JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKANKAH TERJADI


__ADS_3

Terlarut dalam tidurnya Milli yang sedari tadi tertidur sembari memeluk guling-nya, sedangkan Gibran yang juga terlihat tertidur dengan nyenyak. Posisi Milli yang semakin meminggir membuat tubuhnya seketika terjatuh dari atas ranjang. Dibawah yang terdapat Gibran yang masih tertidur tak membuat kesadaran keduanya sadar. Setelah terjatuh Milli nampak santai memeluk lengan tangan Gibran yang ia kira adalah guling kesukaannya.


Pagi yang sangat cerah. Sinar matahari yang mulai bermunculan hinga menembus pada gorden jendela. Suasana yang sangat sunyi yang tadinya nampak sepi kini suasana itu berubah setelah suara alarm yang mengagetkan keduanya hinga terbangun dari tidurnya.


Pejaman mata mereka seketika terbuka dengan lebar. Tatapan kedua tak henti-hentinya berpaling pada arah satu sama lain sesaat mereka menyadari jika keduanya nampak tertidur dalam satu tikar yang sama. Milli yang memeluk lengan tangan Gibran sekaligus tatapan keduanya yang sangat dekat membuat keduanya terkejut tidak main hinga segera bergegas bangkit dari tempat mereka tertidur saat ini.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu tertidur di sebelahku seperti ini?"


"Aku rasa aku tidak sengaja terjatuh dan akhirnya kita malah jadi tertidur bersama seperti ini," balas Milli dengan mengacak-acak rambutnya.


"Astaga apa yang barusan terjadi kenapa aku bisa tidur disini sih? Tadi malam bukankah aku yang tertidur diatas sana tapi kenapa sekarang aku malah berbalik tidur dibawah seperti ini bersama dengannya astaga ada apa ini apa yang terjadi?"batin Milli ketika sorot matanya tak bisa berpaling dari yang lain, lamunannya terus saja ia lakukan hinga Gibran seketika menepuk pundaknya lantaran sedari tadi ia ngomong tak ada jawaban yang diucapkannya.


"Hey aku sedang bertanya padamu jawablah kita gak mungkin melakukan hubungan itu kan?"tanya Gibran tapi kemudian mendapatkan gelengan kepala dari Milli.


"Aku tidak tahu aku rasa kita tidak melakukannya buktinya pakaian kita masih sama-sama merekat tidak ada yang terlepas jadi bagaimana kita melakukannya?"ucap Milli.


"Ah pikiranku kacau," ucap Gibran segera ia pun bangkit dari tempat ia terduduk saat ini.


"Gak ini gak mungkin terjadi! Iya gak mungkin terjadi jadi tenanglah Milli tenang ...."batinnya yang berusaha tetap tenang biar pun pada kenyataannya ketenangannya tidak bisa ia capai.


"Lagian kamu ngapain disini bukankah tadi malam kamu sendiri yang mengusirku tapi kenapa kamu malah bersama denganku?"


"Aku kan sudah bilang aku terjatuh dan ini juga tidak disengaja apa kamu tidak paham itu?"


"Sudahlah aku tidak mau membahas soal ini lagi aku ingin mandi," ucapnya sesaat ia mendengar ada langkah kaki seseorang dari luar pintu kamar.

__ADS_1


"Itu mereka membukanya," ucap Milli.


"Gimana kalian tidurnya nyenyak?"tanya Revan ketika berhasil membuka pintunya.


"Iya kita tidurnya nyenyak," balas Gibran tapi nampak keduanya hanya terdiam sama-sama saling membelakanginya.


"Kalian gak kenapa-kenapa kan kenapa kalian aku perhatian malah jadi diam seperti ini?"tanya Putri beralih keduanya saling bertatapan.


"Aku gak papa mungkin tadi Tuan aja yang terlalu berpikiran aku ingin mandi jadi maaf aku tingal dulu," ucapnya segera ia pun pergi dari pandangan ketiganya.


"Milli sayang kalian gak lagi melakukan apa-apa kan? Aku kan tadi yang tanya padanya tapi kenapa Gibran malah berkata jika Revan yang seolah-olah bertanya padanya?"tanya Putri yang nampak bingung dengan keduanya.


"Ha astaga Kak Putri ini yang benar saja ya jelas tidaklah, kita aja ribut terus jadi bagaimana kita bisa melakukan hubungan itu. Dan mungkin dia berkata seperti itu karena dia reflek apalagi dia baru aja bangun tadi ya sudah aku ingin minum aku tingal dulu ya," ucapnya tak lama Milli ikut pergi dari pandangan mereka.


"Revan kamu merasa ada yang aneh diantara keduanya gak? Kenapa aku perhatikan mereka seperti sedang menyimpan rahasia yang mereka sembunyikan dari kita?"tanya Putri.


"Baiklah,"balas Putri hanya bisa menurut.


Berada dihalaman teras Rumah. Nampak keempatnya berniat ingin melanjutkan aktifitasnya.


"Putri apa kamu serius masih ingin melanjutkan pekerjaan kamu? Kehamilan kamu itu sudah memasuki usia 3 bulan kamu tidak boleh melakukan aktifitas berat-berat kamu?"ucap Revan dengan mencoba menasehatinya.


"Revan kehamilan bukan berarti mengharuskan kita untuk berdiam diri di Rumah. Aku sudah biasa melakukan pekerjaan berat jadi aku rasa aku gak akan masalah jika terus bekerja seperti ini, lagian pekerjaanku juga gak terlalu berat kok jadi kamu tenang saja," timpal Putri mencoba meyakinkan Revan.


"Tapi kamu jujur ya kalau kamu udah gak kuat dan sering kecapean kamu langsung mengundurkan diri saja takutnya janin yang ada dikandungan kamu ini yang bakal kenapa-kenapa," ucap Revan lagi.

__ADS_1


"Revan ... Aku kan sudah bilang aku baik-baik saja jadi kamu jangan khawatirkan soal ini aku baik-baik saja kok,"timpal Putri lagi.


"Baiklah kalau kamu memang kuat dengan cara apa aku bisa melarang-mu. Aku akan memerintahkan Gibran untuk mengantarmu dan nanti kalau udah waktunya pulang aku juga akan menyuruh Gibran untuk menjemput-mu jadi kamu jangan asal pulang ya tunggu Gibran sampai ditempat kamu nanti."


"Revan aku bisa kok pulang sendiri."


"Jangan membantah aku paling tidak suka dibantah."


"Baiklah aku tidak akan membantah lagi "


"Ya sudah berangkatlah dan hati-hati."


"Iya Revan. Oh iya Milli apa kamu tidak ingin berangkat bareng sama kita?"


"Tidak Kak aku nanti naik taksi aja lagian arah kita juga tidak sama jadi nanti aku malah terlambat, ya sudah aku juga berangkat dulu ya."


"Baiklah kamu juga hati-hati."


"Iya Kak, Kak Putri juga hati-hati."


"Ya sudah Revan aku berangkat dulu," ucap Putri.


"Iya hati-hati dijalan."


SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2