
Terkejut dengan kondisi Revan yang sudah tidak berada diatas aspal dengan banyak berlumuran banyak darah segera Putri menghampiri dan memangku-nya.
"Revan bangun, revan bangunlah tolong .... Tolong ...."
Tak berapa lama mobil Ambulan pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Korean Hospality, lantaran lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian tadi. Dan hampir 30 menit wajah Revan kini pun terlihat sangat pucat bersimbah darah.
Revan yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun mendorongnya, dan langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisinya yang sudah sangat memprihatinkan, dan harus segera ditangani dengan segera.
Dokter dan Suster yang melihat kondisi Revan yang sudah sangat memperihatinkan, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus terlebih dulu.
"hwanjabun-i pileul manh-i heullyeo simbagsuga yaghaejigi sijaghaeseo susul-eul haeseo eung-geubcheochileul haeya habnida. gedaga hwanjaga noeam-e geollyeossdamyeon jigeum maeu wiheomhadaneun geos-eul abnida. seoduleuseyo. sigan-i eobsgi ttaemun-e doguleul junbihago junbihasibsio!" jamaee daehan uisaui myeonglyeong
" Pasien sudah banyak kehilangan darah, dan sekarang detak jantungnya sudah mulai melemah, kita harus memberi pertolongan pertama dengan melakukan tindakan operasi. Apalagi saya mengetahui jika pasien mengidap Kanker otak ini sangat beresiko saat ini juga jadi cepat siapkan alat-alatnya karena kita sudah tidak punya banyak waktu!" perintah Dokter itu pada Suster
굿 닥터!" 간호사가 대답했다.
"Baik Dokter!"balas Suster.
Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada malam hari ini.
Dengan langkah berhati-hati dan semua perasaan yang tiba-tiba menyerangnya, didalam ruangan semua orang pun mereka berusaha sekuat tenaga dan tetap tenang agar ia berhasil menjalankan operasi ini. Langkah pertama setelah ia memasang infus dan menyuntikkan obat bius sekaligus menyiram alcohol itu
Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk, dan tidak bisa diganggu membuat suasana terlihat mencekam dan sedikit tegang.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit Suster pun membersihkan percakan da*ah yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuh Putri, mulai dari kepala, lengan tangan dan wajahnya.
Dengan kondisi membalikkan tubuh Revan menjadi tengkurap, Dokter pun menjalankan operasinya dibagikan kepala belakang Revan untuk menjahit luka akibat pendarahan tersebut. Setelah hampir beberapa jam lamanya, akhirnya operasi pun berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan.
"Aku mohon bertahanlah Revan aku mohon!"batin Putri yang terus berkata, kecemasannya yang tidak bisa ia hindari membuatnya kesana kemari menunggu Dokter keluar dari ruang operasinya. Tak lama Dokter keluar, Putri segera ia menghampirinya.
"nae chingu bagsanim, deo isang keuge dachiji anh-eusyeossseubnida. bagsanim, gwaenchanh-eusijyo?" puteulineun nuga eodieseo malhaeya haneunji banboghaeseo geunyeo ap-eseo dagteoleul honlanseuleobge mandeul-eossda
"Gimana Dok keadaan teman saya dia tidak lagi mengalami luka yang serius kan Dok. Dia baik-baik saja kan?" tanya Putri yang secara bertubi-tubi dan membuat Dokter yang berada dihadapannya menjadi bingung lantaran harus memberitahunya dari mana.
