
"Suara ponsel berbunyi siapa yang menelfon-ku?"ucap Milli segera mengambilnya, setelah ponsel yang berada digenggaman ia terkejut lantaran bukan ponsel dia yang ada dering ponselnya.
"Itu bukanlah suara ponselku tapi suara ponsel siapa kan hanya aku yang punya ponsel didalam mobil ini?"gumamnya yang merasa cemas.
"Itu suara ponselku!" timpal salah seorang yang tak lain adalah Nenek-nenek yang tadi, terduduk bersebelahan dengan Milli. Nenek itu terlihat mulai melepaskan wajah palsu yang telah teratur semenarik mungkin. Mengancam dengan senjata pistolnya yang ia arahkan ke leher Milli pandangan Milli mulai panik.
"Kamu? Jadi kamu seorang penjahat apa yang sudah kamu lakukan bisa-bisanya kamu menyamar menjadi seorang nenek-nenek seperti tadi!"
"Cepat jalankan mobil ini menuju ketempat paling sepi jika kamu tidak ingin aku membunuhmu secara langsung tepat dihadapan-ku!"
"Baiklah aku akan menjalankan kendaraan ini, tapi biasakah anda membuang senjata anda itu? Aku janji tidak akan berteriak aku janji!"
"Mana ponselmu!"pinta seseorang itu tanpa berkata Milli langsung memberikannya.
Melajukan kendaraannya menuju ketempat yang lebih sepi dari jangkauan orang-orang mau pun pengguna jalan. Pelaku berhasil membawa Milli untuk keluar dari dalam mobil. Milli yang nampak panik takut akan terjadi sesuatu padanya ia hanya bisa mengikuti semua perintah yang diinginkan penjahat tersebut.
''Anda? Anda adalah orang yang selama ini dicari kenapa anda bisa menyelinap masuk kedalam mobilku. Apa yang ingin anda lakukan apa anda ingin membunuh ku?" tegas Milli berlalu laki-laki itu langsung mendorong Milli hinga terjatuh, Milli yang berniat ingin berlari langkahnya tidak bisa bertindak setelah pelaku yang mengancam mengunakan pistolnya.
"Aku tidak ada urusan sama anda, jika aku mau aku mampu membunuhmu sekaligus disini jadi bisakah kamu memberikan aku makanan kepadaku?" pintanya dengan raut wajah memelas-nya. Milli yang menatapnya ia hanya bisa menyetujui akan permintaannya.
"Makanan?" tanya Milli dengan wajah terkejutnya.
"Aku sangat lapar jadi saya mohon berikan makanan ringan kepadaku," pintanya lagi.
Melihat sikap laki-laki dihadapannya bersikap tidak biasa, ia langsung memberikan makanan ringan berupa roti yang berada didalam mobilnya.
"Terima kasih!" balas seseorang itu yang langsung mengigit satu roti itu secara brutal layaknya telah kelaparan setengah mati.
__ADS_1
Melihat manusia dihadapannya seperti sedang kehabisan makanan. Milli tidak tega untuk melihatnya, memberikan dua bungkus lagi kepada seseorang itu, seseorang yang mereka tahu adalah seorang buronan ia menatapnya dengan tatapan melas.
"Kenapa kamu mau memberikan roti kepada-ku? Bukankah tadi aku sudah hampir saja melukaimu?" tanya laki-laki yang berumuran 40 tahunan tersebut.
"Sebelum aku membalas pertanyaan dari anda, apa anda bersedia menjawab pertanyaan dariku? Kenapa anda seperti ini?"
"Maksudnya?"
"Anda adalah seorang buronan yang sudah dicari banyak orang lantaran kasus kejahatan yang sudah anda lakukan, tapi kenapa sekarang keadaan anda seperti seseorang yang sedang kesusahan. Bahkan saya lihat anda sangat dekil dan kurus apa beberapa hari ini anda belum makan sekali pun?" tanya Milli dengan wajah penasarannya.
"Aku menjadi buronan baru lima hari sekarang. Dan selama itu aku memang tidak ada asupan makan sama sekali, bahkan tempat tingal aku hanya mampu berteduh didalam rumah kosong yang katanya sangatlah angker. Aku melakukan semua itu bertujuan karena aku ingin menghindari kejaran dari mereka? Dari mereka yang berusaha untuk memfitnahku lebih dalam lagi," timpal laki-laki dengan pandangannya seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Milli yang mulai mendekatinya.
''Kadang aku berfikir aku ingin sekali ma*i agar aku bisa mati dengan ketenangan sekaligus bisa berkumpul dengan Putri-ku di-surga sana," balas Pria itu kemudian Milli menimpalinya.
''Membunuh banyak orang dengan cara membantai anda bisa berkata jika anda akan masuk surga apa saya tidak salah dengar?"tanya Milli dengan heran.
