JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKHIRNYA RESMI JADIAN


__ADS_3

"Kamu mau bawa aku kemana?"tanya Milli.


"Nanti kamu juga akan tau,"balas Gibran tanpa meliriknya.


"Tunggu kamu kenapa membawaku kejalan ini, ini kan bukan jalan menuju ke area Rumahku atau pun menuju ke perusahaan Kak Putri?" tanya Milli nampak penasaran.


"Memang ini bukan menuju ke area Rumah kamu mau pun ke area perusahaan. Aku sengaja mengajakmu karena aku ingin pergi ke suatu tempat dan aku tidak ingin akan bantahan darimu jadi cukup kamu nurut sama apa yang aku minta paham!"


"Baiklah,"ucapnya yang hanya bisa menurut


Tak berselang lama akhirnya mereka pun sampai juga disalah satu tempat yaitu disalah satu pantai yang indah. Dan suasana seperti inilah yang membuat suasana pun menjadi sangatlah indah,tenang dan tak mampu untuk dilupakan begitu saja.


"Kenapa kamu membawaku kesini?"tanya Milli dengan pandangannya yang melirik kearah Gibran.


Apa kamu tahu kalau sebenarnya tempat ini adalah tempat favoritku, laut! Iya disinilah tempat yang paling aku suka. Bahkan jika disuruh memilih aku lebih suka memandang pantai ketimbang taman indah yang terselimuti adanya banyak bunga pada bermekaran. Dan jika aku ada masalah aku pasti akan mendatangi pantai ini. Karena dengan aku datang kesini aku akan melihat pemandangan alam yang sangat luar biasa dan sangat sulit untuk dilupakan.


Ketika mataku melihat semua ini hatiku juga ikut merasa tenang, damai ...dan yang pastinya aku bisa melupakan masalah yang aku hadapi pada saat itu.


"Masalah, memangnya masalah apa yang sedang kamu hadapi sekarang ini bahkan dulu?" tanya Milli dengan menatap tulus kearah Gibran yang masih fokus dengan pandangannya kedepan.


"Jika membicarakan tentang masalah, semua orang pasti juga memiliki masalah mau itu masalah kecil mau pun masalah besar. Dan sekarang aku bakal jujur kalau aku memang benar-benar mencintai kamu, tapi aku sadar cintaku ternyata telah bertepuk sebelah tangan. Hari ini ... Detik ini ... bahkan menit ini aku sudah memutuskan jika aku akan melupakan kamu. Aku sadar mungkin perasaan ini hanyalah cinta ilusi yang tidak seharusnya aku ungkapkan ke kamu? Dan aku juga sadar jika perasaan tidak untuk dipaksa. Dan sekarang aku sadar jika ternyata secara diam-diam aku sudah mengagumi wanita lain, mungkin kamu sendiri juga kenal akan siapa Wanita itu jadi aku putuskan untuk mengakhiri semuanya termasuk mengakhiri perasaan ku yang sudah lama kamu anggap seperti sampah!" ucap Gibran yang seketika membuat Milli pun terdiam tak berkutik.


"Aku sudah tau siapa Wanita yang kamu cintai, bahkan kamu sudah menunjukkannya padaku tapi yang jadi pertanyaan ku apa kamu segampang ini ingin melabuhkan perasaan kamu ke orang lain jika disisi lain kamu masih menyimpan perasaan untukku?"balas Milli nampak Gibran melihat Milli tiba-tiba merasa sedih, bahkan tatapannya yang tidak memandang kearahnya membuat Gibran bertanya lagi padanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu menunjukkan ekpresi wajah kamu seperti itu? Apa kamu tidak suka kalau aku mencintai wanita lain?" tanya Gibran yang seketika membuat Milli pun terkejut.


"Apa kamu bilang tadi tidak suka? Ya jelas tidaklah, syukurlah kalau kamu sudah mencintai Wanita lain aku cukup lega sekarang," balasnya tapi raut wajah Milli tidak bisa lagi ia bohongi.


Gibran yang sudah melihat dari ekpresi wajah Milli yang tiba-tiba terlihat lagi bersedih, dia pun tanpa pikir panjang lagi ia langsung duduk dihadapan Milli sambil memegang tangan kanan Milli sambil mengatakan?


"Gibran apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu seperti ini?" tanya Milli dengan heran.


"Sejak pertama aku mengenalmu mungkin kita sering ribut layaknya kucing dan tikus, tapi seiring berjalannya waktu aku sudah mulai sadar jika ada perasaan yang tiba-tiba muncul dalam hatiku.


Dan kebersamaan yang sering kita lalui akhirnya telah menumbuhkan benih-benih cinta didalam hatiku ini. Dan aku sengaja berlutut dihadapan kamu ....karena aku ingin kamu menjadi kekasihku ... jika kamu mau menerima cintaku ini maka ambil boneka warna pink yang berbentuk hati ini, tapi jika kamu menolak cintaku ini maka ambillah daun kering ini sebagai tanda jika hati kamu sudahlah rapuh dan gak mungkin untuk di satukan lagi, apa kamu bersedia?"


