JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKANKAH REVAN SUNGGUHAN MEMUJINYA


__ADS_3

"Revan itu undangan apa?"tanya Putri ketika melihat Revan yang baru aja sampai.


"Ini undangan temanku yang mau menikah, oh iya kamu mau gak ikut aku menghadiri acara pernikahan temanku ini?"


"Revan kamu itu bodoh atau gimana kamu gak salah mau ajak wanita kampung seperti dia untuk kamu ajak ke acara pernikahan teman kamu yang super kaya itu! Kamu mau malu-maluin nama baik kamu dihadapan banyak orang termasuk teman-teman kamu?"sahut Mamanya yang secara langsung.


"Ma! Mama ini apa-apaan sih Putri itu bukanlah wanita kampung, dia itu wanita baik tapi kenapa Mama selalu menghinanya seperti itu?"


"Sudahlah Ma, Revan gak mau membahasnya lagi, Revan ingin masuk ayo put kita masuklah!"ajaknya yang langsung menarik tangan Putri.


"Revan kamu kenapa malah marah seperti tadi? Apa yang dikatakan Mama kamu memanglah benar! Aku memang Wanita kampung jadi kamu gak seharusnya memarahi Mama kamu apalagi Mama itu Mama kandung kamu sendiri kamu tidak boleh durhaya seperti itu?"


"Putri kenapa kamu malah membela Mama? Kamu sudah tahu apa yang dikatakan Mama sangat menyakiti perasaan kamu, tapi kenapa kamu malah masih bersikap baik seperti itu?"


"Jahat atau tidak Mama kamu itu Mama mertuaku sendiri, jadi aku tidak bisa menyalahkan Mama kamu apalagi aku tahu dia sangat marah dan membenciku semua ini terjadi karena ke-salah pahaman, jadi aku tidak akan membencinya sekali pun," timpal Putri secara langsung.


"Putri kamu sungguh wanita yang sangat bijaksana Put? Kamu sesosok wanita yang berbeda dari wanita yang lain," batin Revan yang mulai kagum akan diri Putri.


"Revan kamu baik-baik saja?"tanya Putri yang membuyarkan lamunannya.


"Tidak, aku tidak apa-apa kok sama seperti yang aku katakan barusan kamu mau kan mendampingiku nanti malam?"


"Tapi Revan benar yang dikatakan Mama kamu aku tidak pantas untuk datang kesana, jadi lebih baik jangan ya?"


"Baiklah kalau kamu tidak mau ikut, aku juga akan berangkat simpel kan?"


"Revan kamu kenapa malah kaya ke-kanak Kanakan seperti ini? Dia itu teman kamu jadi mana mungkin kamu tidak akan datang?"


"Jadi kamu mau kan mendampingiku?"tanya Revan lagi dengan tersenyum.


"Baiklah aku mau," balas Putri yang nampak malu.


Malam harinya Putri lah yang akan mendampingi Revan di acara pernikahan temannya, Revan merasa sangat senang karena akhirnya dengan cara seperti ini dia bisa menghabiskan waktu berdua bersama dengan Putri.


Sedangkan Putri yang juga ikut senang dalam menyambut acara ini, tapi yang bikin dia bingung dia harus berpenampilan seperti apa ketika menghadiri acara itu. Belum lagi Putri juga tahu jika pastinya orang yang akan menghadiri acara tersebut juga dari kalangan pengusaha kaya raya.


"Aku gak mau mengecewakan Revan dengan penampilan yang agak norak seperti ini, tapi aku harus berpenampilan seperti apa? Karena aku juga sadar bajuku tidak ada yang pantas untuk kalangan pengusaha seperti mereka?" ucap Putri yang merasa sangat bingung. Dan kemudian tanpa Putri sadari ternyata Revan memperhatikan gerak gerik Putri.


"Kamu kenapa bingung?" tanya Revan yang kemudian membuat Putri pun terkejut.


"Revan kamu sejak kapan disitu? g

__ADS_1


Gak aku gak bingung kok. aku hanya ...," ucap Putri yang bingung harus berkata apa sembari ia yang menyembunyikan sebuah baju yang dia sembunyikan dibalik tubuhnya.


"Apa itu?" tanya Revan yang perlahan-lahan mulai mendekati Putri. sedangkan Putri yang mulai tegang ia pun mundur perlahan-lahan.


"Revan apa yang mau kamu lakukan? Apa kamu inggin melakukan hal lain?" tanya Putri yang mulai was-was ketika Revan mendekatinya dengan cara seperti ini.


"Nanti kamu juga akan tahu!" jawab Revan dengan sedikit tersenyum.


Setelah pandangan mereka semakin dekat, Revan mulai mendekatkan wajahnya. Dan ia pun memberi tatapan manis pada Putri, merasa tambah lebih dekat dari arah pandangannya akhirnya Putri pun mulai memejamkan matanya.


Akan tetapi ternyata dugaan Putri sangatlah salah. Jika ia tadinya mengira kalau Revan akan menciumnya, ternyata semua dugaan itu sangatlah tidak benar yang ternyata adalah. Niat Revan mendekati Putri itu hanya karena dia inggin mengambil baju yang tadinya telah disembunyikan oleh Putri dari balik tubuhnya.