''Maksud anda apa berkata tentang keadilan, jika anda masih bisa berfikir tenteng keadilan terus kenapa anda tega menembak pria itu yang seperti pada berita yang beredar?"
''Dendam. Mungkin itulah yang tepat untuk aku ucapkan saat ini."
''Dendam? Dendam apa yang anda maksud itu?"tanya Milli.
Hari pertama Putriku sangatlah bahagia melihat jika dirinya keterima disalah satu universitas yang ia impikan sejak lama.
23 februari 2020 dimana hari itu hari pertama ia mulai masuk di-universitas impiannya. Hari pertama ia masuk tidak ada kejanggalan bagi Putriku, ia terlihat sangat bahagia tanpa ada kesedihan yang terpancar dari raut wajah cantiknya.
__ADS_1
Sehari setelah Putriku diselimuti rasa bahagianya esok hari, hari kedua ia masuk ke universitas, Putriku dilarikan ke-rumah sakit dalam kondisi pakaian terkoyak layaknya habis menggalami pelecehan.
Dokter yang memeriksanya ia mengatakan jika Putriku baru saja menjadi korban pelecehan, berusaha aku mengusut tuntas masalah ini aku mulai menemukan titik terang jika laki-laki bernama Burhan adalah pelaku yang sudah tega menghancurkan kehidupan Putriku.
Akan tetapi karena aku hanyalah manusia miskin kami tidak mendapatkan cukup keadilan. Apalagi dengan diri-ku yang kekurangan banyak bukti sekaligus dukungan jika Laki-laki itu memanglah pelaku yang sudah tega menghancurkan Putriku.
Beberapa hari kemudian keadaan Putriku mulai membaik dari rasa trauma yang sedang ia derita, nasib buruk tiba-tiba saja menghampiriku. Ia kabur dari Rumah, melakukan bunuh diri dengan mengikat lehernya dari bawah jembatan.
Awalnya aku berfikir jika dia memang bunuh diri karena adanya rasa trauma yang sedang dialaminya. Akan tetapi semua berbeda dari pikiran Istriku yang sempat mendengar teriakan Putriku dari dalam kamarnya sebelum ia dinyatakan hilang dan tewas gantung diri.
Apalagi menemukan satu barang bukti sebuah kalung liontin bertuliskan nama Burhan membuat saya sangat yakin jika memang benar dialah orang yang sudah menculik putriku. Dan dia juga orang yang sudah membuat nyawa Putriku melayang.
''Aku tidak meminta siapapun untuk percaya padaku? Aku hanya minta pertanggung jawaban dan keadilan!"
''Apa Laki-laki bernama Burhan itu termasuk seseorang yaang disegani dan termasuk keluarga dari golongan orang kaya raya?" tanya Milli.
''Ia dia salah satu Putra tunggal dari Pria bernama Antonio yang tak lain ia salah satu penjabat negara. Aku tidak pernah menginginkan kalian untuk mempercayai-ku. Aku janji jika nanti kedua manusia biadab itu berhasil masuk ke-penjara aku sendirilah yang akan menyerahkan diriku ke-polisi."
''Anda tenang saja untuk saat ini aku percaya sama semua ucapan anda.
''Dan untuk anda akan lebih baik mulai sekarang anda bersembunyi dibelakang ku agar kami bisa setiap hari mengawasi anda," perintah Milli.
''Baiklah tidak masalah, terima kasih sudah mau mempercayaiku," balasnya.
''iya sama-sama pak."
PENGUMUMAN
__ADS_1
MUNGKIN BANYAK YANG BINGUNG KENAPA ALURNYA JADI BERBEDA DAN JUGA MELAMBAT. SEKALI LAGI MAAF JIKA ALURNYA AGAK LAMBAT TIDAK SEUSAI YANG KALIAN INGINKAN. DAN MUNGKIN KAYA TIDAK MASUK AKAL, INI LAGI TAHAP PENGUMPULAN PEMERAN UTAMA MASUK KEDALAM SATU NEGARA KOREA SELATAN. JIKA AKU BUAT LATAR DUA NEGARA TAMBAH SULIT UNTUK MEMPERSATUKAN DUA PASANGAN INI JADI AKHIRNYA AKU NEKAT UBAH JADI SATU NEGARA AGAR TIDAK BINGUNG CARA BUAT MEMPERSATUKAN PASANGAN KEDUANYA JADI SEKALI LAGI MAAF BAGI YANG MERASA KECEWA. DAN SEKALI LAGI AKU UCAPKAN TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA BUAT KALIAN YANG SUDAH MAU MENUNGGU LANJUTAN EPISODENYA SAMPAI SEKARANG TERIMA KASIH 🥰🥰🥰
BERSAMBUNG.