"ibeon-eneun susul-i maeu sunjolobge jinhaengdoeeossjiman uli geomsa gyeolgwa-eseo dangsin-eul nollage hal su issneun han gajineun geuui kkeobjil-e noeam-i baghyeo issdaneun geos-ibnida. geuligo simhan chung-gyeog-eulo inhae geuui gagmag-i deo isang gineunghaji anhneundago dangsin-ui chinguneun seon-eonhaessseubnida. sigag jang-aein, geuga gyeokk-eun am-i bang-geum gyeokk-eun sago hu modeun gos-eulo peojiji anhdolog gidohasibsio
"Kali ini operasinya berjalan dengan sangat lancar, tapi satu hal yang mungkin akan membuat anda akan terkejut dari hasil pemeriksaan kita, terdapat kanker otak yang sudah bersarang didalam tempurungnya. Dan akibat benturan yang keras membuat kornea mata yang dimilikinya sudah tidak berfungsi lagi, teman anda dinyatakan buta berdoalah semoga kanker yang ia derita tidak semakin menjalar kemana-mana setelah adanya kecelakaan yang barusan ia alami.
Jantung Putri seakan berhenti, ia seketika terdiam tanpa berkata apa-apa sama sekali. Dadanya seakan-akan merasa sesak, tangisannya ingin sekali pecah. Bahkan tubuhnya rasanya tidak sanggup lagi untuk berdiri tegap yang seketika tubuh itu pun tersungkur kelantai.
Buliran demi buliran air mata terus menjatuhi pipinya hinga tidak terhitung berapa jumplah nya. Dokter yang merasakan apa yang dirasakannya seketika membangkitkan tubuhnya.
"ileon moseub hamyeon an dwae, chingudeul-eun jeongmal neoui eung-wongwa gogunbuntuga pil-yohae. neoga ileohge yaghamyeon eotteohge neo jasin-eul onjeonhi jitaenghal su issni
"Anda tidak boleh terlihat seperti ini, teman anda sangat membutuhkan dukungan dan perjuangan anda. Jika anda lemah seperti ini bagaimana anda bisa mendukung sepenuhnya?"
"i sesang-ui modeun ingan-eun bandeusi uliwa gat-i jug-eul geos-ibnida. naneun hwanjaui saengmyeong-eul guhaessdeon uisaijiman gibonjeog-euloneun pyeongbeomhan salam-igidohabnida. geuleomeulo dangsin-ui modeungidoga hananim kke deullidologgidohasibsio. meonjeo sillyehagessseubnida
__ADS_1
"Setiap manusia di dunia ini juga pastinya akan mati, sama halnya seperti kita. Biar pun saya Dokter yang biasa menyelamatkan nyawa pasien pada dasarnya saya juga manusia biasa. Jadi berdoalah agar semua doa yang anda panjatkan akan didengar oleh Tuhan ya sudah saya permisi dulu.
"Baik Dok.
Tubuh yang seketika merosot kebawah dan membuatnya terduduk dilantai, mengingat apa yang barusan dikatakan oleh Dokter membuat Putri tidak tahu harus berbuat apa.
Milli dan Gibran yang seketika datang, mereka membantunya untuk berdiri lagi.
"Kak? Apa yang kakak lakukan kenapa Kak Putri malah bersimpuh disini mana Revan mana dia?"tanya Milli dengan pandangannya yang mengarah kesana kemari.
"Dia sudah buta sayang, dia sudah buta."
"Apa?Tuan Revan buta bagaimana itu bisa terjadi?"
"Akibat kecelakaan yang ia alami lah yang membuat dia menjadi buta seperti ini, jika saja aku percaya jika Bimo adalah laki-laki bajingan yang hanya mau memanfaatkan hartaku mungkin dia tidak akan mengalami kecelakaan seperti ini. Ini semua salahku! Ini semua salahku?"
"Kakak gak bisa berfikiran seperti ini, semua ini sudah menjadi takdir Kakak gak boleh berkata seperti ini?"
"Nyonya tenang saja soal Pria bernama Bimo itu anda tenang biar aku yang mencari tau siapa diri aslinya, sekarang nyonya masuklah Tuan pasti sangat bahagia melihat Nyonya menitihkan air matanya seperti ini masuklah!"
"Iya Kak masuklah Revan pasti akan sangat bahagia melihat kakak ada disini jadi masuklah!"
"Baiklah aku akan masuk sekarang,"ucapnya dengan mengusap air matanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.