
"Jadi ini Restoran ini sangatlah besar. Semoga aja dengan bantuan Tante cantik aku bisa membayar uang kos tanpa ada tunjakan sama sekali.
Kakinya mulai memasuki Restoran besar ini. Berlalu ia mulai melakukan tugasnya sebagai pelayan ini Restoran ini mulai dari menyapu, mengepel sampai mengelap meja mau pun kaca yang terlihat berdebu. Teman-teman seangkatan dia yang melihat cara kerja Putri pun mulai tertarik dan senang akan kerja kerasnya tersebut.
"Kamu dari tadi sibuk melakukan pekerjaan ini, jadi minumlah dulu biar kamu tidak dehidrasi," ucap teman wanita dengan memberikan satu gelas air putih.
"Dan ini aku ada roti pas banget nih buat mengganjal perut kamu!" timpal Wanita lagi.
"Terima kasih ya karena kalian udah mau berbaik hati memberikan semua ini padaku," balas Putri yang merasa tidak enak.
"Oh iya nama kamu siapa? Aku Indah dan ini teman-ku namanya Salsa aku rasa kita bisa bersahabat dekat disini," ucap Wanita itu dengan menjulurkan tangannya pada Putri.
"Nama-ku Putri Verlina kalian bisa memanggil -ku dengan sebutan Putri," balasnya yang ikut membalas sapaan tersebut.
"Ya sudah karena ini masih jam kerja kita lanjut lagi ya kerjanya. Oh iya Putri berhubung sekarang masih jatah si Mak lampir muda yang mengecek Restoran ini kita mau kamu jangan sampai kena masalah dengannya ya. Karena dia itu suka marah-marah dan suka menyuruh-nyuruh tanpa melihat jika kita masih ada kerjaan," pinta Indah pada Putri.
"Mak lampir?" tanya Putri yang sedikit bingung.
"Iya Mak lampir itu panggilan kita pada wanita itu. Sebenarnya dia itu anak dari pemilik Resort ini tapi karena kesombongannya yang berbeda dari Ibunya kita sering kesal padanya," timpal Salsa.
"Baiklah aku akan turuti saran kalian, sekali lagi terima kasih atas sarannya ya. Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan teman baik seperti kalian ini," balas Putri yang terlihat sangat bahagia, bahkan raut wajahnya tidak bisa dihindari lagi.
*
*
__ADS_1
*
Berjalan dengan didampingi dua bodyguard laki-laki. Wanita muda yang bernama Mili yang tak lain adalah anak dari pemilik Resort ini berjalan layaknya seorang Putri yang sedang didampingi pada penjaganya. Selangkah ia masuk, ia berhenti dan mengambil minuman yang sudah disiapkan oleh pelayan. Tak lupa ia juga menyisir semua tempat yang ia rasa banyaklah berdebu yang pada berterbangan disini tanpa ada pembersihan.
Merasa ada yang masih kotor, ia segera membantingnya sampai hancur lebur hinga tidak menyisakan sisa sekali pun.
"Kalian? Kalian ini kerja dibayar apa membersihkan satu piring aja kalian tidak becus. Ini itu Restoran mahal bahkan orang-orang miliyader yang hanya mampu datang dan makan ditempat ini jadi apa kalian masih kurang paham juga akan perintah yang pernah saya berikan pada kalian untuk membilas piring sampai 20 kali apa kalian paham!" gertaknya yang kemudian mendapatkan balasan iya, sembari para pelayan yang hanya menundukkan kepalanya.
"Baiklah saya rasa ini sudah cukup saya ingin minum lagi, jadi cepat bawakan aku minuman kesukaan -ku cepat!" perintahnya berlalu orang pun pada berbondong-bondong menyiapkannya.
Sedangkan Putri yang mendapatkan bagian untuk mengantarnya langsung, ia tak sengaja terjengkal akibat Kaki Mili yang menghalangi jalannya.
"Astaga apa yang kau lakukan? Apa kau tidak punya mata sampai-sampai menjatuhkan piring-piring itu?" gertak Mili yang begitu sangat marah ketika melihat beberapa piring yang sudah hancur lebur.
