
Berada dalam satu mobil, tepat di lokasi yang tak jauh dari kediaman Suaminya Mili, Gibran dan Revi terlihat merencanakan sesuatu.
"Kami akan terus mengawasi mu jadi kamu tenang aja jangan khawatir, kami juga sudah memasangkan kamera rekaman audio pada kalung yang kamu pakai ini jadi semua tindakan yang akan terjadi otomatis sudah tersambung pada ponselku sendiri. Kami juga akan membuntuti-mu dari luar ruangan jadi pastinya kamu sudah paham kan dengan tugas kamu sendiri?"
"Iya aku sudah paham dengan tugasku, sekali lagi terima kasih atas bantuan kalian, aku akan masuk!"
"Baiklah berhati-hatilah!"
__________________
"Revi akhirnya kamu pulang juga darimana aja kamu kenapa sudah 3 hari ini kamu baru berani pulang? Kamu baru berani pulang karena kamu tidak ada uang lagi akan? Atau mungkin kamu lapar makanya kamu nekat kembali lagi kesini?"
"Reno Aku mohon jangan sakiti aku lagi aku mohon? Aku janji aku akan melakukan apapun yang kamu mau tapi aku mohon jangan sakiti aku lagi aku mohon!"
Plak ...
"Itu tamparan karena kamu sudah dengan beraninya ninggalin aku, apa kamu sadar aku ini masih Syah menjadi Suami kamu jadi harusnya kamu itu nurut sama apa yang aku minta. Dan tidak seharusnya kamu asal pergi tanpa berpamitan, baiklah tamparan itu hanya permulaan kamu sudah dengan beraninya kabur maka itu artinya kamu sudah siap mendapatkan hukuman berat dariku jadi ayo ikut aku sekarang ayo!"..
"Kamu mau bawa aku kemana aku tidak mau jangan siksa aku lagi aku mohon aku tidak mau!"
"Diam! Bisakah kamu diam dan jangan membantah ayo jalan!"
__ADS_1
"Gak aku tidak mau! Aku tidak mau!"
"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan apa kamu ingin menghukum-ku atas perbuatan ku ini? Apa kamu ingin membunuhku sekarang juga apa dengan cambukan selama ini yang kamu lakukan kamu belum merasa puas?" tanya Revi dengan suaranya yang terdengar tersengal-sengal.
"Ingat aku bisa saja membunuhmu bagiku akan terlihat biasa karena kamu tidak akan merasa kesakitan lebih lama. Sedangkan menghukum bagiku cara itulah yang tepat untuk kamu dapatkan. Dan kelihatanya itu memang harus aku lakukan jadi ayo jalan!"
Revi masih saja meringkuk di lantai yang dingin itu, rasanya tubuhnya sangat remuk akibat cengkraman kasar yang Suaminya berikan tadi.
Sedari tadi Revi hanya mampu termenung, ingin menangis tapi rasanya ia juga lelah dan tampaknya air mata gadis itu sudah mengering tak bisa untuk ia keluarkan lagi.
Suaminya yang sudah tidak tahan lagi ia lantas menarik dan menjambak rambut Revi dengan kasar. Dan dengan kasarnya ia menyeretnya tanpa memperdulikan rintihan sakit yang dirasakan Revi saat ini.
Revi yang tidak tahan lagi ia berusaha untuk berdiri tapi apa daya tenaga yang dimiliki Suaminya terlalu kuat yang membuatnya sulit untuk berdiri dengan sendirinya.
"Lepaskan aku! Lepaskan aku...sakit...lepaskan!"
"Aku paling tidak suka dengan orang yang dengan beraninya menantang ku. Dan kamu? Aku sudah memberimu waktu tapi apa yang kamu lakukan? Kamu dengan berani telah menentang ku jadi rasakan semua ini karena semua ini pantas untuk kamu dapatkan!"
"Berhentilah tindakan kamu sudah terbongkar jadi angkat tangan kamu sekarang!"gertak seseorang yang langsung menodongkan senjatanya tepat dibelakang Pria itu. Wajah terkejutnya seketika tidak bisa ia hindari lagi, melihat kanan kiri ia nampak sudah terpojok lantaran rumahnya sudah dipenuhi beberapa polisi.
"Ini apa yang terjadi kenapa bisa ada banyak polisi kamu? Berani sekali kamu menjebak ku?"
__ADS_1
Selangkah seseorang itu ingin melayangkan tamparan mengenai pipi Istrinya, Milli dengan sigap ia melayangkan tembakannya yang tepat mengenai kaki kanan pelaku.
"Selangkah anda berani menampar istri anda lagi maka jangan salahkan aku kalau aku akan membunuh anda hari ini juga paham! Cepat bawa dia?"perintah Milli segera ketiga polisi anak buahnya langsung meringkus dan memborgol kedua tangannya.
"Tidak aku tidak salah kalian tidak seharusnya menangkap aku seperti ini aku tidak salah! Aku tidak salah!"
Dyar ...
Satu tembakan Milli layangkan lagi tepat mengenai kaki kiri pelaku setelah melihat pelaku yang berniat melakukan pemberontakan.
"Kejahatan anda sudah terekam jelas pada rekaman suara ini, sekaligus rekaman video anda melakukan tindak kekerasan juga sudah kami berhasil dapatkan dengan cara apa lagi anda ingin membantah? Cepat bawa dia!"
"Baik ayo jalan!"perintah ketiga polisi yang langsung membawanya.
"Sekarang anda tenang saja orang yang anda takuti sudah masuk kedalam penjara, saran aku segera buat laporan gugatan cerai jika anda ingin hidup anda merasa aman!"
"Baik aku akan menuruti semua saran kamu sekali lagi terima kasih terima kasih!"
"Iya sama-sama aku juga senang bisa membantumu ya sudah mari kita kembali,"balas Milli yang merangkul Revi.
"Baiklah ayo!"balasnya membalas senyuman Milli.
__ADS_1
BERSAMBUNG