JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
APAKAH KEINGINAN MILLI AKAN TERCAPAI


__ADS_3

"Milli kamu gak papa sayang mana yang terluka mana?"


"Mami gak perlu khawatir Milli baik-baik saja kok Milli hanya luka sedikit jadi Mami jangan cemas ya?'


"Sayang bagaimana mungkin Mami tidak cemas kamu baru aja menghadapi penjahat. Bahkan tangan kamu terluka seperti ini jadi mana mungkin Mami tidak cemas sayang mana yang sakit!"


"Milli sayang kamu gak papa kan?"tanya seseorang yang tiba-tiba mengucapkan namanya, melihat arah asal suara itu Milli terkejut lantaran Kakaknya yang sudah berada didepan pintu.


"Kak Putri kapan pulang?"tanya Milli


"Kakak langsung berangkat ketika melihat berita yang beredar tadi. Kamu gak papa kan sayang mana yang terluka?"tanya Putri yang ikut panik.


"Kalian tidak perlu cemas aku baik-baik saja kok, ini hanyalah luka goresan sedikit nanti juga akan sembuh,"imbuhnya.


"Milli apa yang barusan kamu lakukan bisa-bisanya kamu melawan penjahat sendiri apa kamu sadar dari bahaya yang akan kamu dapatkan jika kamu sampai gagal?"


"Maaf Kak kejadiannya terjadi begitu cepat, aku tidak bisa menjelaskannya secara detail tapi yang pasti Milli sangat bersyukur karena semua telah berjalan sesuai rencana seperti yang Milli harapkan jadi kalian jangan cemaskan aku! Aku baik-baik saja kok."


"Sayang tapi biar bagaimana mana pun tindakan kamu itu sudah melewati batas, jadi Mami harap kamu jangan sampai mengulanginya lagi ya?"


"Iya Ma,Milli tidak akan mengulanginya lagi kok."

__ADS_1


Sedang dalam pembicaraan ketiganya. Gibran sedari tadi diluar ia masuk membisikkan sesuatu pada Putri.


"Nyonya ada seseorang yang ingin menemui Milli?"


"Siapa? Baiklah suruh masuk!"


"Baik Nyonya,"ucapnya segera ia mengijinkan seseorang itu untuk masuk.


Melihat kehadiran seseorang yang berseragam seperti Polisi, kedua mata nampak cemas.


"Kalian? Kenapa kalian datang kesini kalian tidak berniat ingin menangkap Putri saya kan?"


"Nyonya tenang saja kedatangan kami kesini kami hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih kami sebanyak-banyaknya karena Putri anda sudah dengan berani menangkap penjahat itu. Bahkan tindakan yang ia lakukan sungguh-sungguh sangat membuat saya terkagum, sebagai perwira saya sangat yakin jika dalam diri Putri nyonya terdapat keinginan kuat untuk menjadi seorang calon Detektif handal jadi apa Nyonya bersedia menerima tawaran saya untuk Putri nyonya menerima tawaran dengan menempuh gelar Detektif di Seoul yaitu disalah satu Korean Gangnam Police, saya melihat kemampuan, keberanian bahkan nyali Putri anda sangatlah kuat jadi pihak Korean Gangnam Police sendirilah yang memberikan peluang besar ini kepadanya jadi gimana apa Nyonya mengijinkannya?"


"Iya Korean Gangnam Police salah satu sekumpulan para Detektif yang mempunyai nyali dan jiwa yang kuat bahkan pemberani. Dan saya yakin kamu termasuk salah satunya yang akan ikut bergabung dengannya jadi gimana apa anda bersedia?"


"Tidak saya tidak akan mengijinkan Putri saya untuk mendapatkan gelar itu, biar pun kesempatan ini sudah ada digenggaman-nya. Dan berapa banyak uang diberikan pun saya tidak akan membiarkan Putri saya untuk menerima tawaran itu saya tidak akan pernah mengijinkannya tidak akan!"


"Nyonya! Kenapa Nyonya bisa berkata seperti itu Putri anda ini mempunyai jiwa kuat seperti yang saya katakan barusan. Bahkan ia juga mampu mengatur rencana serapi mungkin untuk menjebak pelaku apa Nyonya tidak ingin melihat Putri anda sukses. Ini kesempatan emas Nyonya untuk mengejar gelar ini, bahkan tidak sembarangan orang mampu berada di Korean Gangnam Police jadi pikirkan baik-baik tawaran saya ini!"