"Kenapa? Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memejamkan mata kamu seperti itu? Apa kamu sangat menginginkan ciuman dariku?"ledek Revan yang akhirnya berhasil membuat Putri merasa malu dan hanya bisa terdiam.


Bisik Revan yang kemudian membuat Putri sedikit salah tingkah dan sedikit menahan malu. Sedangkan Revan ia hanya tersenyum melihat tingkah Putri saat ini.


"Tidak, siapa bilang! jawab Putri yang sedikit malu yang akhirnya ia pun mengigit bibirnya sendiri.


"Terus ini apa maksudnya? Kenapa kamu menyembunyikannya dariku? Apa kamu malu mengunakan pakaian seperti ini?' tanya Revan pada Putri.


"Bukan aku yang malu, tapi aku hanya tidak mau mengecewakan kamu saja, aku takut dengan penampilanku yang norak nanti. Aku malah akan membuat kamu malu didepan teman-teman kamu nanti!" jawab Putri yang menundukkan pandangan kebawah.


"Baiklah jika kamu tidak mau mengecewakanku kamu ikut aku sekarang!" ajak Revan yang kemudian ia pun mengandeng tangan Putri.


"Udahlah nanti kamu juga akan tahu!" jawab Revan yang kemudian ia membawa Putri untuk pergi ke suatu tempat.


_______________________________


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam lamanya. Akhirnya mereka sampai juga disalah satu salon termewah yang letaknya tak jauh dari kediamannya Revan.


Merasa bingung kenapa Revan membawanya kemari, ia pun lantas bertanya.


"Kenapa kamu membawaku kesini? Ini kan salon mahal?" tanya Putri.


"Sudah daripada kamu banyak bertanya mendingan kita masuk aja!" ajak Revan yang kemudian ia pun berbicara pada pemilik salon ini.


"Tante saya titip istri saya ini ya, buat dia secantik mungkin, soal biaya berapapun saya akan membayarnya," pinta Revan pada salah satu pemilik salon ini.


"Baiklah saya akan merubahnya secantik mungkin, kamu tinggal nunggu hasilnya nanti,"jawab wanita itu kepada Revan.


"Baik tante saya akan menunggunya!"

__ADS_1


Setelah sejam lamanya Revan menunggu, tak berapa lama akhirnya pemilik salon pun keluar.


"Gimana tante? Apa sudah selesai?" tanya Revan pada wanita tersebut.


"Semuanya sudah teratasi tuan. Jadi Putri kamu keluarlah!pinta Wanita tersebut, yang kemudian dengan perlahan Putri pun keluar dari salah satu ruangan ganti.


Sedangkan Revan yang ketika melihat Putri yang baru saja keluar dari ruangan tersebut. Dari bawah sampai keatas ia pun terkejut ketika melihat perubahan Putri yang cantik sangatlah luar biasa. Dengan mengunakan balutan gaun berwarna pink muda yang menghiasi tubuhnya, ditambah lagi dengan ikat bandu yang menghiasi kepalanya membuatnya tambah semakin cantik.


"Astaga ini beneran Putri? Dia ... Dia beneran sangat cantik?" batin Revan yang kemudian dia pun tersenyum.


"Dimana menurutmu? Apa kamu pantas memakai pakaian mahal seperti ini?" tanya Putri pada Revan dengan wajah malunya.


"Kamu jangan punya fikiran jika kamu tidak pantas berpakaian seperti ini. Karena walaupun kamu berpakaian yang berharga murah sekalipun kamu akan terlihat tetep cantik. Apalagi kecantikan pertama itu bukan berasal dari wajah tapi berasal dari hati. Apa kamu mengerti!"puji Revan yang tanpa sengaja telah berhasil membuat bibir Putri bisa tersenyum manis.


"mmmm iya aku mengerti," jawab Putri yang tersenyum.


"Ya sudah karena kita sudah siap. Gimana kalau kita berangkat sekarang aja!"


"Itu ide bagus!"


"Tapi kamu berhati-hati ya jalannya, aku tidak mau janin yang ada dikandungan kamu akan terluka nanti!"


"Iya aku akan berhati-hati,"ucapnya lagi.


"Ya sudah kita berangkat,"balasnya.


"Baiklah ayo."


Kemudian mereka pun melakukan perjalanan menuju ketempat acara tersebut, Setelah perjalanan yang mereka tempuh sekitar setengah jam.


Akhirnya tak berapa lama mereka pun sampai juga di lokasi itu, setelah sampai diparkiran Mobil, sesegera Revan pun keluar dari Mobil terlebih dulu. Yang kemudian hal pertama yang dia lakukan adalah dia membukakan pintu Mobil untuk Putri.


"Silahkan?" ucap Revan sembari membuka pintu tersebut.


"Terima kasih," jawab Putri dengan tersenyum.


"Ya sudah mari kita masuk," pinta Revan yang kemudian dia pun meminta Putri untuk mengandeng tangannya itu.


"Hm...baiklah!" ucap Putri yang kemudian ia pun mengandeng tangan Revan.


"Terima kasih," jawab Revan dengan membalas senyumannya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2