JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
PERUBAHAN MILLI


__ADS_3

Perjuangan sekaligus rasa sakit yang ia rasakan saat ini tak lagi menjadi alasan, ia tetap akan bersemangat dan tetap tersenyum.


"Bagiku kehidupan yang aku jalani selama ini hanya sebatas kehidupan sandiwara. Bahkan air mataku yang setiap harinya menetes aku sudah menganggap jika air mata itu hanyalah tetesan hujan yang berhasil aku hasilkan dari diriku sendiri.


Tak tahu kapan penderitaan ini akan berakhir, tapi Milli sadar dengan bersabar dan bertawakal ia yakin ia pasti bisa melewati masa sulitnya suatu hari ini. Jika kehidupannya hanya ditakdirkan untuk mendapatkan penderitaan biarlah penyakit yang ia rasakan saat inilah yang menuntunnya menuju kejalan kebahagiaan dengan bertemu kedua orang tuanya di surga nanti.


Sunyi sepi, gelapnya malam, cuaca yang dingin hingga menusuk tulang sum-sum mulai terasa. Jam menunjuk 'kan pukul 24:00 WIB, dimana semua orang sudah sibuk dengan mimpinya masing-masing. Lain halnya dengan Milli ia masih terjaga walaupun malam sudah sangatlah larut.


Sakit pada bagian ginjalnya menjadi alasannya utamanya untuk terjaga, ia hanya memijat perlahan isakan tangisan ia tahan agar tak membangunkan orang-orang yang berada di-rumah ini.


"Tuhan sampai kapan kamu ingin menyiksa hamba dengan cara seperti ini sampai kapan?"batin Milli yang terus terisak, air matanya tidak bisa bendung menahan rasa sakit yang tidak bisa ia tahan dengan cara apapun.


"Jika kehidupanku sudah ditakdirkan seperti ini, bantulah aku menyembunyikan rasa sakit ini Tuhan. Bantulah aku agar menjadi Wanita yang lebih kuat agar orang-orang tidak menganggap ku sebagai orang yang lemah, bantulah aku berjuang sendiri dalam menyerang rasa sakit ini. Aku tidak perduli sesakit apa rasa sakit yang aku rasakan saat ini, asal jangan sampai aku menunjukkan pada mereka kelemahan ku ini, termasuk pada Wanita yang sangat aku sayangi. Selama ini aku sudah membuatnya sangat menderita jadi jangan bikin aku harus membuatnya menderita lagi, cukup aku yang merasakan semua ini saja cukup aku."

__ADS_1


Tak jauh berbeda dengan apa yang dialami Putri saat ini. Jam yang sudah menunjukkan pukul 24:00 malam tapi entah kenapa Putri sudah untuk menutup matanya agar bisa tertidur terlelap, memikirkan bayang-bayang perkataan kasar yang diucapkan Milli tidak membuat dirinya menjadi benci tak perduli dengan Wanita bernama Milli itu.


"Apa yang sebenarnya dialami oleh Milli kenapa dia bisa berubah secepat ini? Apa yang membuatnya jadi se-marah seperti tadi apa Milli sedang ada masalah?"batinnya yang kemudian ia pun bangkit dari tempat tidurnya, berlalu ia berdiri tepat didepan pintu kamar Milli biar pun pada kenyataannya pada malam ini pun Milli masih belum tertidur lelap.


"Apa aku mengetuk pintu ini?"ucapnya yang sesaat ia ingin melakukannya sebuah tangan menghalanginya.


"Apa yang mau kamu lakukan?"ucap seseorang yang tak lain adalah Revan.


"Ayo kita pergi dia masih butuh waktu untuk sendiri ayo pergi," ajak Revan tapi Putri menolaknya.


"Putri kali ini kamu dengarkan aku ayo!"ajaknya dan akhirnya Putri pun pasrah mengikuti ajakan Revan.


"Putri aku tahu kamu sedang khawatir dengannya tapi bukan seperti ini cara kamu. Dia lagi butuh waktu untuk sendiri jadi biarkan dia sendiri dulu."

__ADS_1


"Tapi Revan aku tahu Milli tidak mungkin berubah menjadi kasar seperti itu jika tanpa ada sebab yang pasti? Milli aku tahu dia anaknya memangnya badas dan tidak suka diatur, tapi cara dia marah dan menatapku aku tahu itu bukanlah sifat aslinya," ucap Putri.


"Putri lihat dan tatap aku. Saat ini kamu sedang dirundung rasa kecemasan dan kekhawatiran kamu tapi kamu harus ingat setiap manusia bisa berubah entah itu dari segala sebab apa tapi aku tahu berubahnya Milli bukan dari hal yang kamu khawatirkan," ucapnya.


"Aku tidak tahu harus berkata apa lagi aku ingin tidur," ucapnya sembari ia merebahkan tubuhnya dan membelakangi Revan.


"Aku tahu kamu pasti sangat cemas Putri tapi kamu harus ingat berubahnya seseorang pasti ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan, tapi aku berharap berubahnya dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan seseorang yang sudah aku duga didalam otakku saat ini," batin Revan yang menatap Putri, sedangkan Putri ia sendiri tak menyadari jika Revan sedang memperhatikannya.


SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2