JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
HASIL DNA YANG KELUAR


__ADS_3

Langkahnya yang mulai memasuki salah satu tempat yang banyak dikunjungi semua orang. Langkah Milli yang tadinya sempat berhenti lantaran ia merasa takut akan jawaban yang akan muncul dari hasil tes DNA tersebut.


"Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini? Ada apa sebenarnya? Jika hasil tes itu tidak cocok kan kamu gak perlu khawatir seperti ini kamu hanya mencoba tapi apa yang perlu kamu takutkan.


Langkahnya akhirnya mulai ia jalankan kembali. Sesampainya ditempat yang ingin ia kunjungi ia sudah didatangi salah seorang Dokter laki-laki.


"Anda kan yang kemaren meminta melakukan tes DNA itu?"


"Iya Dok itu memang saya, gimana hasilnya apa sudah keluar?"


"Iya sudah keluar tunggulah saya akan ambilkan," balas Dokter kemudian ia pun masuk mengambil hasil tes tersebut.


"Baik Dok.


Setelah keluar Dokter itu memberikan selembar surat putih yang masih tertutup rapi. Surat putih yang sudah berada digenggaman nya membuat Milli berkeringat dingin menunggu hasil yang dia nanti-nanti sejak kemaren.


"Ingat Milli kamu harus tenang ... Kamu harus tenang.


Membuka perlahan-lahan kotak putih itu. Milli akhirnya berhasil mengeluarkan lembarannya yang nantinya ia bisa mengetahui akan hasil apa yang keluar.


Perlahan-lahan ia membuka lembaran itu. Dan dengan tenang ia membaca satu persatu kata yang sudah tercantum dalam lembaran kertas tersebut.


Dan akhirnya hasil yang ia tunggu-tunggu seketika telah menyadarkan dirinya. Tatapan mata yang tadinya sedikit sipit, kini matanya terbuka dengan sangat lebar setelah ia tahu apa isi dari hasil yang barusan ia baca.

__ADS_1


Tertulis tanda 100 persen kecocokan membuat air matanya seketika mengalir dengan sangat deras dari ujung matanya.


Membekap mulutnya sendiri ia tidak percaya jika apa yang ia curigai nyatanya memang beneran terbukti jika memang benar, Putri seseorang yang selama ini telah menyadarkan dirinya nyatanya dia memang beneran saudara kembarnya. Saudara kembarnya yang telah lama menghilang dan berpisah darinya sejak usia satu hari disaat dirinya dilahirkan ke-dunia ini.


"Ini tidak mungkin tes ini pasti salah ini tidak mungkin," ucapnya dengan tidak percaya.


"Kami rasa hasil yang kamu ketahui itu murni asli tanpa ada sangkut paut tangan orang lain. Diantara kalian memang beneran ada ikatan saudara. Baiklah karena kamu sudah mengetahuinya selamat anda sudah bertemu dengan orang yang selama ini anda cari selamat."


"Terima kasih Dok, terima kasih."


"Iya sama-sama mari saya tingal dulu.


"Baik Dok.


Berlari sekuat tenaga pergi meninggalkan tempat ini. Milli terus saja berlari tanpa memperdulikan akan kondisinya.


Sesampainya disalah satu tempat yaitu restoran miliknya. Milli meratapi nasib saudaranya. Menangis dengan sejadi-jadinya Milli menatap sedih Putri yang terlihat bahagia melakukan aktifitas kerjanya tanpa ada rasa mengeluh sekali pun.


"Maafkan aku Kak. Maafkan aku karena selama ini aku telah membiarkan Kak Putri kerja ditempat yang jelas-jelas milik dari seseorang yang jelas-jelas dari darah daging-mu sendiri, maafkan aku!"


Tetesan air matanya terus saja menjatuhi pipinya. Hinga langkah Milli ia lanjutkan berlari kearah Putri dan memeluknya dengan sangat erat.


Terkejut akan apa yang dilakukannya. Tatapan semua orang berpaling pada mereka berdua.

__ADS_1


"Milli ada apa kenapa kamu tiba-tiba memelukku ada apa?"


"Maafkan aku Kak. Maafkan aku!"


"Maafkan kamu apa maksud kamu berkata seperti itu. Dan kenapa kamu bisa berkata seperti itu apa kamu sedang menangis?" tanya Putri kemudian meraih pundak Milli dan mendapati Milli yang menangis hinga matanya yang terlihat bengkak.


"Astaga Milli apa yang membuatmu bisa menangis seperti ini apa? Siapa yang sudah membuatmu terluka siapa?" panik Putri dengan mengusap air mata Milli.


"Kakak tidak perlu susah-susah untuk memberi perhitungan pada seseorang yang sudah membuatku menangis. Karena seseorang itu adalah Kak Putri sendiri, Kak Putri jahat! Kak Putri jahat!" balas Milli yang langsung memeluknya lagi.


"Aku yang membuatmu menangis tapi kenapa kamu malah memelukku seperti ini? Ada apa Milli ayo cerita-lah, cerita-lah padaku ada apa denganmu ini?"


"Untuk saat ini belum waktunya aku memberitahu Kak Putri soal ini. Aku hanya perlu mengatur rencana untuk mempertemukan Kak Putri dengan Mama barulah disana aku bisa memberitahu Kak Putri soal apa yang sudah membuat aku menangis seperti ini!" batin Milli yang terus saja memandang Putri dengan air matanya yang juga masih belum berhenti mengalir.


"Ada apa ayo cerita-lah!" pinta Putri.


"Jika waktunya tiba nanti aku akan memberitahu Kak Putri, tapi sekarang aku masih belum bisa. Ya sudah ini sudah waktunya aku untuk berangkat ke kampus aku tingal dulu ya Kak jaga diri Kak Putri baik-baik dadah!"


Dengan melambaikan tangannya kearah Putri tambah membuat Putri tambah semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi pada Milli.


"Ada apa dengan Milli sebenarnya kenapa dia malah berkata tidak jelas seperti tadi?" gumamnya yang merasa bingung sendiri.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2