JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MASUK JEBAKAN SENDIRI


__ADS_3

Jam yang sudah menunjukkan pukul 12:00 siang. Mamanya Revan yang sudah bersama dengan Devi salah satu Wanita yang memiliki tubuh sexy itu pun saling sahut-sahutan membicarakan sesuatu.


"Dev, untuk kali ini Tante serahkan semua rencana ini sama kamu. Dan Tante mau kamu bisa diandalkan dalam membantuku untuk menyelesaikan rencana ini agar berjalan dengan sangat lancar. Dan ingat jangan ada niat tersembunyi lain yang kamu rencanakan apa kamu mengerti?" tegas Mamanya Revan mencoba menyakinkan Devi yang tak lain ia adalah anak dari temannya.


"Iya Tante, Tante tenang lagi. Aku gak mungkin merencanakan hal lagi lain lagi Tan. Aku benar-benar ingin membantu Tante jadi buang jauh-jauh pikiran negatif Tante itu.


"Baiklah aku pegang omongan kamu itu, tapi ingat aku masih mengawasi-mu dari jarak jauh. Jadi kamu harus mengikuti semua perintah Tante yaitu goda Revan. Terserah kamu mau menggodanya dengan cara apa tapi Tante mau Revan kesem-sem sama kamu apa kamu mengerti sayang!"


"Iya Tante percayalah sama aku, aku janji aku bakal menjalankan misi ini dengan baik jadi tenanglah.


"Baiklah, tunggu disini biar aku yang menemuinya terlebih dulu.


"Baiklah pergilah.


"Mama? Sejak kapan Mama ada disini?"


"Mama baru saja datang kok Revan. Oh iya Mama lihat kamu kesulitan untuk mendapatkan Sekretaris baru sejak perginya Gibran. Kebetulan Mama punya teman yang dimana Putrinya juga lagi membutuhkan pekerjaan, jadi apa kamu setuju jika Mama suruh Putri teman Mama untuk membantumu kerja disini?"


"Tidak Ma, Revan masih sanggup kok untuk kerja sendiri, apalagi dengan adanya wanita disini Revan takut Revan jadi kurang puas dengan kerjanya jadi gak papa Revan bisa sendiri kok,"timpalnya dengan pandangan Revan yang masih fokus pada ketikannya.


"Sayang kamu itu sekarang sudah duda. Kamu membutuhkan seorang Wanita untuk jadi pendamping mu jadi Mama rasa kini saatnya kamu untuk memperkenalkan diri kamu padanya jadi Mama mohon terima bantuan Mama ini Mama mohon!"


"Baiklah terserah Mama,"balas Revan nampak pasrah dan hanya fokus pada laptopnya.


Bergegas keluar dan memangil orang itu, tak berapa lama seseorang yang tak lain adalah Devi Sekretaris baru yang dimaksud Mamanya pun akhirnya masuk kedalam ruangan kerja Revan.


"Wanita ini? Aku seperti tidak asing dengan wajahnya tapi dimana aku melihatnya?"batin Revan mencoba mengingat sesuatu tapi tak berhasil.


"Perkenalkan nama saya Devi, Tuan bisa panggil saya dengan sebutan Devi saya sudah sangat senang tuan,"timpalnya.


"Bisa tunjukkan laporan kerja kamu?"ucap Revan, Devi segera memberikannya.

__ADS_1


Awalnya Revan nampak biasa tanpa memperhatikan tingkah seseorang itu yang sedari tadi memperhatikannya dengan tatapan kagumnya.


Bahkan ia tidak sekali pun melirik kearah wanita itu ketika ia menjelaskan secara detail-detailnya soal laporan kerjanya ini.


"Laki-laki yang sangat tampan, kaya raya bahkan gagah apa mungkin aku akan melepaskan-mu begitu saja Tuan tampan, tidak lagi," batinnya dengan pandangannya yang tak henti-hentinya menatapnya.


"Gimana apa kamu sudah paham dengan apa yang aku maksud tadi. Dan setelah aku perhatian secara serius semua laporan yang kamu buat, kamu salah satu wanita yang punya prinsip kerja kantoran dengan sangat ahli. Bahkan kamu menatanya dengan sangat rapi tanpa ada kesalahan yang tercantum dalam berkas laporan ini. Jadi saya setuju kamu kerja denganku ini. Dan aku harap anda bisa memberikan pengaruh baik buat ke-depannya nama perusahaan ini


Berbicara tanpa tiada henti Revan merasa aneh ketika seseorang yang ada dihadapannya hanyalah menunjukkan tatapan senyuman tanpa ada respon yang barusan ia katakan tadi.


"Devi apa kamu mendengarkan apa yang barusan aku katakan tadi?" tanya Revan yang akhirnya membuat lamunan Devi terperanjat kaget.


"Oh maaf Tuan, iya saya paham betul apa yang barusan Tuan katakan tadi. Dan sama seperti anda, saya sendiri percaya jika seseorang seperti anda akan memberikan pengaruh baik bagi nama perusahaan ini jadi sekarang kita deal ya," ucapnya dengan menjabatnya.


"Iya saya deal!"


"Oh iya saya dengar anda ini sering sendirian melamun tidak jelas setelah perceraian sekaligus kematian Istri Tuan. Saya bersedia menjadi teman curhat Tuan jika sewaktu-waktu anda membutuhkan teman untuk Tuan ajak curhat?"tanya Devi dengan mengigit bibirnya sendiri.


