JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
Ternodai


__ADS_3

"Suasana sudah sangat sepi aku rasa orang-orang sudah pada pulang. Dan Rafa atau pun Monika mereka juga Kelihatannya sudah pada tidur jadi ini kesempatan-ku untuk kabur.


Selangkah Putri berjalan secara mengendap-endap dengan pandangannya yang melirik kesemua arah.


Tepat berada dihadapan pintu keluar. Langkahnya terhenti setelah adanya seseorang yang memangilnya dengan sebutan " Putri "


" Putri ...,"


Ucap seseorang yang seketika membuat pandangannya berdecak kaget. Memalingkan pandangannya melihat seseorang itu, ia pun terkejut setelah melihat jika Rafa lah orang yang telah membuatnya terkejut dan mengetahui rencananya saat ini.


"Ra ...Rafa kamu?"


"Kamu mau kemana Putri apa kamu tidak lihat ini sudah tengah malam apa kamu berniat ingin kabur dari Rumah ini?" tanya Rafa yang seketika membuat Putri ketakutan.


"Rafa aku mohon jangan kasih tahu Monika Sola rencana-ku yang ingin melarikan diri aku mohon, hanya kamu yang bisa aku minta bantuan jadi aku mohon.


Melihat aroma Rafa yang tercium kaya habis minum Alcohol. Putri nampak mulai panik.


"Rafa apa kamu sedang mabuk saat ini?" tanya Putri akan tetapi tidak ada tanggapan yang dilontarkannya.


"Rafa mabuk syukurlah jadi aku rasa dia tidak akan fokus jika aku berniat ingin melarikan diri," batinnya nampak merasa lega.


Baru sedetik Putri merasa lega melihat Rafa yang terlihat mabuk dan pastinya dia tidak akan tahu akan rencananya saat ini. Akan tetapi sesaat kemudian Putri dibuat takut setelah niatnya yang ingin melarikan diri dicegah olehnya.


" Putri ...apa kamu tahu aku sangat menyayangimu. Aku sangat mencintai-mu jadi aku mohon kembalilah sama aku, aku mohon." Dengan sigapnya Rafa yang langsung memeluknya dengan sangat erat.


"Kamu benar-benar sudah kehilangan akal Raf. Apa kamu pikir setelah apa yang kamu lakukan aku akan takluk lagi dengan-mu, tidak, itu tidak akan pernah terjadi jadi cepat pergilah," gertak Putri yang langsung menghempaskan tangan Rafa dari pelukannya.


Selangkah Putri berniat ingin pergi. Tapi lagi-lagi langkahnya terhenti setelah Rafa yang tiba-tiba menariknya.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruh-mu untuk pergi. Ingatlah selama ini aku sudah cukup menahan diri untuk tidak mencintai-mu tapi hati tidak bisa dipaksakan semakin lama aku berusaha melepaskan-ku aku tambah semakin tertantang untuk memiliki-mu jadi cepat ayo ikut aku ...ikut aku ...."


"Apa kamu udah gila kamu itu Suami Monika jadi jangan berharap lebih kalau aku akan mencintaimu lagi. Karena apa yang sudah kamu lakukan sudah terlebih dulu merusak rasa cinta yang dulunya pernah aku pendam.


"Udah mendingan sekarang kamu ikut aku. Karena aku inggin membawamu ke-suatu tempat ayo ikutlah,"ajak Rafa dengan memaksanya.


"Kamu mau bawa aku kemana? lepasin gak kamu itu sedang mabuk. lepasin aku ...." gertak Putri yang berusaha memberontak. Akan tetapi cengkraman yang dilakukan Rafa membuatnya tidak bisa melawannya.


"Udah bawel kamu, ayo ...."


Mendapatkan perlakukan kasar lantaran Rafa yang mencengkeramnya dengan sangat kasar membuat Putri kesusahan untuk melakukan perlawanan.


Tak berselang lama akhirnya Rafa pun membawanya disebuah kamar yang dimana tempat ini adalah kamar miliknya bersama dengan Monika. Kemudian ia pun langsung mendorong tubuh Putri hingga tubuhnya pun tersungkur ke kasur. Air mata yang bersamaan telah terjatuh hingga membasahi kedua pipi kanan, kirinya.


Melihat Rafa yang tambah menguncinya dari dalam membuatnya perasaan takut pun seketika menyerangnya.


"Rafa. Apa yg mau kamu lakukan, apa kamu sudah gila, kenapa kamu malah mengunci-ku didalam sini apa kamu sudah gila?"


