
"Sudahlah Mi dia juga udah pergi kenapa Mama jadi cemas seperti ini sih. Disini yang jadi Putri Mami itu Mili bukan Wanita kampung itu
"Mili kamu kenapa berkata seperti itu? Apa selama ini Mami pernah mengajarkan kamu berkata tak pantas seperti itu?"
"Sudahlah Mi, dia itu hanya pelayan jadi Mami tidak seharusnya bersikap baik seperti itu pada pelayan dia. Sudahlah Mili capek dan Mili tidak mau berdebat dengan Mami," ucapnya berlalu Mili pun pergi segera masuk kembali kedalam mobilnya.
"Astaga anak itu sampai kapan dia akan bersikap lebih dewasa?" batin Cassandra sembari mengelus dadanya.
Hari keesokan paginya Putri yang sudah bersiap pergi bekerja dan sesampainya ia ditempat kerja pandangannya dikejutkan dengan semua pelayan yang nampak berkumpul.
"Indah ini ada apa? Kenapa semua orang pada berkumpul apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Ini Put tadi Tante Cassandra baru aja memberitahu tahu kita kalau Restoran ini bakal disewa dan diadakan acara resepsi pernikahan nanti malam. Jadi mau gak mau kita nanti malam harus lembur bekerja sampai acara itu selesai dan untungnya gaji kita akan ditambah jadi tidak masalah kalau kita harus lembur sekali pun," jelas Indah.
"Baiklah aku kira apa. Ya sudah ayo kita lanjut lagi kerjanya takut kalau Tante Cassandra akan lihat kalau kita sedang ngobrol.
"Baiklah ayo.
*
*
*
Selesai melakukan semua pekerjaan mereka.Akhirnya Putri dan kedua temannya pun beristirahat sejenak. Sambil melihat para tamu yang terus menerus berdatangan tanpa henti. Mereka pun terheran, Dan gak bisa menyangka jika mereka bisa datang di-acara pernikahan terbesar dan juga termegah ini.
"Putri? Kamu beruntung banget karena kamu kemaren gak jadi dipecat, Coba aja kalau jadi pecat dari Restoran cinta Resto. Mungkin kamu gak akan mungkin bisa datang ditempat acara termegah seperti ini?" ucap temannya Putri yang sambil nyengir.
"Bisa aja kamu," jawab Putri dengan langsung tanpa berkata lagi.
"Tapi ini memang beneran gila! Karena baru kali ini aku itu datang di-acara pernikahan yang super megah seperti ini?" ucap Indah dengan pandangannya yang masih melirik kanan-kiri.
__ADS_1
"Beruntung banget ya anak bos kita? karena dia bisa jadi anak orang kaya dan juga bisa mendapatkan hati seorang laki-laki yang selain tampan dia juga sekaya ini?" timpal Salsa lagi.
"Ya jelaslah kalau pernikahan teman Putri bos kita bisa semegah dan semewah ini? Kan teman Nyonya Cassandra itu orang paling kaya di-kota J ini, belum lagi Putra atau dari teman Nyonya juga salah satu CEO pemegang saham terbesar jadi bisa dibayangkan kan?" timpal Indah yang tidak henti-hentinya memujinya.
"Tapi kamu gak iri kan?" tanya Putri yang kemudian meledek temannya.
"Ya enggaklah? Gue itu tidak iri kali!.
"Baguslah kalau gitu?"
"Ya sudah daripada kita disini nerobos mulu? Dimana kalau kita masuk kedalam aja? Kan disana masih banyak makanan, kan kita bisa ambil kesempatan emas ini?" timpal Salsa lagi.
"Hm ....dasar soal makanan aja selalu semangat kek gini," balas Putri yang sedikit meledek temannya.
"Iya tau nih, Kalau soal makanan kita memang yang paling semangat kaya gini, ya sudah yuk aku kita kesana?" ajak teman satunya.
"Udah-udah ayo kita masuk kedalam sana? nanti malah kita gak kebagian makanan lagi. Dan keburu para tamu yang lainnya keburu datang lagi," timpal Indah yang kemudian menarik tangan Putri dan teman satunya lagi. Untuk bisa masuk kedalam sana.
