JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKANKAH MILLI BERHASIL


__ADS_3

"Akhirnya aku berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan dan mungkin dengan mendapatkan bukti ini aku bisa mengancam balik Si Mak lampir itu akhirnya," ucapnya dengan perasaan yang sangat lega.


Milli yang masih berada dipinggir jalan, ia memangil taksi yang berjalan kearahnya setelah berhenti Milli segera memasukinya.


"Antar aku ke jalan Gajah Mada ya Pak," ucapnya.


"Baiklah," balas seseorang itu.


"Akhirnya aku merasa cukup puas sekarang dengan adanya bukti yang aku miliki ini aku bisa melakukan perlawanan balik, tapi aku tidak boleh gegabah dan ceroboh biar pun aku sudah mendapatkan bukti itu aku harus tetap berhati-hati karena aku yakin Claudya pasti masih mengincar-ku apalagi setelah keputusan ku yang nekat melepaskan anting itu. Dan untungnya juga aku sudah menyalin rekaman video itu yang aku pindah ke handphone yang lain jadi aku masih punya salinan yang lain jika sewaktu-waktu sesuatu yang terjadi padaku," batinnya.


Taksi yang masih menjalankan laju kendaraannya tiba-tiba dari belakang kursi penumpang muncullah seorang pria yang wajahnya sengaja ditutupi dengan kain masker berwarna hitam.


Sedangkan Milli yang sadar akan kejanggalan ia bertanya pada supir lantaran taksi yang ia tumpangi bukan menu ketempat yang ia inginkan.


"Maaf Pak kenapa Bapak membawa saya kejalan lain dari Rumahku? Rumahku melewati jalanan barat itu tapi kenapa Bapak mengalihkannya apa ada jalan yang ditutup?"tanya Milli tapi ia tidak mendapatkan sahutan dari supir yang berada dihadapannya saat ini.


"Pak saya sedang bertanya pada Bapak apa Bapak tidak mendengarnya?"tanya Milli yang tanpa ia sadari seseorang itu dengan sigap langsung membungkam mulut Milli dengan kain yang sudah dikasih obat bius.


Tak menunggu lama obat bius itu pun akhirnya mulai merasuk, Milli yang mencoba memberontak kesadarannya seketika mulai menghilang hingga tidak membutuhkan waktu lebih lama Milli akhirnya jatuh pingsan.


"Bos perintah saya Bis inginkan sudah berhasil kami lakukan sekarang apa yang harus kita lakukan pada Wanita ini?"tanya seseorang itu pada panggilan seseorang yang berada digenggaman-nya.


"Cepat bawa di kemari sekarang juga!"perintahnya.


"Baik Bos saya akan mengantar wanita ini pada Bos saat ini juga," timpalnya lagi.


"Baguslah cepat!"


"Baik Bos!"


_______________________________

__ADS_1


Setelah beberapa Menit kesadaran Milli hilang. Tak lama ia akhirnya bisa membuka matanya, tapi yang membuat ia bingung ia bingung dimana tempat ia berada saat ini.


"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini? Apa jangan-jangan Claudya yang menculik-ku?" gumamnya pada dirinya sendiri. Tak lama ia dikejutkan dengan sahutan seseorang yang langsung membalas ucapannya tadi.


"Akhirnya kamu sudah bangun," sahutnya berlalu pandangan Milli pun teralih pada seseorang itu.


"Claudya apa yang kamu lakukan kenapa kamu menculik-ku seperti ini lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Cepat kasih tahu aku apa maksud kamu melepaskan anting yang sudah saya berikan padamu? Dan apa maksud kamu menghindar dariku apa kamu sengaja ingin mempermainkan saya?"ucapnya yang langsung melemparkan anting itu ke wajah Milli.


"Apa maksud kamu?"


"Sudahlah kamu jangan beralasan lagi, anak buah-ku kehilangan jejak kamu disaat ia sedang membuntuti-mu. Dan yang kedua kamu dengan sengaja melepaskan anting ini apa kamu masih ingin mengelak lagi ayo katakan apa yang sudah kamu lakukan cepat jawab?"


"Kenapa anda begitu takut jika aku berbuat sesuatu? Gini selama ini kamu memperlakukan aku layaknya boneka dan kamu juga orang yang sudah bikin hubunganku dengan Kak Putri memudar jadi cukup sampai disini aku mengalah jadi pertanyaan ku sekarang siapa sebenarnya Pria yang bersama denganmu disaat hari dimana Nina mengalami pembunuhan?"


"Kamu dapat tahu darimana soal itu?"


