JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKANKAH MONIKA SELAMAT


__ADS_3

Hujan yang telah melanda, baju Monika yang tadinya kering, kini menjadi basah kuyup membuat tubuhnya merasa sangatlah kedingginan, sesekali ia berusaha mendekap tubuhnya untuk merasa lebih hangat akan tetapi semua tindakannya itu sia-sia saja lantaran ia masih bisa merasakan hawa dinggin yang menyengat tubuhnya.


Pagi yang tadinya cerah tanpa ada masalah yang menganggu dirinya, kini telah berubah menjadi gelap gurita ditambah lagi dengan adanya hujan deras yang menguyur wilayah ini membuat suasana terlihat agak mencekam. Langkah demi langkah telah ia lalui, dan kemudian karena sudah sangat kecapean, ia pun akhirnya berteduh disalah satu pos ronda yang kelihatannya tidak berpenghuni mau pun kosong.


"Cantik lagi apa disini?" tanya seorang itu yang spontan membuat Monika pun terkejut, lantaran melihat ada dua preman yang tiba-tiba menghampirinya.


"Kalian, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Monika yang terlihat sangat tegang menatap kearah mereka.


"Kayaknya hujan-hujan gini, bakal enak nih kalau gadis cantik ini mau menemani kita berdua!" ucap salah satu teman preman itu, sambil melihat Monika dari bawah sampai ujung rambut.


"Apa kamu sangat kehausan sekali ya, sampai-sampai perut kamu menjadi buncit seperti itu?" ledek salah satu Preman itu sambil menunjukkan senyum sinisnya.

__ADS_1


"Gimana ini, apa yang harus aku lakukan, sekarang lagi sepi kalau mereka berniat macam-macam sama aku gimana, apa yang harus aku lakukan sekarang?" batin Monika yang tanpa berfikir lagi, ia pun berlari meninggalkan mereka.


"Heyy jangan kabur, mau kemana kamu?" teriak si preman


"Ayo tunggu apa lagi, jangan sampai kita kehilangan jejak gadis itu, cepat kita kejar dia?" perintah preman yang satunya.


Dengan berlari sangat kencang ia pun berusaha mengghindari dua preman yang berniat jahat kepadanya.


Akan tetapi sesampainya Monika dijalanan bukan pertolongan yang akan ia dapatkan, melainkan sebuah hantaman sangat keras yang tepat menggenai tubuhnya.


BRUAK....

__ADS_1


Darah pun mengalir dengan sangat deras di-bagian kaki bawahnya setelah menghantam kaca depan tersebut, mencoba bangkit tapi apa daya, tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk bangkit yang kemudian tubuhnya pun tersungkur dan terjatuh pingsan dengan kondisi sudah berlumuran darah.


Para preman yang melihat kejadian itu, mereka pun seketika langkahnya terhenti, dan tidak berniat inggin menolong nya melainkan malah menjauhinya. Karena tidak mau dipenjara akibat ulahnya yang akhirnya membuat gadis incarannya jadi korban.


Dan seseorang yang telah menabrak Monika ia yang tak lain ternyata adalah Claudya yang pada saat itu sedang terburu-buru inggin pergi kesuatu tempat. Akan tetapi setelah ia yang berusaha inggin menjangkau ponselnya yang terjatuh dibawah, dan tanpa menghentikan laju kendaraanya terlebih dulu tabrakan pun akhirnya tidak bisa terhindari lagi.


"Astaga apa yang barusan aku tabrak tadi, apa aku beneran menabrak seseorang ?" ucap Claudya yang tanpa menunggu ia pun melepaskan sabuk pengamannya, dan menggambil payung untuk dia gunakan untuk berteduh.


Mengetahui jika dirinya telah menabrak seseorang, ia pun lantas turun dari mobilnya dan mengecek seseorang itu, sesaat ia keluar ia pun membalikkan tubuh seseorang yang sudah tergeletak diaspal.


"Astaga," ucap Claudya yang seketika membungkam mulutnya sendiri setelah ia melihat siapa orang yang tergeletak disini.

__ADS_1


"Apa yang barusan aku lakukan, aku..aku sudah menabraknya, sekarang apa yang harus aku lakukan, astaga gimana dong ini, gak aku gak mau dipenjara, aku tidak sengaja jadi ini belum tentu kesalahan ku, kayaknya gak ada orang yang melihatku, jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus pergi dari sini, iya aku harus pergi!" tanpa berfikir yang kedua kalinya, ia pun bergegas pergi meninggalkannya


BERSAMBUNG.


__ADS_2