"Dia Putriku dan akulah orang yang sudah membesarkannya sejak sedari kecil hingga dewasa seperti sekarang. Apa mungkin aku akan membiarkan Putri saya mengambil jalur yang mungkin akan membahayakan nyawanya sendiri. Apa hanya karena gelar dan gaji besar saya akan mengorbankan Putri saya tidak! Itu tidak akan pernah terjadi jadi maaf saya tidak bisa menerima tawaran itu, sebagai seorang Ibu yang membesarkannya saya tidak akan membiarkannya jadi pergilah kalian karena Putri saya tidak ingin diganggu pergi!"

__ADS_1


"Nyonya tolong pikirkan baik-baik tawaran saya ini Nyonya!"ucap seseorang itu tapi Maminya bersikeras menguncinya dari dalam.


"Ma! Kenapa Mama melarang Milli untuk mengejar mimpi Milli menjadi seorang Polisi atau penegak hukum. Ini keinginan Milli sejak sedari dulu, selama ini Milli kuliah karena Milli mengabulkan semua permintaan Mama termasuk membohongi keinginan Milli sendiri, tapi kenapa giliran Milli sudah bisa meraih apa yang Milli inginkan kenapa Mama lagi-lagi menghalangi Milli kenapa Ma?"


"Milli sayang kamu harus mengikuti apa yang Mama inginkan, selama ini Mama melarang-mu karena Mama ingin kamu baik-baik saja kamu tidak seharusnya mengambil gelar ini biar pun kamu sangat menginginkan semua ini tapi ini tidak seharusnya kamu terima sayang ada gelar lain yang cocok untuk kamu perjuangan. Bahkan selama ini kamu kuliah apa kamu ingin membuang waktu dengan sia-sia? Tolong menurut ya dengan apa yang Mama inginkan Kakak mohon!"


"Kenapa Kak kenapa Kakak malah ikut-ikutan melarang Milli! Ini keinginan Milli ini cita-cita Milli sejak sedari dulu tapi kenapa kalian melarang Milli kenapa?"


Plak


"Mama kenapa menampar Milli kenapa Ma!"


"Apa kamu ingin tahu kenapa Mama sangat melarang kamu untuk jangan menjadi Polisi atau pun menjadi penegak hukum yang seperti kamu inginkan? Kamu ingin tahu apa alasan terbesar Mama melakukan semua ini. Mama melakukan semua ini karena Mama sudah pernah kehilangan Papa kamu dia meningal ditangan musuhnya setelah tindakannya yang sama persis seperti yang kamu inginkan saat ini. Papa kamu sangat terobsesi untuk menjadi seorang Detektif, dia sangat terobsesi untuk menolong orang-orang yang tidak dapat keadilan, ia selalu berhasil menjalankan setiap tugas yang ada, tapi apa yang ia dapat sekarang? Papa kamu belum juga berhasil meraih gelar tinggi Mama sudah kehilangan Papa kamu disaat usia kalian baru saja menginjak beberapa tahun apa kamu merasakan gimana rasanya kehilangan orang yang paling kita sayangi tepat dihadapan kita tidak pernah! Kamu belum pernah merasakan sayang, belum pernah. Jangan bikin masa gelap Mama terulang kembali Mama mohon jangan jangan!"


Jika kamu benar-benar sayang sama Mama, Mama harap kamu akan menuruti semua permintaan Mama. Semua ini demi keselamatan kamu sendiri sayang jadi Mama mohon mengertilah!"


Satu ucapan yang terhenti dari mulut Mamanya. Bersamaan dengan air mata yang sudah menjatuhi kedua pipi masing-masing. Mamanya yang membutuhkan waktu untuk sendiri ia akhirnya keluar dari ruangan Milli dan pergi dari pandangannya. Putri yang melihat kekacauan ini, ia hanya bisa memeluk Milli.


"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan apa kamu masih ingin membangkang lagi? Apa kamu masih ingin melihat air mata Mama terjatuh seperti ini setiap hari?"


"Sayang di-dunia ini kita semua punya keinginan kuat bahkan tidak semua cita-cita bisa berhasil kita raih. Ada yang mereka gagal menggapai mimpinya karena tiadanya biaya untuk melanjutkan mimpi itu sampai kejenjang yang lebih tinggi. Kakak akui kakak sangat bangga kepadamu karena biar pun kamu tidak pernah sekali pun belajar di jalur itu tapi kamu bisa melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan seorang pahlawan, tapi satu hal sayang jalur itu bukanlah jalur biasa yang bisa kita tempuh bukan soal biaya atau yang lain tapi ini soal nyawa kita yang akan jadi taruhannya sayang. Kamu harus sadar Mama melarang-mu dengan keras karena dia hanya tidak ingin kamu terluka hanya itu sayang hanya itu jadi kakak mohon mengertilah kakak mohon!"mendengar ucapan yang dilontarkan kakaknya Milli hanya bisa terdiam dan menangis.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2