"Sudahlah itu tidak penting aku tahu dari mana tapi selain itu ada hal penting yang ingin aku katakan pada anda. Beberapa Minggu yang lalu anda menyogok seseorang untuk menyembunyikan sebuah rahasia? Dan mobil kamu yang penyok apa penyebabnya apa kamu benar sudah pernah menabrak seseorang?"


"Aku jadi curiga apa pada waktu itu memang kamulah orang yang sudah menabrak Monika. Aku lihat tanggal rekaman itu tepat terjadi pada hari Monika mengalami kecelakaan jadi tidak mungkin kan kalau ini hanya sebuah kebetulan? Dan apa kamu tahu siapa Monika? Dia itu Istri dari Rafa istri yang sangat ia cintai bahkan akibat kecelakaan itu ia harus kehilangan janin yang sudah lama ia nanti-nanti. Dan pertanyaan-ku dimana ya perasaan Rafa jika ia tahu seseorang yang sudah membunuh anaknya adalah seseorang yang sekarang sedang bekerja sama denganmu menjalankan misi balas dengan ini apa kamu tahu reaksi apa yang akan terjadi jika Rafa tahu jika kamulah pelaku yang sebenarnya?"


"Kamu sudah berani mengancam-ku seperti ini apa kamu lupa siapa aku? Apa kamu tidak takut jika aku akan melukai Mama kamu mau pun Kakak kandung kamu?"


"Saat ini aku tidak merasa takut lagi karena apa? Karena aku sudah punya jaminan atas kekalahan kamu. Baiklah aku tidak membocorkan masalah ini pada Rafa asalkan kamu kasih tahu aku dengan jujur apa benar laki-laki yang bersama dengan kamu memang Rafa?"


"Iya dia memang Rafa apa anda puas?"


"Apa anda bisa kirimkan foto dia yang lebih jernih dan jelas lagi?"


"Aku tidak punya."

__ADS_1


"Oh kamu tidak punya sini?"ucapnya yang langsung merebut ponsel dari genggaman tangan Claudya.


"Apa yang ingin kamu lakukan?"tanya Claudya.


"Cepat kasih tahu aku apa kode sandi ponsel kamu atau sidik jari mungkin?"


Dengan pasrah Claudya memberikan kode sandi diponselnya. Claudya yang tidak berdaya hanya pasrah ia hanya bisa melihat Milli mengutak-atik ponselnya hinga kebagian menu WhatsApp


"Kamu bisa tunjukkan foto Rafa yang sekarang?"


Layaknya kalah dari rencana yang ia buat sendiri, Claudya dengan pasrah-nya ia menunjukkan salah satu foto seorang Pria yang sangat percis seperti seseorang yang ada dalam rekaman yang ia dapatkan kemaren.


"Aku tahu betul wajah Rafa aslinya seperti apa tapi kenapa sekarang Rafa wajahnya sangat berubah apa dia telah melakukan operasi plastik?"


"Iya dia memang sudah melakukan operasi plastik untuk mengelabui para Polisi yang sedang memburunya apa anda puas sekarang!"


"Lebih dari puas karena dengan adanya foto ini aku bisa tunjukkan ke Polisi siapa sebenarnya Rafa apa anda paham sekarang!"


"Baiklah jika kamu tidak ingin kebohongan kamu terkuak? Dan tidak ingin Rafa membunuh-mu cepat tunjukkan padaku dimana keberadaan Rafa sekarang dimana dia berada sekarang kamu bisa tunjukkan padaku kan dimana lokasinya sekarang?"


"Aku bisa menunjukkan dimana lokasi dia asalkan kamu mengembalikan handphone ku terlebih dulu barulah aku akan memberitahumu dimana dia sekarang


"Apa kamu bisa menipuku? Aku tidak bodoh Claudya kamu meminta handphone kamu kembali karena kamu ingin memberitahu Rafa kan agar dia bisa melarikan diri tapi aku juga tidak akan bodoh jadi cepat katakan dimana dia sekarang!"


"Baiklah dia sekarang berada ditempat persembunyian yang dimana lokasinya berada disalah satu rumah anger yang letaknya berada di wilayah ****. Disanalah tempat persembunyiannya jadi kamu bisa datangi dia langsung sekarang


"Apa kamu tidak membohongiku?"


"Aku tidak mungkin membohongimu disaat kamu mengancam-ku seperti ini!"


"Baiklah aku pegang omongan kamu, sebagai penjagaan aku akan bawa handphone kamu ini kamu mengerti?"

__ADS_1


Seakan-akan menjadi tikus yang takut akan hadirnya kucing yang mengancamnya, Claudya dengan nurutnya ia hanya menuruti apapun yang Mili minta termasuk handphonenya yang ia sita.


BERSAMBUNG.


__ADS_2