JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
LAGI-LAGI HAL ITU TERJADI


__ADS_3

"Benar-benar wajah dia benar-benar sangat lucu banget merasa terpojokkan seperti tadi!"ucap Milli dengan tawa cekikikan. Tak langkahnya terhenti setelah adanya seseorang yang memangilnya dengan cukup kencang.


"Milli!"teriak Gibran, Milli yang mendengar suara Gibran ia yang hendak akan berlari, tapi langkahnya sudah terlebih dulu keduluan sama Gibran yang terlebih dulu mengejarnya sedari tadi. Sesampainya Gibran langsung mencengkram tangan Milli dengan kasar.


"Hay lepaskan aku aku mau pergi lepaskan aku!"ucap Milli yang berusaha melakukan pemberontakan.


"Tidak aku tidak akan pernah melepaskan mu kalau kamu tidak bilang yang sejujurnya pada Revan tentang siapa aku. Apa kamu tahu akibat tindakan kamu itu namaku yang jadi tercemar seperti ini, jadi cepat kasih tahu dia yang sejujurnya mengenai diriku ayo kasih tahu!"tegas Gibran dengan memaksa Milli dengan kasarnya.


"Gak aku tidak mau ya tidak mau apa kamu gak paham juga?"balas Milli menolak mentah-mentah.


"Baiklah kalau kamu tidak mau memberitahukannya maka jangan salahkan aku kalau aku akan memborgol mu sampai besok jika kamu tidak mau menjelaskan semuanya pada tuan!"

__ADS_1


"Aku tidak takut sama ancaman kamu bay!"


Baru aja Milli mau pergi dan baru aja juga dia melangkahkan kedua kakinya ke depan, tanpa Milli sadari dari arah kiri ada seorang laki-laki yang mengendarai motor matic dengan kecepatan sangat kenyang. Dan tidak menyadari atas kehadiran Milli yang akan lewat.


Sedangkan Milli yang juga tidak menyadarinya, Gibran yang saat itu melihat ada pengendara Motor yang lewat dengan sekejap dia pun langsung menarik Milli dari belakang.


"Awas!" teriakan Gibran yang seketika langsung menarik tangan Milli dari belakang.


Terkejut dengan apa yang barusan mereka lakukan, Milli yang syok ia seketika melayangkan satu tamparan tepat mengenai pipi kanan Gibran sesaat ciuman keduanya terselesaikan.


"Aww...apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menamparku?"tanya Gibran setelah Milli yang langsung menamparnya.

__ADS_1


"Iya itu memang pantas untuk kamu dapatkan. Karena kamu telah lancang mencium ku? Kamu pasti sengaja kan ayo ngaku?"tegas Milli.


"Astaga..Hey apa kamu tidak lihat tadi, ada motor yang hampir saja menabrak mu, apa kamu buta? Jika aku tidak menarik mu seketika kamu pikir apa yang akan terjadi sama kamu sekarang?"


"Tapi kan gak harus kamu mesti mencium ku juga! Ah bisa-bisa karatan nih bibirku karena beberapa kali telah bersentuhan dengan bibir kamu!"ucap Milli sambil mengusap-usap bibirnya sendiri.


"Enak aja kamu bilang ya ada bibirku nih yang bakal karatan karena telah berciuman dengan wanita mak lampir seperti kamu!"tegas balik Gibran.


"Ist..lo tuh ya. Kenapa sih kamu itu menyebalkan banget jadi cowok, kenapa juga aku harus bertemu terus sama cowok mesum seperti mu!" ucapnya Milli yang kemudian dia pun pergi dalam keadaan sangat kesal.


"Lagian ini bibir juga kenapa ikut nyosor segala sih jadi masalah aja, ahhh... sudahlah lama-lama aku bisa gila gara-gara cewek gesrek itu saja dasar menyebalkan!" ucap Gibran yang kemudian dia pun pergi tanpa memperdulikan Milli lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2