
"Dimana ya dia, kenapa dia tidak ada disini? gumam Milli sesaat ia melihat sebuah ban mobil yang tak lain milik dari pria tersebut, yang terletak tidak jauh darinya dari keberadaan Milli saat ini hingga akhirnya terlintas dalam pikirannya untuk mengerjai pria tersebut.
"Aku punya ide. Dari pada aku susah-susah mencari orang itu! Kenapa aku tidak melakukan hal ini aja. Lihat saja apa yang akan aku lakukan sama mobil cantik ini?" ucap Milli sembari menunjukkan senyuman sinis menatap mobil cantik yang berada disampingnya.
Entah apa yang ada dipikiran Milli saat ini hingga dia pun nekat bener-bener melakukannya. Tak berapa lama akhirnya niatnya pun bener-bener terjadi yaitu mengempeskan kedua ban mobil itu.
Dan belum selesai mengempes ban yang satunya lagi, tak disangka tindakannya telah kepergok duluan sama seseorang . spontan Pria itu pun langsung meneriakinya.
"Hei...apa yang kamu lakukan dengan mobil itu?" teriak Gibran yang meneriaki seorang gadis yang terduduk dari sebelah ban mobil miliknya. spontan Milli yang mendengar teriakan tersebut ia pun terkaget memalingkan pandangannya kebelakang.
"Astaga. Mati gue, orangnya lihat. Gimana ini, aku..aku harus kabur sekarang," ucap Milli tak mau menunggu lama ia pun lantas berusaha untuk melarikan diri.
Baru selangkah Milli berlari menghindari kejaran Pria itu. Niatnya untuk melarikan diri pun sia-sia lantaran tiba-tiba ia terjatuh karena tersandung oleh sesuatu.
"AH ... Kaki ku, aduh ... Kenapa aku pake acara jatuh lagi astaga orang itu semakin mendekat, aku harus segera pergi sekarang," selangkah ia akan melarikan diri dengan berusaha untuk bangkit tapi naasnya ia malah tertangkap duluan pada salah satu laki-laki tampan tersebut.
__ADS_1
Mencengkram dengan erat pergelangan tangan gadis itu membuat Milli yang berniat melarikan diri pun hanya bisa nyengir lantaran tindakannya telah gagal.
"Mau kabur kemana lagi kamu Apa yang sedang kamu lakukan barusan? Kenapa kamu ada didekat mobil mewah ini? Cepat katakan?" bentaknya yang membuat Milli pun terdiam tanpa bersuara dengan menatap kearah ban tersebut.
Melihat kearah ban mobil miliknya dan melihatnya ia pun lantas terkaget tidak terpasang melihat ban mobil yang sudah dalam keadaan kempes. Milli yang melihat ekpresi dari laki-laki yang ada dihadapannya ini, ia pun lantas menghindari pandangan tajam yang dilakukannya.
"Mati aku," gumam Milli dengan menjitak kepalanya sendiri.
"Apa? Ban mobil?" teriaknya dengan berbalik menatap kearah Milli dengan ekpresi tajamnya.
"Mati aku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" batinnya yang merasa takut.
"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Milli yang terlihat panik.
"Terserah aku mau bawa kamu kemana yang pasti kamu harus ikut aku sekarang. Karena kamu akan habis sama aku sekarang ayo cepat jalan! bentaknya dengan bringas.
__ADS_1
"Enggak aku tidak mau lepasin aku! lepasin aku!"tegas Milli yang berusaha melepaskan cengkeramannya. Akan tetapi Gibran malah mendorongnya ke tembok dan membuatnya terpojok dengan kondisi kedekatan keduanya yang hanya berjarak satu senti bahkan hidung mereka hampir tersentuh.
"Sekali lagi kamu memberontak maka jangan salahkan aku kalau aku akan memberikan perhitungan ke kamu ditempat ini juga apa kamu mengerti," ancamnya lagi.
"Apa dia ingin menodai ku? Dari cara bicaranya dia bukanlah laki-laki biasa, ia pasti laki-laki mesum yang ingin mempermainkan hati seorang wanita iya dia pasti orang jahat," batinnya yang merasa sangat ketakutan
Tanpa pikir panjang lagi, ia pun langsung mengigit hidung Gibran yang jaraknya hanya satu senti membuatnya kesakitan. Dan langsung melepas genggaman tangannya, merasa ada kesempatan emas. Dia pun akhirnya melarikan diri.
"Ah ....aw ...sakit ...hei .... Mau kemana kamu? Hei ... Jangan kabur!" teriak Gibran akan tetapi Milli sudah terlanjur jauh.
"Ah ... Sial, dia berhasil kabur, lihat saja nanti jika aku berhasil ketemu dengannya aku tidak akan pernah membiarkan dia berhasil kabur lagi dari genggaman ku," ucapnya dengan menggenggam tangannya dengan erat.
"Huhu .... Syukurlah aku berhasil kabur dari laki-laki itu dan untung aja aku tidak tertangkap olehnya, jika aku sampai tertangkap aku gak tahu apa yang terjadi nanti," gumam Milli dengan memegang lututnya karena dia habis saja melakukan lari maraton yang membuatnya sangat kelelahan.
"Tapi kalau dipikir-pikir itu cowok tampan juga ya?" gumamnya dengan tersenyum sendiri, sadar apa yang barusan ia ucapkan ia segera menjitak kepalanya sendiri.
__ADS_1
"Astaga Milli apa otak kamu sudah geser bagaimana mungkin Pria seperti itu kamu bilang tampan yang benar saja," gumamnya yang langsung mengacak-acak rambutnya.
BERSAMBUNG.