JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
KEPANIKAN REVAN


__ADS_3

"Akhirnya kita sampai juga di-rumah kak Putri," ucap Milli setiba mereka didepan kediaman Putri.


"HM!"


"Hanya itu balasan kak Putri?"


"Aku kira tadi kamu berniat ingin mengajakku kemana tapi ternyata kamu malah mengantarku pulang baiklah ayo masuk.


" He he he maaf ya kak aku telah membohongi Kak Putri.


"Iya gak papa.


"Maaf Kak sebenarnya tujuan pertama Milli mengantarkan Kak Putri ada sesuatu yang ingin Milli ketahui yaitu apakah benar jika Kak Putri memanglah benar saudara kembarku?"


"Milli kamu kenapa?"


"Tidak. Milli gak papa kok kak oh iya apa Milli boleh bertanya sesuatu pada Kak Putri?"


"Bertanya? Bertanya soal apa?"


"Apa boleh Milli menganggap Kak Putri sebagai saudara kandung Milli?"


Terkejut akan perkataan Milli. Putri yang tadinya nampak fokus pada pandangan lain, seketika pandangannya teralihkan dan langsung menatap Milli dengan tatapan.


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya soal itu?"


"Entah kenapa Milli kangen aja sama saudara Milli yang sudah lama hilang. Dan melihat Kak Putri aku merasa dia hidup lagi dan menghibur Milli jadi bisakah Milli menganggap Kak Putri seperti saudara kandung-ku sendiri.


"Kapan pun kamu membutuhkanku aku bersedia menjadi tempat sandaran kamu Milli. Dan perkataan yang barusan kamu katakan iya aku bersedia mengabulkannya. Dan aku mau menjadi saudara kandung kamu, kamu boleh menganggap-ku seperti apa yang kamu inginkan aku sangat senang.

__ADS_1


"Terima kasih Kak terima kasih.


Berada dalam satu mobil yang sama. Revan mau pun Gibran tidak terdengar akan suara yang saling bersahutan. Sedangkan Gibran yang ingin menanyakan sesuatu ia nampak bingung lantaran ia sadar dia hanyalah Sekretarisnya, tapi melihat Tuannya seperti sedang dalam ada masalah ia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya langsung.


"Maaf Tuan kenapa dia perhatikan Tuan kayaknya lagi ada masalah apa Tuan sungguhan lagi memikirkan sesuatu?" tanya Gibran, kemudian Revan membalasnya.


"Entahlah aku sendiri saat ini juga bingung perasaan apa yang sedang aku rasakan sekarang. Disisi lain aku ingin pulang ke-rumah istri pertama tapi entah kenapa hatiku menyuruhku untuk menemui Istri keduaku," balas Revan yang seketika mengejutkan Gibran. Dan tanpa sengaja Gibran sampai mengerem mobil Revan dengan cara mendadak.


"Astaga kamu ini kenapa mengerem secara mendadak seperti tadi bukankah itu sangat berbahaya!"


"Maaf Tuan saya sangat terkejut lantaran Tuan bilang tentang Istri kedua mau pun Istri pertama jadi itu artinya Tuan beristri dua?"


"Iya aku memang punya dua istri sekaligus kenapa? Apa ada masalah?"


"Ti ...Tidak Tuan aku hanya tanya kok maaf, ya sudah saya lanjutkan lagi perjalanannya ya.


Selesai mereka berbicara terdengar suara dering ponsel yang tiba-tiba terdengar dari dari ponsel yang sedang di-genggam Revan.


"Tuan handphone tuan berbunyi!"


"Iya saya tahu!" balasnya.


"Pihak kepolisian untuk apa pihak sana tiba-tiba menghubungiku?"gumamnya pada dirinya sendiri.


"Akan lebih baik tuan langsung mengangkatnya saja karena percuma juga Tuan bicara pada ponsel itu kan ponsel itu tidak bisa membalas perkataan tuan,"timpal Gibran segera Revan menatapnya.


"Baiklah aku paham!"


"Iya Pak ada apa? Apa ada masalah didalam sel tahanan?"

__ADS_1


"Gini Tuan Revan kami hanya ingin mengabarkan jika tahanan bernama Rafa baru aja melarikan diri dari dalam sel tahanan setelah adanya kebakaran yang melanda kantor ini. Untuk informasi selanjutnya saya akan mengabari anda nanti.


"Kebakaran tapi bagaimana bisa?"


"Kejadiannya terjadi begitu sangat cepat. Kami lalai yang akhirnya pelaku berhasil mengelabui kita dan berhasil meloloskan diri dari kami sekali lagi maafkan kami.


"Baik Pak sekali lagi terima kasih atas informasinya. Kabari aku lagi kalau pelaku sudah berhasil tertangkap."


"Pak Tuan ya akan mengabari tuan lagi jika pelaku sudah tertangkap, ya sudah saya tutup dulu.


"Baik Pak.


"Sial bagaimana kantor bisa kepolisian dalam keadaan seperti ini. Apa semua ini sudah ia rencanakan. Aku harus memberitahu Putri dia harus tahu tentang kabar ini.


"Tapi saran aku Tuan jangan memberitahunya karena ini bisa membuat Wanita yang bernama Putri itu merasa cemas, jadi akan lebih baik Tuan tuan rahasia masalah ini darinya sampai besok.


"Iya yang kamu katakan memanglah benar. Apalagi Rafa sudah pernah berusaha menyingkirkan janin itu dalam kandungannya aku rasa ini bisa membuatnya tambah semakin panik lagi. Aku harus ke-rumah Putri sekarang jadi cepat bawa aku kesana!"


"Kemana Tuan.


"Ya Ke-rumah Istri saya kenapa kamu masih banyak tanya sih


"Ya kan saya tidak tahu dimana Rumah Putri berada jadi bagaimana mungkin saya tahu kemana saya akan mengantar Tuan.


"Astaga baiklah maaf aku baru sadar, ya sudah cepat jalankan mobil ini menuju ke jalan Permata jaya nanti aku akan memberitahu kamu jika tempatnya sudah mulai dekat.


"Baik Tuan.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_

__ADS_1


__ADS_2