
"Sekarang apa yang harus aku lakukan aku sama aja hidup didalam kandang macan, jika aku tidak menuruti permintaannya kondisiku dan kondisi Mama sendiri yang akan jadi taruhannya. Akan tetapi jika aku menurut aku malah membuat nyawa Kak Putri Kakak kandungku sendiri yang dalam bahaya apa yang harus aku lakukan apa?"
Terbaring diatas ranjang sembari memikirkan hal yang mampu membunuhnya sekaligus. Milli kemudian dikejutkan dengan ketukan pintu yang seketika mengejutkan dirinya, berlalu membuka ia mendapati Putri yang menyuruhnya untuk bersiap-siap makan malam.
"Kak Putri ada apa?"
"Milli udah waktunya makan malam cepat-lah kumpul bersama, yang lain sudah pada nunggu soalnya cepat-lah turun ya," ucap Putri.
"Apa tidak bisa Milli makan yang terakhir aja ya kak, Milli masih belum lapar soalnya."
"Milli kamu baru aja masuk Rumah sakit tidak baik menunda-nunda makan ayo makanlah," titah Putri.
"Baik Kak aku akan keluar dan makan malam bersama kalian tunggu ya," balas Milli.
"Baiklah cepat ya."
"Iya Kak," balas Milli.
"Apa aku tidak masalah jika aku makan malam bersama dengan mereka sedangkan anting ini masih aku pakai. Anting ini jika aku lepas sementara modenya akan mati jadi itu sama aja aku menunjukkan simbol pada Wanita gila itu apa yang harus aku lakukan?"batinnya nampak panik dan berusaha beberapa memikirkan cara hinga akhirnya ia pun tidak mendapatkan cara apapun dan hanya turun menghampiri mereka.
Berjalan hendak ingin berkumpul, langkah Milli dihalangi oleh Gibran yang tiba-tiba menghadangnya.
"Kamu? Ada apa?"tanya Milli.
"Aku ingin bicara denganmu ayo ikut aku!" Ajak Gibran yang langsung menarik tangan Milli dan membawanya pergi keluar.
"Ada apa kenapa kamu malah membawaku keluar?"
"Aku sudah putuskan soal permasalahan kita aku putuskan aku ingin menikahi-mu. Aku tahu sifat kamu yang tiba-tiba jadi pendiam seperti ini semua ini karena permasalahan kita kan?"
"Baiklah biar masalah ini tidak terlalu terbelit-belit aku kasih tahu sama kamu soal permasalahan ini? Semua ini hanya ke-salah pahaman, ternyata tespec yang aku pakai tespec itu sudah kadaluwarsa yang akhirnya membuat hasil itu menjadi positif paham kan?"
"Tunggu jadi itu artinya kamu kamu tidak beneran hamil?"tanya Gibran, Milli hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah karena permasalahan ini sudah berakhir baiklah aku pergi," ucapnya yang hendak akan pergi, tapi sesaat tiba-tiba pandangannya mulai rabun, langkahnya yang mulai terjatuh pun seketika ditangkap oleh Gibran.
__ADS_1
"Kamu? Kamu kenapa?"
"Tidak aku tidak apa-apa ya sudah lepaskan!"perintahnya.
"Baiklah maaf," ucapnya segera ia melepaskan pelukannya.
"Ada apa dengan itu anak kenapa dia malah jadi sangat lemah seperti itu? Bahkan sifatnya seketika berubah jadi pendiam tak ada perdebatan aneh?"batinnya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Melangkahkan kakinya, handphone Mili yang tiba-tiba berbunyi.
"Mama? Kenapa Mama malam-malam gini menelfon Milli?"gumamnya yang langsung ia mengangkatnya.
"Iya Ma ada apa?"tanya Mili tapi tak lama sambungan itu disambung oleh seorang Laki-laki.
"Siapa anda? Kenapa handphone Mamaku bisa ada di-kamu?"tanya Milli nampak panik.
"Dimana Mamaku? Kenapa anda yang menjawabnya dimana Mama? Apa yang terjadi dengan Mama Pak?"
"Maaf Non saya warga Indonesia yang menetap di sini mendapati Mama anda baru aja menjadi korban perampokan. Tadi pada saat hendak ingin pulang Mama anda dirampok dan Mama anda terkena luka sayatan di-bagian lengannya tapi anda tidak perlu panik dia sudah mendingan jadi Nona gak perlu khawatir."
