
"Gimana Dok apa dia mengalami luka dalam yang serius?"
"Setelah saya periksa tidak terdapat organ dalam yang terkena pukulan, mau pun pembekakan yang akhirnya mengakibatkan rasa sakit. Jadi mungkin apa yang ia rasakan hanya reflek akibat pukulan kemaren tidak ada yang serius yang ia alami juga jadi jangan cemaskan soal itu!"
"Apa Dokter yakin tidak salah ngecek bagaimana bisa rasa sakit yang sejadi tadi hanya reflek belaka?"
"Iya saya sangat yakin, kalau perlu besok kita lakukan pengecekan ulang jika itu membuat anda masih belum mempercayainya."
"Tidak perlu Dok!"balas seseorang yang langsung menimpali pembicaraannya.
"Maaf jika sebelumnya saya lancang, tapi saya tidak perlu melakukan pengecekan ulang itu lagi, saya baik-baik saja kok, ya sudah Dok sekali lagi terima kasih."
"Baiklah tidak apa-apa."
"Baiklah kalau kamu memang percaya jika kondisi kamu baik-baik saja. Oh iya Dok kapan dia diijinkan untuk pulang?"
"Saya lihat kondisinya sudah mulai membaik jadi jika saya putuskan hari mau pun besok anda sudah bisa diijinkan untuk pulang."
"Jika hari ini apa tidak masalah Dok?"
"Melihat kondisimu yang cukup berstamina dan bertenaga saya tidak keberatan," balasnya.
__ADS_1
"Baik Dok sekali lagi terima kasih," ucap Putri.
"Baiklah sama-sama ya sudah mari saya tingal."
"Baik Dok."
"Sudah ya Kak aku itu baik-baik saja jadi Kak Putri jangan cemaskan soal aku lagi aku baik-baik saja kok. Oh iya tadi kan Dokter sudah mengizinkanku untuk pulang jadi gak papa kan kalau hari ini aku pulang?"
"Kamu serius Milli tidak kenapa-kenapa?"
"Iya Kak aku baik-baik saja kok jadi jangan cemas ya?"
" Ya sudah ayo kita bersiap-siap sekarang, aku sudah tidak sabar ingin pulang," ucap Milli segera ia menarik tangan Putri untuk ia ajak pergi. Putri yang sadar ia hanya mengikuti permintaan Milli. Dan siapa sangka dari kejauhan terdapat-lah seseorang yang ternyata telah menguping pembicaraan mereka.
"Kamu lihat sekarang kita sudah berhasil membuat salah satu dari pelindung Putri kalah jadi itu artinya siap-siap rencana kita akan kita mulai," ucap seseorang itu yang tak lain adalah Rafa yang sedang berbisik pada Claudya.
"Tunggu maksud kamu? Kamu berhasil membuat salah satu pelindung Putri itu kalah gimana maksudnya aku tidak mengerti?"
"Kamu tahu gak yang barusan dikatakan Dokter mengenai kondisi Gadis bernama Milli itu?"
"Iya aku tahu memang dia kenapa?"
__ADS_1
"Aslinya ginjalnya ada yang bermasalah, akibat pukulan yang tepat mengenai ginjalnya itu pembekakan dan pembekuaan darah telah ia alami. sedangkan hasil dari apa yang dikatakan Dokter itu bisa berbeda karena aku sudah menyabotase semuanya yang seakan-akan dia tidak terluka sedikitpun. Dan Suster yang kemaren merawatnya dialah salah satu kunci keberhasilanku menjalankan rencana ini," ucap Rafa dengan senyuman sinisnya.
"Astaga bagaimana bisa kamu bisa secepat itu melakukannya dan disaat kamu menyabotase-nya apa tidak ada orang yang curiga kalau kamu itu buronan?"
"Kamu lupa aku kan sudah melakukan operasi wajah baru dan dengan tampilan baruku ini tidak ada orang yang mengenalku jika aku adalah seorang penjahat dan semua ini juga berkat kamu? Karena kamulah orang pertama yang membantu biaya sekaligus berhasilnya operasi wajahku ini," ucapnya lagi.
"Rupanya kamu itu sangat cerdik bahkan lebih cerdik dari dugaan-ku, baiklah jika semua ini sudah jadi rencana kamu apa selanjutnya yang sudah kamu rencanakan?"
"Soal itu kamu tunggulah karena tidak akan lama gadis bernama Milli itu rasanya tidak akan pernah mampu lagi untuk melindunginya. Dan disitulah kita gunakan cara ini untuk merencanakan rencana kita selanjutnya."
"Baiklah jika itu sudah jadi rencana kamu, aku hanya bisa mengikuti langkah kamu selanjutnya."
"Baiklah mari kita pergi sebelum ada seseorang yang mencurigai kita," timpalnya.
"Baiklah," balas Claudya bergegas mereka pun pergi dari tempat ini.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰
BERSAMBUNG
__ADS_1