"Tidak kamu bukanlah cinta kepadaku, tapi kamu hanya terobsesi. Kamu laki-laki mata keranjang yang akan tergoda setiap kecantikan yang dimiliki oleh setiap Wanita. Kamu itu sudah memiliki Istri apa kamu tega mematahkan hati Monika


"Aku tidak perduli karena aku hanya cinta sama kamu, sedangkan Monika aku hanya menganggap dia sebagai pelampiasan, jadi marilah kita nikmati malam yang indah ini karena aku tahu kamu juga sangat menginginkan ini bukan? Jadi kemari-lah ...ayo kemari-lah Putri.


"Aku mohon tolong ...tolong jangan lakukan itu, aku mohon," lirih Putri dengan menggenggam sehelai selimut yang melekat pada seprai merah tersebut.


"Apa kamu tau? Aku itu sudah memendam ini sejak lama, tapi kenapa aku tidak pernah mendapat kepuasan itu jadi mungkin hari inilah aku bakal mendapat apa yang aku impikan sejak lama.


"Apa maksud kamu? Apa kamu udah gila, kamu harus sadar kalau kamu itu sedang mabuk Raf?"


Langkahnya yang mulai mendekati Putri membuatnya tambah merasa takut akan niat jahat yang hendak inggin dilakukan Rafa Padanya.

__ADS_1


Bahkan tatapan yang diberikan Rafa saat ini membuat tatapan Putri pun beralih menatap kearah meja yang terdapat sebuah botol kaca kosong, lantas tanpa mau menunggu ia pun bergegas mengambilnya yang kemudian ia gunakan untuk mengancam Rafa agar tidak berani mendekatinya.


Akan tetapi Putri lupa jika sekarang Rafa lagi terpengaruh oleh minuman keras jadi kalau pun ia mengancamnya, itu pun percuma lantaran Rafa sama sekali tidak akan mengubrisnya.


Dan langkah demi langkah semakin mulai mendekatinya, Putri yang mulai panik ia pun Berlari menuju kearah pintu, tapi sesampainya ia pun terkejut lantaran kunci ternyata telah disimpan pada saku celana milik Rafa sendiri.


Menyadari jika nasibnya sudah berada diujung tanduk, Putri pun bingung harus melakukan dengan cara apa sekarang. Dan tanpa diduga oleh Putri, Rafa pun bergegas membopong tubuh Putri yang kemudian dengan kasarnya ia pun melemparkannya keatas kasur.


Lantaran sudah tidak bisa lagi melawan tenaga Rafa yang pastinya lebih kuat darinya. Dan cengkeramannya yang mencengkram kedua tangan Putri membuat Putri pun tidak berdaya dan akhirnya dengan pasrah, Putri pun mengikhlaskan kesuciannya untuk direbut oleh Laki-laki yang dulunya ia sangat cintai.


S


E


N


S


O


R


Dalam sehelai kain putih terdapat lah noda darah yang melekat disalah satu selimut berwarna putih tersebut. Dan selain noda tersebut terdapat lah seorang gadis yang hanya bisa meratapi nasibnya melihat jika tubuhnya sudah tidak lagi tertutup oleh sehelai kain apapun untuk bisa menutupi tubuh polosnya, hanya sehelai selimut berwarna putih lah yang ia gunakan sebagai penutup tubuh tersebut.


Dan di samping gadis tersebut juga terdapat seorang laki-laki yang juga bertelanjang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Matanya yang mengarah kearah laki-laki itu membuat air matanya pun tidak henti-hentinya mengalirinya dari kedua sudut matanya.


Sadar jika dirinya sudahlah tidak suci dan perawan lagi, bergegas ia pun bangkit dan memunguti beberapa pakaian yang pada berserakan dilantai, tak lupa ia pun menggambil kunci yang berada didalam saku celana laki-laki tersebut. Dan dengan langkah cepat ia pun segera pergi dari tempat ini sebelum Laki-laki itu sadar dan melihatnya.


Berjalan sendiri dengan adanya langkah kaki yang berat, ditambah lagi dengan adanya bayang-bayang kejadian tadi membuat Putri pun tak henti-hentinya meneteskan air matanya. Bahkan langkah kakinya yang tak mampu lagi untuk melangkah membuatnya bersimpuh di tanah.

__ADS_1


"Aku sudah hancur ...aku sudah hancur sekarang apa yang harus aku lakukan, dengan cara apa aku bisa menyelesaikan semua permasalahan ku ini. Aku takut ...aku takut kalau aku akan hamil tanpa adanya seorang Ayah dari anakku nanti, aku takut,"


BERSAMBUNG.


__ADS_2