malah berciuman seperti itu menjijikkan sekali," gumam Milli yang nampak marah.


"Ya sudah kita duduk ya. Oh iya kamu ingin memesan apa?" tanya Revi dengan menggenggam tangan Gibran.


"Terserah kamu aja sayang kamu kan sudah tahu apa makanan kesukaan-ku," balas Gibran yang nampak tidak tenang.


"Hati kamu masih aman kan?" tanya Gibran dengan nada kecil.


"Kalau kamu terus saja menggenggam-ku dengan cara seperti ini yang ada hatimu akan cepat luluh seperti Milli alami. Jadi akan lebih baik kamu lepaskan saja," balas Gibran dengan nada kecil.


"Baiklah sayang kamu itu memang sangat pemalu ya," balas Revi kemudian ia mencubit pipi Gibran.


"Ist dasar menyebalkan mereka itu tidak tahu malu yang udah jelas-jelas ini itu tempat umum bisa-bisanya ia mereka mesra-mesraan seperti itu. Dan di janda muda itu biasanya ia bilang sayang pada Pria yang sama sekali tidak ada hubungannya dengannya dasar janda ganjen!"


"Ya sudah kamu terserah mau pesan berapa banyak makanan yang kau suka biar aku yang membayar semuanya nanti," ucap Gibran.


"Kamu serius ingin mentlaktir ku ?"timpal Revi.


"Iya aku serius," balasnya dengan tersenyum.


"Dasar pria bajingan aku tahu lagi kalau dia itu gak mungkin sekaya itu, kalau dia kaya ngapain juga mentlaktir ditempat seperti ini. Kalau dia sangatlah kaya harusnya ia itu membawanya ketempat yang lebih mahal pastinya," gumam Milli yang terlihat sangat kesal. Sedangkan orang-orang yang mendengarnya mereka hanya menatapnya dengan tatapan cukup sinis.


"Maaf apa anda butuh teman?"tanya seseorang yang tiba-tiba langsung menghampiri Milli.

__ADS_1


"Maksudnya?"tanya Milli nampak bingung.


"Sedari tadi aku melihat dirimu nampak cemburu melihat kedekatan mereka jadi sinilah duduk bersamaku!"ucapnya yang langsung menarik tangan Milli hinga kedua duduk bersandingan di-kursi.


"Maaf aku masih ada urusan!"ucapnya ayng berniat akan pergi tapi laki-laki itu menghalanginya.


"Sudahlah aku tau kamu hanya menghindari ku kan jadi cepat pilih menu kesukaan kamu biar aku yang mentlaktir kamu?"


"Kamu serius?"tanya Milli.


"Iya aku serius!"


"Baiklah kalau gitu thanks ya?"


"Siapa sih Pria itu gangguin rencana ku aja,"batin Gibran terlihat kesal, pandangannya yang terus ia fokuskan kearah Milli membuat dirinya tak tahan dan langsung sigap menghampirinya.


Milli yang masih terlihat kebingungan akan kedatangan Pria yang sama sekali tidak ia kenal, seseorang datang dan menarik tangannya dengan cara tiba-tiba. Milli yang menyadarinya ia menatap balik seseorang itu. Dan ternyata seseorang itu yang tak lain ia adalah Gibran.


Datang dengan tatapan tajamnya membuat Milli yang melihatnya ia nampak bingung.


"Apa maksud kamu? lepaskan aku!" tegasnya yang langsung menghempaskan tangan Gibran darinya.


"Ingat aku yang mengajakmu jadi jangan coba-coba kamu menghindar dariku apa kamu paham? Jadi cepat ayo kita kembali!"ajaknya yang sedikit memaksa dan menarik tangan Milli lagi.


"Aku bilang aku tidak mau. Apa kamu budek?"


"Baiklah kalau kamu tidak mau, jadi kamu mau aku memakai caraku sendiri,"


"Maksudmu?"tanya Milli.


Tanpa menunggu ucapan yang dilontarkan Milli terlebih dulu, Gibran segera menggendong tubuh Milli dan berlalu ia pun memasukannya kedalam mobilnya.


Terkejut dengan tindakan apa yang dilakukannya, sesekali Milli memukul-mukul punggung Gibran tapi Gibran tidak meresponnya.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan apa kamu mau menculik ku? lepaskan aku...turunkan aku...," teriak Milli akan tetapi Gibran tidak meresponnya.

