
Setelah seharian Putri melakukan pekerjaan di-restoran. Pukul 16:00 akhirnya Putri bisa lega lantaran jam kerja sudah selesai, dengan menunggu gojek online Putri akhirnya dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba menepuk pundaknya.
"Kak Putri lagi nunggu siapa?"
"Milli ini aku lagi nungguin gojek online tapi entah kenapa sampai sekarang belum kunjung datang.
"Astaga aku kira lagi nungguin siapa, oh iya gimana kalau kak Putri barengan sama aku aja nanti aku anterin kak Putri tepat sampai Rumah?"
"Tidak usah kok Milli aku tidak enak jika harus cancel gojek-nya, nanti juga orangnya akan datang kok.
"Tapi kak Putri yakin dia akan datang?"
"Iya aku yakin.
Tak lama mobil hitam yang ia pesan pun datang juga.
"Apa ini atas nama Mbk Putri?" tanya sang supir.
"Iya benar saya Pak, ini dengan Pak Retno sendiri?" tanya balik Putri.
"Iya dengan saya sendiri Mbk silahkan masuklah," perintahnya.
"Baiklah. Ya sudah Milli aku pulang dulu ya salam buat Mama kamu,"
"Iya kak nanti aku bakal bilang sama Mama, berhati-hatilah.
"Baiklah ya sudah aku pulang dulu.
"Iya Kak.
Dan tak mau menunggu lebih lama, Putri pun akhirnya memasuki mobil avanza berwarna hitam tersebut.
"Syukurlah kalau Kak Putri sudah dapat angkutan aku cukup lega sekarang," gumamnya yang hendak akan pergi, tiba-tiba mobil hitam lagi-lagi mendatanginya.
"Lah ini siapa yang datang?"tanya Milli pada dirinya sendiri.
"Maaf apa dengan Mbak Putri?"tanya salah satu bapak-bapak yang baru aja turun dari mobilnya.
__ADS_1
"Mbk Putri? Maaf bapak siapa?"tanya Milli dengan pandangannya yang melihat kearah mobil yang ditumpangi Putri yang mulai menjauh.
"Ini saya atas nama Retno, berhubung tadi ada kemacetan saya akhirnya datang terlambat.
"Yah tapi tadi sudah ada seseorang yang namanya Retno dan barusan saja seseorang itu membawa kak Putri masuk kedalam mobilnya?"
"Kok aneh saya beneran tidak berbohong mbak saya atas nama Retno apa tadi hanya orang jahat yang mengaku-ngaku jadi saya?"
"Sial seseorang itu pasti penipu, aku harus mengejar kak Putri sekarang.
Bergegas masuk kedalam mobil dan melajukan laju kendaraannya cukup tinggi, pandangan Milli tak melirik kearah manapun selain melihat mobil berwarna hitam yang mulai dekat dari depan pandangannya.
"Aku tahu pasti ada seseorang yang berniat jahat pada Kak Putri aku harus memberitahunya. Iya aku harus menelfon-nya sekarang tapi dimana ponselku?"
Melirik semua arah ia sadar jika ponselnya berada di kursi belakang.
"Ponselku dibelakang jika aku mengambilnya aku akan kehilangan jejak kak Putri sekarang, jadi akan lebih baik aku fokus pada laju kendaraan ini saya ini lebih baik.
Dalam dalam situasi bahaya tak terlihat dari raut wajah Putri yang nampak takut dan cemas, dengan asyiknya ia memandang pemandangan yang indah dari luar jendela mobil.
"Maaf Pak ini bukan arah menuju kediaman saya jadi anda kayaknya salah jalan," ucap Putri tapi tak dihiraukannya oleh sang supir.
"Maaf Pak saya sudah bilang anda salah jalan tapi kenapa anda malah tetap melajukan-nya?"
Sepatah kata mulut Putri terucap
Akan tetapi sang supir yang mendengarnya ia akhirnya memperhentikkan laju kendaraannya dengan berbarengan seseorang pria yang wajahnya sengaja ditutupi dengan kain masker berwarna hitam yang berada dibelakangnya.
