JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKANKAH MEREKA KEMBALI BERSATU 2


__ADS_3

Seseorang yang dalam kondisi sudah tidak berdaya terbaring lemas dengan wajah yang sangat pucat. Dan beberapa selang yang sudah tertempel pada tubuh seseorang itu sendiri.


Air matanya tidak berhenti mengalir mengingat akan kejadian dan perilaku yang selama ini dilakukan Revan nyatanya sebanding dengan perasaan hancur yang ia rasakan saat ini.


Raut wajah pucat terlihat jelas nampak dari wajah Revan. Biar pun kedua mata yang sudah terpejam ia masih terlihat sangatlah tampan.


"Revan, tidak ini tidak mungkin apa yang aku lihat ini pasti tidak mungkin. Kenapa kamu sangat bodoh revan kenapa kamu sangat bodoh!"batin Putri yang terus memperhatikannya dengan derai air matanya.


Melangkahkan kakinya dan tepat disamping Revan terbaring. Putri dengan langsung ia menggenggam erat tangan Revan, kelopak matanya yang kembali terbuka dengan secara perlahan-lahan akhirnya telah menyadarkan dirinya.


"Aku tadi merasa ada seseorang yang sedang menggenggam erat tanganku tapi kenapa disini nampaknya tidak ada satu orang pun apa aku hanya berhalusinasi?"


ucapnya tapi tak ada suara yang menyahutnya sedangkan Putri yang berusaha sekuat hatinya ia memendam air matanya agar tidak terdengar oleh Revan sendiri.


Suster yang berniat ingin memeriksa pasien, ia memasuki ruangan Revan dan melihat seseorang yang sudah berada disana bersamaan air mata yang ia sembunyikan. Berniat ingin mengatakan sesuatu Putri yang melarangnya ia hanya menggelengkan kepalanya.


"nuguya, nuga oneungeoya?" leban-i yeodongsaeng-ui siseon-eul geuege dollimyeo mul-eossda


"Siapa itu apa ada seseorang yang datang?"tanya Revan beralih pandangan Suster menghadapnya.


"Ne, waeyo? jeoman geuleongayo?"


"Iya Tuan kenapa? Ini dengan saya sendiri?"


"nuna malgo daleun salam-i yeogi issneun geobnikka?" leban-i mul-eossjiman puteulileul balabodeon puteulineun ttodasi geugeos-eul geumhaessda


"Apakah selain Suster ada seseorang lain yang berada disini?"tanya Revan, tapi Suster yang memandang Putri, Putri lagi-lagi melarangnya.


"eonni wae meomchwoss-eo. nuna ajig yeogi issji?"


"Sus kenapa anda berhenti Suster masih ada disini kan?"


"ajig yeogi iss-eoyo seonsaengnim, dangsin-ui jilmun-e honlanseuleowoyo. yeogi ulibakk-e eobs-eoyo. jeowa seuseungnim bakk-e eobsdaneun tteus-inde, yeogi salam-i issneunji eotteohge mul-eusil su issnayo?"

__ADS_1


"Saya masih ada disini kok Tuan, saya hanya merasa bingung dengan pertanyaan Tuan tadi, disini hanya ada kita maksudnya hanya ada saya dan juga Tuan sendiri jadi bagaimana Tuan bisa bertanya apa disini ada orang?"


"jogeumjeon-e nugunga nae son-eul jabneun neukkim-i deul-eossneunde eonniman iss-eumyeon kkwae ansim-i doedeolagoyo. a geulaeyo, eonni, ginmeoli miin-i yeogi omyeon butaghaeyo, eonnina uisa, naneun geuga nae sangtaeleul boneun geos-eul wonhaji anhgi ttaemun-e geunyeoga deul-eooneun geos-eul heoyonghaji masibsio.


"Soalnya tadi saya merasakan ada seseorang yang menggenggam tangan saya, tapi saya cukup lega jika hanya Suster yang berada disini. Oh iya Sus jika ada Wanita cantik berambut panjang yang datang kesini saya mohon tolong Suster mau pun Dokter jangan pernah mengijinkannya untuk masuk karena saya tidak ingin ia melihat kondisiku.


"eoje gin meolileul gajin eotteon aleumdaun yeojaga dangsingwa hamkke iss-eossseubnikka?"


"Wanita cantik berambut panjang apa yang kemaren bersama dengan Tuan?"


"ani, eoje-ui yeojaga anila suseu, geunyeoneun nae sinu-iibnida. geunyeoga ganhosa-e deul-eogal salam-ilamyeon heolaghal su issjiman geunyeo ioeui daleun yeojalamyeon dangsin-ege butaghaji anhseubnida. ganhosaga doelyeomyeon algessjyo?"


"Bukan, bukan Wanita yang kemaren Sus dia itu adik Iparku jika dia yang akan masuk Suster bisa mengijinkannya tapi jika Wanita yang lain selain dia saya mohon jangan mengijinkannya jadi Suster paham kan?"


"eojjaeseo geu yeojaga deul-eogaji moshage hayeossseubnikka, jung-yohan hago sip-eun mal-i issgeona, jeongmallo bogo sip-eun salam-i iss-eumyeon, jega geumjihaeya habnikka?"