__ADS_1


"Berani kamu keluar maka aku tak segan-segan akan bertindak lebih dari ini apa kamu paham!" tegasnya yang kemudian ia segera masuk kembali dalam mobilnya.


"Kamu? Sebenarnya apa yang kamu mau. Apa kamu ingin menculik ku?" tanya Milli tapi tidak ada respon yang dilakukan oleh Gibran, selain diam dan memandang ke depan.


"Dasar gila, sebenarnya apa sih yang ada di otak ini orang, kenapa dia nekat menggendongku seperti tadi kalau cemburu tingal jujur kan bisa? Tapi jika dia cemburu untuk apa dia mau diajak makan malam sama Revi?"batin Milli yang menatapnya dengan tatapan sinis.


Setelah memasukannya kedalam mobil, entah kemana gibran akan membawanya pergi, berada dalam satu mobil yang sama tidak terdengar akan suara atau pun sahutan yang dilakukan diantara keduanya.


"Ini orang sebenarnya maksudnya apa sih. Dan kenapa dia sedingin ini jadi orang. Aku ada disampingnya tapi kenapa mulutnya tidak ngoceh atau pun mengajakku untuk bicara, apa dia hanya menganggap-ku hanya sebatas bayangan aja heran aku? batinnya dengan menatap kearah gibran dengan tatapan kesalnya.


"Sebenarnya wanita ini anggap aku ini hantu atau manusia sih, jelas-jelas aku ada disampingnya tapi kenapa dia malah mengabaikan ku seperti ini. Diajak bicara atau apa kek biar gak canggung kaya gini? batinnya yang sesekali ia melirik kearah milli dan tanpa diduga milli juga memandangnya.


"Kamu kenapa melihatku?" tanya milli yang spontan membuat Gibran pun memperhentikkan laju kendaraannya karena terkejut.


"Astaga apa kamu udah gila. Apa kamu ingin kita kecelakaan?"bentaknya yang kemudian Gibran pun membalasnya.


"Kamu?Sekali lagi kamu bicara maka aku sendiri yang akan mengikat mulutmu jadi diam-lah," bentaknya balik.


"Dasar gila, sedikit baik sedikit pemarah dan sedikit perhatikan apa dia ini seseorang yang memiliki kepribadian ganda apa? batinnya dengan menatapnya dengan tatapan tajam. Sedangkan Gibran yang melihatnya ia kembali membentaknya.


"Apa maksud kamu menatapku dengan tatapan seperti itu? tanyanya dengan tegas.


"Tidak, siapa yang menatapmu, GR ," balas milli yang menyunggingkan bibirnya.


"Jangan GR karena aku memaksamu untuk masuk kembali kedalam mobilku. Karena aku orang yang mengajakmu untuk pergi dari awal, jadi jika ada kejadian yang tidak terduga terjadi aku tidak perlu menyalahkan diriku sendiri. jadi jika aku sekarang membawamu pergi itu jadi tugasku jadi jangan punya pikiran yang lain-lain, jadi sekarang pasang sabuk pengaman kamu?!" perintahnya tapi Milli hanya terdiam dan memandangnya dengan tatapan bingung.


"Kenapa kamu malah diam bukannya aku tadi memerintahkan mu untuk memasang sabuk pengaman apa kamu tidak dengar?


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah membentak ku Memangnya apa kesalahanku aku ini adik dari atasan kamu sendiri apa kamu pantas berkata seperti ini


"Yang pertama jika kamu ingin aku tahu apa alasannya sekarang aku tanya kenapa kamu begitu mudah mau didekati pria asing seperti tadi dia itu bukan laki-laki yang kamu kenal kenapa kamu dengan mudahnya mau bersanding dengannya apa kamu sudah gila atau mungkin kamu memang sengaja mau dirayu dengan mudah?"


"Kamu tuh kenapa sih apa sekarang kamu lagi marah hanya gara-gara aku bersanding dengan Pria yang tidak aku kenal? Apa itu alasannya?"


"Sudahlah aku capek dan tidak ingin berdebat aku harus membawamu ke-suatu tempat jadi diam-lah!"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2