"Iya aku sampai lupa! ya sudah kita pakai masker aja," balas Putri yang kemudian mengunakan masker itu. Kemudian mereka pun masuk kedalam sana.
Setelah masuk, mereka berdua nampak pada heboh karena pada menyicipi satu persatu makanan yang sedang tersedia disini. Akan tetapi melihat temannya yang pada fokus ke-makanan. Putri malah sebaliknya. Entah kenapa dia inggin sekali melihat siapa mempelainya.
Merasa ada kesempatan Putri pun akhirnya mengabaikan kedua temannya yang lagi keasyikan makan, kemudian dia pun mengarah ketempat dekorasi dimana kedua pengantin sudah bersiap menyambut para tamu yang sudah pada hadir.
Pengantin Wanita yang mengunakan gaun berwarna putih membuatnya dia seperti bak bidadari sedangkan calon suaminya yang mengunakan setelah jas berwarna putih dan kemeja putih yang membuatnya terlihat sangatlah tampan seperti pangeran yang baru saja terjatuh dari atas langit.
"Beruntung sekali mereka acara pernikahan mereka digelar semewah ini," gumamnya tak henti-hentinya menatap kedua mempelai yang sedang berbahagia itu.
Akan tetapi tak lama ada satu pandangan yang membuat Putri sangatlah terkejut ketika melihat siapa sesosok laki-laki dan perempuan yang menghampiri mempelai sembari memberikan selamat.
Seperti terkena petir disiang bolong hati Putri seakan hancur lebur. Bahkan dia gak mampu untuk mengucapkan sekata patah pun. Setelah melihat Revan dan Nina tiba-tiba memberikan selamat pada kedua mempelai tersebut. Bahkan yang lebih menghebohkan lagi, Revan memangil mempelai Wanita dengan sebutan Adik kesayangan.
__ADS_1
"Selamat ya Revi sayang akhirnya kamu jadi menikah juga dengan laki-laki calon idaman selama ini. Bro ingat aku serahkan Adek-ku padamu jadi jangan coba-coba kamu mengkhianatinya apa kamu paham!" ancam Revan sembari sedikit menggodanya.
"Iya Revan kamu tenang saja. Aku bakal jagain Adik kesayangan kamu ini kok," balas Andre dengan merangkulnya.
"Revi sayang sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian ini. Aku doakan kalian selalu diberikan bahagia. Dan pastinya momongan," balas Nina dengan memeluk Revi.
"Iya Kak Nina terima kasih ya, Revi beruntung punya kakak ipar seperti kak Nina," balasnya dengan membalas pelukan itu.
"Tidak, ini tidak mungkin apa yang aku lihat ini pasti cuma mimpi. Revan dan Nina kan tingal di-kota ...jadi ini tidak mungkin. Mungkin saja mereka ke Jakarta hanya menghadiri acara pernikahan ini?" gumamnya, hendak ia akan berlari tapi Salsa menyebut nama Putri dengan cukup keras yang akhirnya pandangan Revan tertuju padanya. Dan untungnya Putri segera pergi dari hadapannya yang jaraknya cukuplah dekat.
"Putri ...tidak, itu mungkin cuma kesamaan nama aja, gak mungkin Putri bisa ada disini," batinnya kembali fokus pada obrolannya tadi. Nampak Nina yang juga mendengar nama Putri, beralih ia menatap Revan dengan tatapan curiga.
"Segitu cintanya kamu sama Putri Revan. Bahkan orang yang memangil nama Putri pun kamu langsung menoleh-nya," batin Nina dengan menggenggam erat tangannya.
SEKALIAN IJIN PROMO YA. INI ADA REKOMENDASI CERITA BARU LAGI NIH. DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN. YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA 🥰🥰🥰
BERIKUT BLURB-NYA
Seoarang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya yang tak lain dengan dosennya sendiri yang sikapnya begitu dingin namun siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.
Bagaimanakah sikap mereka di kampus?
Akankah mereka saling mencintai?
Apakah sang Dosen akan menerima jika dia tau jati diri gadis itu yang sebenarnya?
BERSAMBUNG.
__ADS_1