JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MULAI CURIGA


__ADS_3

Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada hari ini.


Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk, dan tidak bisa diganggu membuat suasana terlihat mencekam dan sedikit tegang.


Dan kemudian setelah operasinya selesai, Brangkar yang digunakan Milli berbaring pun akhirnya dipindahkan keruangan IGD untuk mendapat penanganan selanjutnya.


"Anda masih butuh waktu untuk beristirahat jadi beristirahatlah."


"Kalau boleh tahu kapan saya boleh diijinkan untuk pulang Dok?"


"Melihat kondisimu yang baru aja melakukan operasi lebih baik kamu tunggu sampai 1/2 hari agar kondisimu bisa lebih stabil."


"Baik Dok saya akan menetap disini sampai besok."


"Baiklah ya sudah mari saya tingal dulu."


"Baik Dok."


Pergi tanpa berpamitan mau pun memberikan pesan pada Putri membuat Putri tambah semakin yakin jika sesuatu telah disembunyikan oleh Milli.


Berdiri menatap keluar jendela sembari lamunannya yang tiada henti membuat Revan yang sedari tadi memperhatikannya merasa kasihan.


"Putri kamu kenapa kok kelihatannya gelisah kaya gitu? Apa kamu masih memikirkan soal Milli?"


"Tidak ada apa-apa kok Revan aku hanya sedikit cemas saja Milli sampai saat ini masih belum memberiku kabar aku takut kalau dia kenapa-kenapa? Apalagi dia pergi tanpa berpamitan membuatku tambah semakin yakin jika ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan!"


"Putri ... Milli itu udah dewasa jadi pastinya dia bisa jaga dirinya sendiri. Dan kamu gak perlu mengkhawatirkannya seperti ini. Ingat kamu sedang mengandung jadi jangan bikin kandungan kamu jadi bermasalah karena hal ini ya?"


"Bukan itu yang aku takutkan Revan tapi aku takut kalau Milli menyembunyikan sesuatu dariku entah itu karena soal apa karena aku merasa dia seperti sedang merahasiakan sesuatu dan mencoba menghindar dariku?"

__ADS_1


"Mungkin itu hanya perasaan kamu aja, baiklah aku akan suruh Gibran untuk menjemput Milli langsung di kampusnya jadi kamu yang tenang ya," ucap Revan.


"Baiklah."


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Tuan ada apa kenapa Tuan tiba-tiba memangil ku?"


"Soal perintah yang saya tugaskan ke-kamu kemaren gimana apa kamu sudah menemukan titik terang tentang Milli?"


"Maaf Tuan sebenarnya saya belum menyelidiki apa-apa tentang Milli maafkan saya," ucapnya sembari menundukkan kepalanya.


"Kamu kenapa bisa teledor seperti ini? Cepatlah pergi ke kampus Milli sekarang aku ingin kamu menjemputnya saat ini juga. Atau kalau bisa kamu langsung minta ijin pada dosennya agar dia bisa dipulangkan lebih awal entah bagaimana itu caranya aku ingin dia pulang hari ini juga cepat pergilah!"


"Baiklah Tuan aku akan menjemputnya," balasnya segera ia pun pergi keluar dari ruangan ini.


"Tuan Revan ada-ada aja sih orang juga udah dewasa punya kaki dan tangan ngapain juga aku harus disuruh menjemput segala kesal," gerutunya sembari berjalan. Tak lama ia akhirnya sampai disalah satu kampus elit dimana kampus Milli menempuh pendidikan sekarang.


Sedangkan dari kejauhan nampak gerombolan cewek-cewek pada membicarakannya lantaran penampilan sekaligus style yang Gibran kenakan sangat berbeda dari kebanyakan kaum cowok disini.


"Gila itu cowok tampan sekali," ucap salah satu cewek.


"Iya dia tampan sekali siapa dia?"timpal cewek yang satu yang terus saja memujinya.


Mendapati gerombolan mahasiswi cantik-cantik yang sedang membicarannya, Gibran segera mendatangi mereka.


"Maaf saya ingin tanya ada mahasiswi disini yang bernama Milli kalian tahu dimana orangnya?"


"Wanita bernama Milli kenapa kamu mencarinya memangnya dia siapa anda?"

__ADS_1


"Kebetulan saya pacarnya jadi saya ingin menjemputnya karena kebetulan hari ini kita ada acara?"


"Tapi kayaknya anda harus berhati-hati dengan Wanita bernama Milli itu? Dia orangnya suka nyakitin dan yang paling penting hari ini dia tidak masuk kuliah bahkan kemaren dia juga tidak masuk jadi anda percuma kalau mau menjemputnya," ucap Wanita itu dengan tipuannya.


"Dia tidak masuk kenapa?"tanya Gibran.


"Ya kan anda kekasihnya masak anda tidak tahu apa yang terjadi dengannya aneh!"


"Baiklah terima kasih infonya," ucapnya segera ia pun pergi tanpa memperdulikan mereka lagi.


"Milli tidak masuk kuliah sampai 2 hari bagaimana mungkin ia bisa melakukannya?"gumamnya tak lama dering ponselnya pun berbunyi.


"Gimana Gibran apa kamu sudah dapat menjalankan tugas yang saya berikan tadi?"


"Maaf Tuan saya tidak berhasil menjemput dan membawa Milli kehadapan Tuan, sekarang saya sudah sampai tapi sampai detik ini saya belum tahu dimana keberadaannya. Saya mendapat info jika Milli tidak masuk kuliah sudah dua hari ini," balas Gibran yang juga mengejutkan Revan yang mendengarnya.


"Milli tidak masuk sampai dua hari kenapa? Dan apa alasannya?"


"Untuk saat ini saya juga masih bingung Tuan saya belum mendapatkan informasi lain mengenai Milli apa perlu kita memberitahu Nyonya soal ini?"


"Jangan aku minta jangan beritahu Putri kalau Milli tidak masuk, aku takut dia akan tambah semakin cemas."


"Baik Tuan."


"Sekarang mendingan kamu cepat pergi ke kediamannya aku rasa disana kamu punya jawaban kenapa dia tidak masuk."


"Baik Tuan aku akan kesana sekarang."


"Baiklah."

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2