"Maaf Mbak saya gak sengaja, maaf ...," ucap maaf Putri tapi apa daya apa yang ia ucapkan tidak mendapatkan anggukan dari wanita yang bernama Mili itu.
"Maaf mbak saya tahu kalau saya juga salah atas kecerobohan yang barusan saya lakukan ini, tapi walaupun gitu mbak sendiri juga salah karena kalau bukan mbak yang menabrakku. Semua piring-piring ini juga gak jadi berantakan dan hancur seperti ini," bela Putri yang dengan beraninya dia mencoba melindungi dirinya sendiri.
"Apa maksud Lo tadi? Jadi kamu salahkan gue , lo mau bilang kalau semua ini bukan salah lo melainkan salah gue sendiri gitu Gila, hei ....rakyat jelata apa lo sadar siapa orang yang sudah lo lawan ini? Apa lo tahu siapa gue? Gue ini anak dari pemilik Restoran cinta resto ini. Dan bisa-bisanya lo salahkan gue. Apa lo mau gue pecat sekarang juga?"
"Gue ini anak dari pemilik Restoran ini dan lo dengan lancangnya berani membantah dan juga nyalahin gue? Jadi mendingan sekarang lo cepat pergi dari restoran ini. Karena mulai sekarang lo gue pecat!" ucap Mili yang dengan tegasnya langsung memecat Putri dihadapan banyak orang. Termasuk para pelayan yang lainnya, kemudian pembicaraan yang belum selesai tiba-tiba datanglah seseorang.
"Ada apa ini?" tanya Cassandra .
"Mami ... Ini Mi. Apa Mami tahu disini ada pelayan yang gak bertangung jawab bahkan dia dengan beraninya nyalahin Putri kesayangan Mami ini? Dan orang itu adalah dia!" ucap Mili sambil menunjuk kearah Putri..
__ADS_1
"Maaf Nyonya saya bener-bener gak sengaja menjatuhkan piring-piring itu. Dan saya hanya inggin membela diri makanya saya berani melawan. Saya bener-bener tidak salah dan gak seharusnya saya harus dipecat dengan cara seperti ini," ucap Putri sambil menundukkan kepala kebawah.
"Apa yang sebenarnya terjadi sayang? Apa bener kamu memecat dia hanya karena alasan sepele seperti ini?" tanya Cassandra yang malah bertanya balik pada Mili.
"Mi ...aku bener-bener tidak bersalah. Dan jika ada orang yang harus disalahkan orang itu adalah dia?" bela Mili sambil menunjuk kearah Putri.
"Sudah mendingan kamu pergi sana, biar Mami yang atasi masalah ini cepat pergilah," perintahnya dengan kesal.
"Mami!" ucap Mili yang dengan marahnya dan berlalu pergi meninggalkan Restoran ini.
"Dan kamu Putri maafin putri saya dia hanya terbawa emosi saja? Jadi kamu gak perlu pikirkan perkataanya tadi, kamu gak jadi dipecat..Jadi cepat lanjutkan kerja kamu?" balas Cassandra dengan tersenyum kearah Putri.
"Baik Nyonya sekali lagi terima kasih, terima kasih," balas Putri yang begitu sangat senang.
"Ya sudah saya pergi dulu dan inggat jangan sampai kamu melakukan hal seperti ini lagi? Karena kesempatan gak akan terjadi yang kedua kalinya apa kamu mengerti," tegas Cassandra.
"Baik Nyonya, saya paham dan saya gak akan pernah mengulanginya lagi sekali terima kasih ...terima kasih!.
"Iya? ya sudah saya pergi dulu," balas Cassandra yang kemudian dia pun pergi meninggalkan tempat ini.
"Putri syukurlah lo gak jadi dipecat, untung aja tadi ada Nyonya Cassandra jadi dia bisa selamatkan lo," balas Indah dan Salsa yang ikut senang.
"Iya aku sangat bersyukur Tante cantik itu mau membantu -ku mengatasi masalah ini. Dan untungnya juga Nyonya tidak marah padaku," balas Putri nampak sangat lega.
"Ya sudah kamu lanjutkan lagi kerjanya jangan sampa masalah seperti tadi terulang lagi cepat ayo kita kerja.
__ADS_1
"Baiklah ayo.
BERSAMBUNG.