"Kenapa tuan melarang-ku untuk tidak mengizinkan Wanita itu untuk masuk, jika ada hal penting yang ingin ia sampaikan atau pun seseorang itu sangat rindu dengan Tuan apa harus aku melarangnya?"


"eonnihante mos hal aju jung-yohan ge issneunde, geunyang bulssanghan yeojago nawa hamkke iss-eumyeon hangsang goelowohaeseo naega geunyeoege jim-i doego sipji anh-aseo eonniga ihaehaejul su issji?"


"joh-a, seuseungnim-ui myeonglyeong-e bogjonghalge, seuseungnim-ui sangtaeleul hwag-inhaessgo, seuseungnim-ui sangtaeneun kkwae gwaenchanh-aseo naeil jib-e gado johda."


"Baiklah saya akan mematuhi perintah Tuan, saya sudah memeriksa kondisi Tuan dan kondisi Tuan cukup membaik jadi besok anda sudah boleh pulang."


"Baiklah sus sekali lagi terima kasih."


"Iya sama-sama mari saya tingal dulu."


"Baik Tuan.


"Apa ini alasan terbesar kamu kenapa kamu menghindar dariku Revan? Kamu sengaja membuatku tambah semakin membencimu karena kamu tidak ingin aku mengetahui semua penyakit kamu ini tapi kenapa? Tapi kenapa kamu harus merahasiakannya dariku Revan kenapa!"batin Putri yang terus memperhatikannya.


"Ya sudah karena saya sudah memeriksa kondisi Tuan saya pamit permisi."ucapnya.

__ADS_1


"Baik Sus,"balas Revan.


"Baiklah, sebenarnya aku yang merasa sedang berhalusinasi atau memang aku yang sedang merasakan jika memang ada seseorang di sampingku ini?"


"Kamu memang tidak lagi berhalusinasi Revan, tapi aku memang ada di-sampingmu."timpal Putri yang spontan membuat pandangan Revan beralih padanya.


"Putri ... Kamu ngapain ada disini? Sejak kapan kamu disini?"


"Apa kamu merasa pusing sekarang. Apa kamu capek..apa kamu merasakan sakit saat ini," tanyanya yang terus berkata tanpa terhenti.


"Putri cukup! Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud tadi. Dan kenapa kamu bisa ada disini bukannya kita sudah tidak ada hubungan lagi. Kenapa sekarang kamu tiba-tiba ada disini. Aku tidak mau kamu ada disini jadi mendingan kamu pergilah! Kamu pergi saja..karena aku sudah tidak membutuhkan kamu lagi..pergi!" usirnya dengan mengalihkan pandangannya.


"Berhenti Revan! Berhenti! Kamu sekarang sudah tidak perlu lagi berusaha untuk menjauhi aku, kamu juga sudah tidak perlu lagi untuk berakting lagi didepan-ku Karena aku sudah mengetahui semuanya. Aku sudah mengetahui tentang penyakit kamu ini kamu menjadi berubah dan kamu berusaha untuk menjauhi aku..karena kamu tidak ingin jika aku sampai mengetahui penyakit kamu ini kan?"


Sedangkan Revan pun terkejut mendengar ucapan Putri barusan.


"Apa? Jadi kamu sudah mengetahui semuanya? Jadi kamu sudah tau tentang kondisiku saat ini?"


"Iya aku sudah mengetahui semuanya."


"Terus apa yang kamu lakukan disini. Kamu sudah mengetahui semuanya terus kenapa kamu tidak mencari laki-laki yang lebih tampan dan lebih sempurna dan tidak penyakit'an seperti-ku Kenapa?"


Tanpa berkata sepatah kata lagi, Putri yang mendengar ucapan Revan ia pun memberikan satu tamparan padanya .


"Tega sekali kamu..kamu pikir aku Wanita yang matre karena hanya butuh disaat senang saja. Apa kamu pikir dengan aku tahu kondisi kamu yang lemah ini. Aku akan ninggalin kamu dan mencari laki-laki yang lebih kaya raya dari kamu ...apa itu yang ada dipikiran kamu. Baiklah jika itu yang ada dipikiran kamu dan yang kamu inginkan ...aku akan pergi ninggalin kamu.


Niatnya yang selangkah akan pergi meninggalkannya, Revan dengan sigap langsung turun dari tempat ia terbaring, tapi belum juga ia bisa meraih tangan Putri tubuhnya terlebih dulu jatuh alhasil Putri yang berniat akan pergi seketika langsung menghampirinya.


"Aku mohon tolong kamu jangan tinggalkan aku lagi aku mohon! Aku harap kamu mau memaafkan ku atas perbuatan dan perilaku yang selama ini aku telah lakukan sama kamu. Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan kondisiku yang lemah ini, maafkan aku! Maafkan aku!"


"Aku tahu aku juga mengerti dengan keadaan yang kamu rasakan saat ini, tapi kamu harus tahu kalau kamu tidak sendirian. Aku akan selalu ada disamping kamu, aku tidak perduli jika kondisi kamu seperti ini aku tidak perduli karena yang aku pikirkan sekarang aku hanya mencintaimu aku tidak mau meninggalkan kamu dalam kondisi seperti ini aku tidak mau!"


"Terima kasih Putri, terima kasih karena kamu sudah mengerti dengan kondisi ku saat ini terima kasih," balas Revan yang kemudian ia memeluk Putri lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2