
"Mama...."
Plak...
"Punya gak apa kamu mau melakukan tindakan bun*h diri seperti ini. Apa kamu lupa Papa dan Mama kamu itu masih punya hutang banyak kalau kamu secepatnya ma*i siapa yang mau membayar semua hutang mereka siapa? Apa kamu mau dialam sana Mama dan Papa kamu menanggung semua dosa akibat hutang-hutangnya belumlah lunas? Apa kamu mau?"
"Stop anda berkata jika Mama dan Papa punya hutang karena semua itu tidaklah benar. Apa kurang puas selama ini aku sudah memberikan semua kerja kerasku menjadi pembantu-mu? Apa semua itu belumlah puas!"
"Selama ini aku capek hidup dengan penderitaan seperti ini, anda sama sekali gak pernah kasihan kepadaku padahal aku adalah keponakan anda sendiri tapi kenapa anda memperlakukan-ku dengan cara seperti ini. Bahkan anda hanya menganggap-ku layaknya seperti hewan dan terus menyiksaku setiap harinya apa anda belum puas!"
"Berani kamu menantang dan berkata seperti itu pada saya?"
"Iya aku sekarang sudah berani membantah anda karena aku bukanlah anak kecil yang hanya akan terdiam ketika anda terus saja menyiksaku setiap hari. Putri juga manusia tapi kenapa anda memperlakukan Putri dengan kasar seperti ini kenapa?"
Jika selama ini hidup Putri tidak ada gunanya dimata, kenapa anda malah menyelamatkan-ku dan tidak membiarkan-ku ma*i agar kalian bisa hidup tenang kenapa?"
__ADS_1
"Kamu? Apa yang kamu lakukan apa kamu sudah gila apa kamu pikir dengan cara bunuh diri kamu akan bebas? Tidak! Yang ada kamu akan dapat masalah lebih baru lagi. Dan ingat kamu masih punya hutang sama saya jadi jangan coba-coba anda kabur dari hutang anda apa kamu mengerti jadi cepat ayo ikut aku jangan banyak membantah.
"Tidak! Untuk apa anda memaksa-ku untuk kembali ke Rumah itu? Apa anda sengaja ingin membuat hidupku tambah semakin hancur! Apa anda belum puas setelah apa yang anda dan Putri anda lakukan selama ini pada saya apa anda belum puas. Jadi lepaskan aku, aku tidak mau ikut denganmu lepaskan!"gertaknya langsung menghempaskan tangan Wanita itu darinya.
"Apa kamu sudah berani membantah-ku?" tegas balik wanita itu.
"Iya aku sudah berani membantah anda karena anda bukanlah Mama kandung-ku. Anda hanyalah orang asing, biar sejujurnya anda adalah Bibik saya tapi untuk apa aku menganggap anda Bibik jika anda sendiri tidak pernah menganggap-ku keluarga anda jadi lepaskan aku ... lepaskan aku ...
"Tidak semudah itu sayang. Kamu apa kamu lupa ijazah kamu masih berada ditangan-ku apa kamu serius ingin pergi? Apa kamu serius tidak membutuhkan Ijazah kamu? Tanpa ijazah itu kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan dan lebih tepatnya kamu akan jadi pengangguran apa kamu mengerti!'
"Apa anda lupa jika sekarang sudah masuk ke-beberapa hari aku menjadi pembantu-mu . Dan jika dihitung hari ini semua hutang yang pernah Mama dan Papa pinjam pada anda semua sudah terhitung lunas dari kerja kerasku menjadi pembantu di Rumah anda, jadi hutang apa yang anda maksud itu?"
"Hey anak pungut kamu udah berani ya ternyata sama aku. Dan apa tadi yang kamu bilang lunas? Apa anda lupa semua biaya sekolah kamu selama SMA itu juga aku yang membiayai apa kamu pikir aku akan membiayai kamu dengan gratis tidak! Jadi kamu masih punya banyak hutang sama saya apa anda paham!"
"Anda benar-benar sangat kejam!"
__ADS_1
"Baiklah jika itu kamu mau ijazah itu kembali. Maka saya minta besok juga kamu berikan saya uang 2 juta sebagai ganti rugi karena dulu saya membiayai biaya semasa SMA dulu apa kamu sanggup? Dan jika kamu tidak sanggup memberikannya maka jangan salahkan aku kalau saya tidak akan pernah memberikan ijazah itu padamu apa kamu mengerti?"
"Baiklah anda tenang saja besok saya akan usahakan melunasi semua biaya itu jadi anda tenang saja.
" Kamu memang paling pandai dalam berkata, tapi satu hal yang kamu lupa. Kamu kan tidak mempunyai ijazah jadi dengan cara apa kamu bakal mendapatkan pekerjaan apalagi uang?"
"Aku tahu aku hanya lulusan SMA bahkan ijazah ku juga masih ada ditangan anda, tapi aku tidak akan menyerah dan aku yakin aku pasti bakal mendapatkan pekerjaan secepatnya," balas Putri.
"Baiklah aku suka dengan semangat kamu itu ya udah cepat sana kamu pergi cari pekerjaan."
Kadang aku berfikir dunia ini cepat sekali berputar, kadang dibawah kadang juga diatas. Ada yang bahagia kini bahagia itu hanya tinggal bayangan dan dengan cepat telah berubah menjadi kesepian dan kekecewaan yang akhirnya membuat hati ini akan sangat sulit untuk menyampaikan rasa rindu itu.
Apa aku masih pantas untuk mengatakan rasa rindu jika aku sekarang sangat merindukan akan dirinya. Apa aku pantas mengucapkan kata rindu jika sejujurnya pria yang dulunya paling ia dambakan nyatanya sudahlah menjadi Suami dari wanita lain.
Revan sedang apa kamu disana. Apa kamu juga merasakan kerinduan yang aku rasakan saat ini, apa kamu malah sudah berhasil melupakan aku dengan begitu mudah setelah beberapa tahun aku tidak memberikan kabar atau pesan padamu.
__ADS_1
Atau mungkin kamu disana juga masih memikirkan-ku, ataukan perasaan kamu yang hanya menganggap-ku sebagai adik sudahlah hilang dan berganti menjadi rasa benci terhadap diriku ini.
BERSAMBUNG.