"Iya anda bisa berkata seperti itu, tapi tidak dengan hati anda. Anda ini sangatlah tampan dan aku lihat anda orangnya itu seperti lagi butuh belaian seorang wanita jadi apa anda bersedia mengijinkan saya mengisi kekosongan hati anda ini?"tawarnya yang mulai mendekati Revan lagi dan beraninya duduk dipangkuan-nya.


"Hey tampan aku kan lagi menggoda-mu apa kamu sangat susah untuk ditaklukkan," ucapnya lagi dengan berbarengan tangan mungil Devi yang mulai meraba-raba dada bidang Revan. Revan yang melihat dan menyadari akan tindakannya hanya membalasnya dengan senyuman setelah tahu akan siapa Wanita yang berada dipangkuan-nya saat ini.


"Baiklah jika kamu ingin menggoda-ku silahkan. Dan nanti malam aku tunggu kamu di hotel Sriwijaya No 4 dan aku harap kamu akan hadir nanti malam untuk memuaskan-ku apa kamu bersedia cantik," balas Revan dengan percaya dirinya.


"Baiklah aku suka dengan tawaran kamu itu,"balasnya tanpa rasa curiga sekali pun.


Pandangan mereka yang belum juga teralihkan. Tak lama mereka pun dikejutkan dengan kehadiran Mamanya yang tiba-tiba masuk tanpa mengetok pintu terlebih dulu.


Melihat siapa seseorang yang berada dihadapannya saat ini, pandangan Revan pun tak henti-hentinya menatapnya. Revan yang melihatnya ia hanya menunjukkan raut wajah malunya.


"Maaf Mama menganggu kalian. Mama hanya ingin pamit pulang mari lanjutkan apa yang kalian ingin lakukan,"timpal Mamanya dengan senyum malu-malu kearah mereka. Tak lupa kedipan matanya mengarah kearah Devi sebagai simbol keberhasilannya.

__ADS_1


"Sebelum aku mengurus masalah-ku akan lebih baik aku selesaikan urusan-ku dengan wanita bernama Devi itu. Dan bisa-bisanya ia membohongiku apa dia pikir aku gila aku tahu lagi dia itu cuma wanita ****** yang sering mangkal di Club dan biasa menjual dirinya sendiri pada pria mesum. Dan untungnya aku sigap mengetahui fakta ini jadi sekarang giliran-ku menghubungi salah satu polisi yang bisa membantu-ku menuntaskan masalah ini.


Hotel ....


"Dimana Revan kenapa dia lama sekali datangnya apa dia hanya mempermainkan-ku saja? Tidak, itu tidak mungkin pasti laki-laki seperti dia akan sangat susah jika harus melepaskan wanita sexy seperti-ku. Jadi mungkin dia masih dalam perjalanan aku sudah tidak sabar melihat gimana reaksinya melihat-ku yang memakai pakaian seksi seperti ini?" ucapnya dengan bangga diri. Dengan posisinya rebahan diatas ranjang dan menunjukkan semua kemolekan-nya ia nampak sangat percaya diri. Tak lama suara ketokan pintu telah terdengar dari luar pintu kamar.


Tok ...tok ...tok .


"Itu pasti Revan!" tak lama langkahnya mulai mendekati pintu dan segera membukanya.


"Diam. Anda kami tangkap atas kasus penipuan atas saudari Revan jadi sekarang jangan bergerak jika anda tidak ingin merasakan misi panas ini cepat jalan sekarang," perintah Polisi wanita dengan spontan ia menutupi tubuh Devi yang nampak berpakaian tak senonoh.


"Apa maksud semua ini, tidak aku tidak mau dipenjara aku bukan seorang penipu. Bukan aku yang penipu ini hanya tuduhan aku tidak salah, aku tidak salah," timpalnya yang mencoba membela diri.


"Sudah cukup sandiwaranya. Bukan hanya tindak penipuan aja yang anda lakukan saat ini, tapi open B,O bukankah ini yang sering anda lakukan. Dan berapa banyak laki-laki yang sudah anda ajak tidur. Dan sudah berapa banyak rumah tangga yang anda hancurkan akibat kebodohan anda ini," sambung Revan yang langsung menyuruh mereka untuk membawanya pergi.


"Tidak aku tidak salah! Lepaskan aku! lepaskan aku!"


"Terima kasih Tuan, tuan sudah berbaik hati mau membantu-ku menangkap wanita ini dengan cara menjebaknya. Dia salah satu wanita yang sudah sering melakukan hubungan terlarang salah satunya dengan menjual dirinya sendiri seperti ini, tapi kita kesusahan untuk menangkapnya karena tidak ada bukti yang kuat. Apalagi dia salah satu anak dari pengusaha terkenal jadi dengan adanya bukti jelas ini kamu mampu memenjarakannya dan berkat bantuan anda kami berhasil membekuknya sekarang," timpal Polisi itu.


"Iya sama-sama saya senang bisa membantu tugas kalian, ya sudah karena dia sudah tertangkap sudah tidak ada alasan lagi untuk aku masih berada disini."


"Baiklah silahkan pergilah, tapi kapan-kapan jika kami meminta-mu menjadi saksi atas perkara ini kamu bersedia kan?"


"Iya kalian tenang saja aku dengan lapang dada siap membantu kalian. Dan cepat hubungi saya jika kalian butuh bantuan-ku nanti."


"Baiklah sekali lagi terima kasih."


"Baiklah ya sudah aku pamit pergi dulu."


"Baiklah berhati-hatilah."

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2