Putri yang akhirnya menyadari lewat cermin depan Mobil tersebut, ia yang baru aja hendak akan berteriak seseorang lain muncul yang spontan membuat pandangan Putri seketika teralihkan pada seseorang tersebut.
"Rafa jadi semua ini rencana kamu? Kamu dalang dibalik semua ini dan orang-orang ini kamu yang sudah menyuruh mereka untuk menculik-ku?"tanya Putri dengan wajah tidak percayanya.
"Iya memang aku dalang dibalik semua ini. Apa kamu tahu kenapa aku melakukan semua ini?"tanya balik Rafa dengan wajah sinisnya.
"Apa mau kamu sebenarnya dan apa alasan kenapa kamu sampai nekat menculik-ku dengan cara seperti ini, lepaskan aku' aku ingin pergi," ucapnya yang berniat akan pergi, tapi langkahnya terhenti setelah Rafa yang menghalanginya dengan kasar.
Menarik tangan Putri dengan cukup keras. Dan mencengkram kedua pergelangan Putri, Rafa tidak akan pernah membiarkan jika Putri sampai berhasil kabur sebelum ia berhasil menyelesaikan sebuah rencana licik yang sudah ia siapkan sejak sedari awal.
__ADS_1
"Apa mau kamu Rafa kenapa kamu menghalangiku, lepaskan aku ... lepaskan aku ...," gertak Putri tapi tak dihiraukannya.
"Berikan pil itu?"pinta Rafa dengan tatapan tajamnya yang terus saja menatap Putri dengan sinisnya.
"Ini tuan!" ucap seseorang itu dengan membawa lima 10 butir pil hitam kotak pada Rafa segera Rafa pun mengambilnya.
"Minumlah," pinta Rafa dengan memberikan beberapa pil hitam pada Putri.
"Apa itu kamu tidak lagi merencanakan sesuatu kan?"tanya Putri yang nampak ketakutan.
"Sudahlah ayo minum apa susahnya tingal minum aja ayo cepat minum," pintanya dengan memaksa.
"Tidak aku tidak mau meminumnya sebelum kamu kasih tahu pil apa itu? Apa itu pil buat mengugurkan kandungan?"
"Sangat pintar.
"Tidak aku tidak mau meminum pil itu jika kamu ingin minum, minum sendiri saja aku tidak mau lepaskan aku ... lepaskan aku ...!"
"Putri kamu itu sudah berada digenggaman-ku jadi apa kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja. Dan membiarkan janin yang ada dikandungan-mu ini terus membesar tidak lagi. Apa kamu tahu dengan adanya janin ini hidup aku akan tambah menderita dan pastinya apa yang ingin aku miliki dari Monika semua akan jadi sia-sia, jadi aku minta sekarang kamu minum kalau kamu tidak ingin aku sendiri yang memaksamu untuk meminum pil ini." Tatapan tajam yang ditunjukkan Rafa semakin membuat Putri takut dengan cara apa ia bisa meloloskan diri dari cengkraman mereka.
BERSAMBUNG.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰🥰🥰
BERIKUT BLURBNYA
Karena insiden kecelakaan yang di alaminya, Maira harus kehilangan anak dalam kandungannya. Psikis Maira juga terguncang dan semakin memburuk ketika ASI-nya selalu keluar sangat deras. Maira ingin mengASIhi anaknya, tapi semua hanya menjadi angan-angan.
Hingga suatu hari, ada seorang wanita tua datang menghampiri Maira dan mengatakan jika kecelakaan waktu itu juga merenggut nyawa seorang ibu, sehingga sang bayi kini menjadi rewel membutuhkan ASI.
Hati Maira tergerak, dia ingin sekali mendonorkan ASI-nya, akan tetapi niat baik darinya mendapat penolakan dari Agam — ayah anak tersebut. Mungkinkah Maira akan menyerah, atau dia semakin gencar ingin menjadi Ibu susu bayi mungil tak berdosa itu?
BERSAMBUNG.
__ADS_1