"Apa maksud kamu melakukan semua ini, bukankah kamu mencintai seseorang lain lagi tapi kenapa kamu malah menembak-ku? Bukankah kamu bilang kamu ingin melabuhkan hati kamu pada Wanita lain lagi?"tanya Milli.


"Aku tidak pernah bilang jika aku ingin melabuhkan hatiku untuk Wanita lain, dan mungkin apa yang barusan aku katakan hanya karena aku ingin tau apa yang sebenarnya kamu rasakan untuk ku? Aku sungguh-sungguh penasaran apa kamu memang sungguh-sungguh mencintai tapi sekarang aku sudah tau semuanya?"ucapnya dengan memandang kearahnya.


Aku tahu memang ini terlalu cepat buat kita..tapi aku juga tahu sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku sudah tahu jika kamu itu orang yang sangat baik..tapi maaf aku gak bisa menerima kamu menjadi kekasihku," balas Milli dengan menggambil sebatang daun kering dari genggaman tangan Gibran.


Mendengar perkataan Milli barusan, seketika Gibran pun langsung lemas dan menundukkan kepalanya kebawah, melihat reaksi yang dilakukan Gibran, Milli pun tersenyum puas.


"Aku memang tidak mau jadi kekasih kamu, karena bagimu dengan status pacar hal itu tidak akan membuat hubungan akan menjadi utuh. Jadi aku mau hubungan kita lebih dari itu, dan aku mau status kita lebih jadi ...."


"Jadi maksud kamu, kamu tidak menolak cintaku ini?" sambung Gibran sedikit tidak percaya.

__ADS_1


"Iya," jawab Milli dengan tersenyum malu sembari menganggukkan kepalanya kedua kalinya.


"Astaga Milli perkataan kamu dari awal tadi..kamu hampir saja membuatku terkena jantungan, tapi sekarang aku lega jadi sekarang status kita jadian?"ucapnya tak percaya.


"Mmm iya seperti itu," balas Milli dengan malu-malu.


Karena terbawa oleh suasana Gibran yang melihat Milli dia pun perlahan-lahan mulai mendekatkan wajahnya ke Milli


Tatapan Gibran terhadap Milli pun tambah semakin dekat dan tinggal sedikit saja Gibran mau menci*um bibir Milli. Akan tetapi dengan sigap Milli menghalanginya dengan meletakkan telunjuk jarinya pada bibir Gibran yang hendak ingin mencium-nya


"Hey kita ini baru aja jadian semenit yang lalu. Apa sekarang kamu sudah berani untuk melakukan itu? Ingat pacaran bukan bearti harus melakukan tindakan seperti itu dan status kita masih jadian jadi selama belum menikah secara agama aku tidak mau jika harus mengotori Agama-ku apalagi sampai berbuat tak senonoh seperti tadi jadi paham kan?" jelas Milli yang nampak kesal, raut wajah cemberutnya seketika menyadarkan Gibran apa apa yang barusan ia lakukan tadi.


"Maafkan aku jika aku sudah membuat-mu kecewa karena hal tadi. Memang apa yang barusan kamu katakan tadi memang ada benarnya tidak seharusnya aku lalai sampai hendak ingin melakukan tindakan itu, jadi maaf ya? Kamu mau kan memaafkan-ku jika kamu tidak mau memaafkan-ku aku akan terus saja menarik telinga -ku seperti ini sampai kamu bersedia memaafkan-ku plis ...," ucap Gibran dengan menarik kedua telinganya sembari memanyunkan bibirnya yang terlihat gemas. Milli yang melihatnya wajahnya terlihat tersenyum lepas.


"Iya ...iya aku mau memaafkan-mu," balas Milli dengan tertawa lepasnya, Gibran yang melihat ia pun melepaskan tarikan yang barusan ia lakukan tadi.


"Tapi ngomong-ngomong bukankah kita sudah beberapa kali kan berciuman jadi untuk apa kamu bilang jika ciuman tidak seharusnya terjadi?"


"Jangan membuatku kesal lagi!"


"Baiklah!"


Kebahagiaan. Kebahagiaan seseorang layak untuk didapatkan sama halnya dengan seseorang yang semasa hidupnya tidak pernah mendapatkan keadilan jika hidupnya selalu diliputi dengan penderitaan dan kekecewaan yang dulunya setiap hari menjadi santapan baginya.

__ADS_1


Tapi kini penderitaan itu telah berganti menjadi berkali-kali kebahagiaan. Bahkan rasa bahagia yang didapatkannya tidak bisa terhitung berapa jumplah jika harus diperhitungkan.


BERSAMBUNG.


__ADS_2