
"Kenapa Mama belum kunjung mengabari aku soal Milli? Apa jangan-jangan Milli tambah semakin marah tidak aku tidak bisa tingal diam aku harus menyusul Mama di rumah sekarang!"
"Nona kamu mau kemana disini aja dulu!"
"Maaf aku harus pergi ada hal sangat penting yang harus aku kerjakan jadi maaf aku harus pergi!"
Setibanya Putri kediaman Mamanya, ia merasa bingung lantaran rumah yang terlihat sepi tanpa ada seseorang yang berada didalamnya.
"Kenapa Rumah ini jadi sepi seperti ini bahkan lampu-lampu tidak ada yang menyalakannya apa Mama mau pun Milli tidak datang kesini?"ucapnya segera ia melangkahkan kakinya hinga kakinya tepat didepan pintu, berniat ingin membuka tapi ia ragu apa pintunya masih terkunci tapi sesaat ia mencoba ternyata pintu masih dalam keadaan belum terkunci.
"Aneh sejak kapan Mama mau pun Milli seceroboh ini apa mereka sungguh-sungguh belum pulang?"gumamnya yang merasa bingung dan terus saja melangkahkan kakinya memasuki kediamannya tersebut.
Langkahnya yang mulai masuk kedalam rumah besarnya. Kakinya yang perlahan-lahan mulai masuk diruang tamunya tapi pemandangan apa yang ia lihat saat ini hanyalah pemandangan gelap gurita yang membuatnya hampir terjatuh akibat tanpa adanya sinaran cahaya.
Menekan lampu yang terdapat dikanannya pandangannya seketika dikejutkan dengan hadirnya semua orang yang sudah menyambutnya. Dengan bersamaan petasan kertas yang seketika membuat Putri yang tidak percaya dan hanya bisa membungkam mulutnya sendiri.
"Ini apa yang sebenarnya terjadi kenapa kalian semua ada disini? Dan petasaan ini apa maksud dari semuanya?"
"Kamu apa sama sekali gak sadar kak jika hari ini itu hari ulang tahun kita? Tanggal 4 Oktober apa Kaka lupa jika hari ini hari dimana kita dilahirkan?"
__ADS_1
"Apa sekarang benar-benar tanggal 4 oktober?"
"Iya sekarang ini tanggal 4 Oktober selamat kak," ucap Milli yang hanya bisa memeluk puas kakaknya.
"Terus kemarahan kamu tadi apa semua itu sudah jadi perencanaan kamu? Apa kamu yang sudah mengatur rencana untuk mengerjai-ku yang seakan-akan kamu sangat membenciku?"tanya Putri yang masih tidak mempercayainya.
"Maaf Kak aku benar-benar terpaksa melakukan semua itu karena aku gak ada cara lain untuk mengerjai Kak Putri jadi maaf ya?"
"Syukurlah sayang kamu hanya berpura-pura aku tidak bisa membayangkan jika kamu benar-benar membenciku sewaktu dulu. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan jika hal yang paling menyakitkan itu benar-benar terjadi lagi aku tidak bisa membayangkan semuanya," timpal Putri yang hanya bisa membalas pelukan erat tersebut.
"Kakak tenang saja aku hanya membenci kak Putri sekali, setelah itu aku janji aku tidak akan pernah membenci kak Putri lagi jadi Kakak tenang saja ya?"
"Baiklah berhubung Mama sudah sangat tidak sabaran ingin mencicipi kuenya kita akan memotongnya," timpal Puyri.
Memotong perlahan Kue ulang tahun yang berada tepat dihadapan mereka. Putri mau pun Milli akhirnya memberikan potongan pertama pada orang yang paling mereka sayangi yaitu Mamanya.
Setelah potongan pertama sama-sama mereka kasihkan kepada Mama tercintanya.
"Sekarang kak Putri sudah tahu kalau aku hanya berpura-pura, jadi Kakak gak masalah kan kalau kakak harus menerima permintaan Mama yang tadi soal pemegang Resors ini?"tanya Milli mencoba meyakinkan kakaknya.
__ADS_1
"Maaf Milli untuk pemegang Resors ini aku masih belum sanggup. Aku masih belum bisa maafkan aku!"
"Baiklah jika kak Putri tidak bersedia menjadi pemegang Resors ini apa Kak Putri bersedia jadi pemegang perusahaan yang ada di Seoul?"
"Di seoull?"tanya Putri dengan wajah tidak percayanya.
"Iya sayang Mama dan juga Adik kamu sudah sangat sepakat jika kamulah yang akan pemegang perusahaan Mama yang ada disana. Mama sudah mulai tua dan pastinya tenaga Mama tidaklah sama seperti dulu jadi kamu gak masalah kan kalau kamu yang Mama tugaskan untuk memegang kendali perusahaan itu?"
"Tapi Ma, apa harus sejauh itu?"
"Mama rasa kamu harus menerima permintaan Mama itu. Apalagi Mama dan Adik kamu juga tahu kalau kamu lagi dalam pemulihan setelah hancurnya semua keinginan kamu. Dan Mama rasa dengan berpindah ke Seoul kamu akan bisa lebih baik dan pastinya dengan cara ini kamu bisa terhindar dari Pria yang bernama Revan itu kamu harus bangkit. Dan buktikan pada semua orang kalau kamu tidaklah lemah sayang kamu harus membuktikannya dan dengan cara inilah kamu pasti berhasil menggapai semuanya jadi gimana sayang apa kamu sudah setuju dengan keinginan Mama ini?"
"Saat ini Putri masih belum bisa berfikir dengan jernih Ma, jadi bolehkah aku memikirkan masalah ini terlebih dulu. Beri aku kesempatan dua hari untuk memikirkan semuanya apa Mama tidak keberatan?"
"Mama tidak akan pernah keberatan kok sayang. Apalagi ini soal masa depan kamu sendiri jadi Mama ijinkan kamu untuk memikirkan masalah ini, Mama berharap kamu benar-benar bisa memutuskan keputusan yang terbaik untuk saat ini jadi pikirkanlah," ucap Mamanya dengan memberikan tepukan pada pundak Putri.
"Baik Ma sekali lagi terima kasih ya," ucap Putri yang terlihat masih bingung dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1