"Iya dia baik-baik saja Non, ya sudah saya tutup dulu,"balasnya.
"Baik Pak sekali lagi terima kasih, terima kasih."
"Wanita itu? Aku tahu siapa ulah dari orang yang sudah merampoknya? Sekarang apa yang harus aku lakukan aku tidak punya waktu untuk memikirkan masalah ini jika aku lalai Mama sendiri yang akan menjadi Korban maafkan aku Kak maafkan aku!"batin Milli yang hanya mengusap air matanya,berlalu ia yang hendak ingin menghampiri ketiga orang yang menunggunya sebuah chat pun masuk.
✍️" Gimana apa anda sudah dapat informasi dari seseorang kalau Mama anda baru aja mendapat musibah?"
✍️" Aku pastikan jika anda berani menyakitinya lagi maka aku sendirilah yang akan menyakiti anda apa anda paham!"
✍️" Milli sayang makanya cepatlah kamu putuskan sekarang hanya itu permintaan aku ayo putuskan!"
✍️" Baiklah aku bersedia menerima tawaran anda apa anda puas!"
✍️" Tapi omongan masih belum bisa aku percayai, saat ini kamu bisa berkata tapi aku kan tidak tahu seperti apa kejujuran kamu? Dan ingat aku perlu bukti dan bukti itu aku ingin kamu sendiri yang mengugurkan kandungan Putri apa kamu bersedia? Dan jika kamu bersedia besok aku akan menyuruh Dokter spesialis untuk melakukan pencangkokan ginjal baru buat kamu apa kamu bersedia sayang?"
__ADS_1
✍️" Jika anda ingin aku sendiri yang mengugurkan kandungan itu Baiklah aku akan melakukannya, tapi sebelum aku melakukannya aku ingin operasi itu segera dilaksanakan."
✍️" Baiklah itu tidak masalah.
___________________
"Milli kamu habis darimana kok lama banget?"tanya Putri.
"Itu Kak tadi aku habis keluar sebentar tidak ada masalah kok ya sudah kita mulai makan sekarang," ucapnya yang kemudian melahap terlebih dulu makan malamnya. Merasa ada yang aneh pandangan ketiganya nampak fokus hanya menatap Milli.
"Kalian kenapa tidak makan ayo makan?"ucap Milli.
"Kamu tidak kaya biasanya sifat kamu jadi seperti ini Mil, kamu gak kenapa-kenapa kan? Kamu gak lagi sakit kan?"tanya Putri yang nampak cemas dan meraba-raba wajah Milli, Milli yang nampak kesal ia menghempaskan tangan Putri secara langsung. Revan mau pun Gibran yang melihat perubahan itu pun seketika pandangannya tidak bisa mereka alihkan lagi.
"Milli kamu apa-apaan sih kenapa kamu jadi kasar seperti ini?"bentak Revan.
"Sudahlah aku capek berdebat. Aku tahu kalau aku habis sakit tapi bukan seperti itu cara kak Putri mencemaskan aku? Aku tahu Kak Putri cemas tapi seenggaknya kamu harus sadar jika aku sangat tidak suka diperlakukan seperti itu apa kamu gak paham juga!"
"Kamu? Sejak kapan kamu memangil ku dengan sebutan kamu Milli?"tanya Putri dengan wajah kecewanya.
"Sudahlah aku malas aku ngantuk ingin tidur. Dan makan malam ini kalian nikmatilah sendiri," ucapnya yang langsung meletakkan sendok-nya dengan sangat keras.
Melihat kepergian Milli yang diselimuti dengan amarahnya membuat ketiga seseorang yang berada dihadapannya nampak dibuat melongo.
Putri yang merasa tak tahan lagi tanpa berkata sepatah kata lagi ia segera ikut pergi masuk kedalam kamarnya.
"Sebenarnya ada apa dengan kenapa mereka pada marah-marahan seperti ini?"
"Milli dia tidak kaya biasanya jadi bertingkah kasar seperti ini? Gibran aku putuskan mulai besok kamu selidiki Milli yang sedang terjadi dengannya apa kamu paham!"
"Baiklah," balas Gibran nampak pasrah.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.