JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
Mengetahuinya


__ADS_3

Melihat Putri yang tiba-tiba jatuh pingsan tak sadarkan diri setelah mengalami sakit pada kepalanya. Revan yang melihat dengan kedua matanya rasa panik tiba-tiba menyerangnya.


"Astaga Putri, Put ...bangun kamu kenapa Putri," teriak Revan yang sangat cemas terhadap kondisi Putri saat ini, mendengar teriakan itu Salsa menghampirinya.


"Astaga Putri ...Putri Bangun, astaga Tuan mendingan secepatnya tuan bawa Putri ke-rumah sakit, karena sedari tadi dia sudah merasa tidak enak badan karena demam. Saya takut terjadi sesuatu dengannya!.


"Baiklah saya akan bawa dia ke-rumah sakit," balas Revan yang kemudian langsung mengangkat tubuh Putri, dan membawanya keluar dari Restoran ini supir yang melihatnya dia pun ikut terkejut.


"Astaga Tuan apa yang terjadi dengannya?"


"Maaf pak Hand apa Pak Hand bisa membantu saya untuk membukakan pintu mobil ini?"tanya Revan pada Pak Putra.


"Baiklah," jawab Pak Putra yang kemudian langsung membuka pintunya.


Segera memasukannya kedalam mobil. Dan menjalankan laju kendaraannya cukup kenyang.


Tak lama Revan yang akhirnya telah sampai di-Rumah sakit. Dia pun langsung meneriaki Dokter ataupun Suster yang sedang bertugas. Di-rumah sakit ini


"Suster ...Dokter ...?"

__ADS_1


"Astaga?" tanya salah satu Dokter perempuan yang melihatnya.


"Tolong Dok selamatkan dia?"


"Baik cepat masukkan dia keruangan sekarang?" perintah Dokter.


"Baik dok!"jawab Revan.


Mendapatkan penanganan dari Dokter, Revan yang sedari tadi berada diluar ia nampak tak tenang bolak-balik kesana kemari hanya fokus pada kondisi Putri saat ini.


"Kenapa Dokter lama banget sih? Sebenarnya Dokter itu lagi memeriksa kondisi Putri atau sedang apa?" gerutunya tak lama orang yang ia nanti pun keluar.


"Dokter. Gimana? Apa yang terjadi dengan dia Dok? Apa dia terluka atau dia mengalami luka dalam yang serius, katakan dok ...cepat katakan?" tanya Revan yang kelihatan begitu sangat khawatir.


"Tunggu maksud dokter dia ...dia hamil?" tanya Revan yang begitu sangat terkejut setelah mendengar apa yang barusan dikatakan Dokter ini kepada dirinya.


"Iya istri bapak sedang hamil, dan usia kehamilannya sudah memasuki **** selamat ya pak, ya sudah saya tinggal dulu."


"silahkan."

__ADS_1


Merasa terkejut mendengar kabar kehamilan Putri.


"Putri hamil? Jadi dia beneran jadi menikah dengan Rafa?" gumamnya berlalu ia masuk keruangan rawat Putri.


Masuk kedalam salah satu ruangan yang terdapat seorang Wanita terbaring diatas brangkar dengan kondisi cukup lemah. Langkah Revan terus saja menghampirinya, hinga tepat disamping seseorang itu, Revan hanya menatapnya dengan tatapan cukuplah serius. Sedangkan seseorang yang ia pandang yang bisa menunjukkan tatapannya yang tak kalah seriusnya.


"Revan kamu? Kenapa kamu masih ada disini kenapa kamu masih disini pergi kamu.


"Aku tidak tahu apa yang membuat-mu jadi bertingkah aneh seperti ini. Tapi aku sadar apa yang kamu lakukan memang sangatlah benar. Kamu menghindari -ku karena memang ada satu hal yang kamu hindarkan, dan aku tahu soal apa itu. Baiklah aku akan pergi dan mungkin pertemuan kita ini hanyalah sebuah ilusi selamat atas kehamilan kamu ini aku doakan semoga kamu selalu bahagia dengan Suami kamu Rafa selamat," ucapnya dengan menjabat tangannya.


"Revan pasti mengira jika selama ini aku memang jadi menikah dengan Rafa, tapi itu lebih baik biar aku sendiri yang menghadapinya," batinnya dengan membalas jabat tangan tersebut.


"Terima kasih Revan. Aku senang setelah beberapa tahun kita tidak pernah berjumpa kamu masih mengenal-ku terima kasih," balas Putri yang tak henti-hentinya menatapnya.


"Sama-sama kita memang sudah sedari dulu jadi sahabat. Dan ikatan persahabatan akan sulit untuk terpusat jadi bagaimana mungkin aku bisa lupa akan siapa kamu. Ya sudah aku pamit balik dulu tidak enak kalau Rafa datang dan mempergoki kita nanti," balasnya.


"Baiklah titip salam sama Nina dan katakan kalau aku sangat merindukannya," balasnya.


"Baiklah akan aku katakan pesan kamu itu," balasnya yang hanya bisa menahan senyum paksa-nya.

__ADS_1


"Kenapa? Setelah kurang waktu tiga tahun lamanya aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Kenapa? Kenapa hari ini kita malah dipertemukan lagi dengan cara seperti ini. Apalagi dia mengetahui jika aku dalam kondisi hamil kenapa?" batin Putri yang hanya mampu memandang punggung Revan yang mulai hilang dari pandangannya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2