JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
PERTEMUAN TANPA SENGAJA


__ADS_3

Sedangkan disisi lain Milli yang melihat ada seorang ibu yang kira-kira berumur 45 tahunan yang sedang hamil tua dan berdiri tepat disamping pria itu. Merasa kasihan kepada ibu itu dan kesal terhadap laki-laki yang bersikap seperti tidak perduli terhadap orang lain, dengan beraninya Milli pun langsung menarik handset yang masih tertempel di-kuping Pria tersebut.


Karena terkejut dengan apa yang dilakukan gadis itu, Pria itu pun langsung terbangun


"Hey apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menarik alat pemutar musikku, apa kamu terganggu atau lagi ada masalah dengan-ku?" gertak balik Pria itu dengan tatapan agak melotot.


"Hey harusnya Lo itu nyadar disini ada ibu-ibu yang sedang butuh tempat duduk apa tidak terpikirkan olehku untuk membantunya?"


"Baru kali ini aku lihat ada cewek yang peduli sama seseorang yang sama sekali tidak dia kenal?"batin Pria itu yang kemudian malah melamun.


"Hey kenapa kamu malah diam, apa kamu budek?"bentak Milli lagi.


"Baiklah maaf Tante atas tindakanku yang tidak pantas ini, jadi mendingan sekarang tante duduk disini biar saya yang berdiri?"


"Apa kamu serius?"


"Iya saya serius duduklah?"


"Baiklah terima kasih?"

__ADS_1


" Iya Sama-sama Tante?" balasnya dengan memberikan sebuah senyuman.


"Apa lo puas!" ucap Pria sembari menatap kearah Milli.


"Dasar!" balas Milli yang kemudian membuang mukanya dan menatap kearah samping.


Karena tidak ada tempat duduk lagi yang tersisa, akhirnya mau gak mau mereka pun ikut berdiri juga yang tempatnya tak jauh dari tempat Milli berdiri saat ini.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa jangan-jangan kamu masih kesemsem ya sama ketampanan-ku ini?" ucap Pria itu sedikit agak meledek.


" Gini nih kalau orang yang pedenya terlalu tinggi jadi dia sering ngawur kalau ngomong? Aku kasih tahu ya daripada aku lihatin kamu lebih baik aku lihatin tuh tiang listik, yang tingginya mirip sama kamu?" sindirnya sambil terlihat jutek.


"Yee dasar udah jutek ngatain lagi?" Balasnya yang agak jutek.


"Mas, Mbak lebih baik kalian jangan berdebat seperti ini terus, kata orang kalau orang yang sering berdebat seperti ini pasti ujung-ujungnya bakal jadian suatu saat nanti. Karena ada kemungkinan mereka itu berjodoh?" ucap salah satu orang yang juga penumpang di-bis ini.


"Mbk ini lucu ya, ya gak mungkinlah dia itu jodohku pria tidak punya hati seperti mah sama sekali bukan tipeku seseorang gak punya hati seperti dia!" timpalnya.


Baru aja perdebatan mereka selesei, kejadian tak terduga pun terjadi yang akhirnya membuat mereka pun saling adu mulut. Dikarenakan ada seekor kucing yang menyebrang dengan sembarangan dan hampir saja tertindas oleh Bis itu, bis yang tadinya melaju dengan kecepatan cukup tinggi seketika sang supir pun langsung mengeremnya yang akhirnya membuat Milli dan juga Pria itu yang hanya berpegangan pada tiang pun seketika terkejut dan mereka pun akhirnya sama-sama terjatuh dalam satu pelukan.

__ADS_1


Dengan posisi Milli yang jatuh tepat di-dada bidangnya dengan tatapan mereka yang akhirnya membuat mereka pun sama-sama melamun dan menatap kearah satu sama lain. Hampir 10 menit mereka melamun akhirnya kesadaran mereka pun tersadar setelah ada salah satu penumpang yang meledeknya.


"Sudahlah jangan pelukan terus, iri kita melihatnya?" ledek salah satu penumpang yang akhirnya membuat Pria itu dan juga Mili pun tersadar dan bergegas terbangun.


Melihat posisi Milli yang berada tepat diatas tubuh Pria itu akhirnya membuatnya pun seketika menghempaskan tubuh Milli kesamping. Karena terkejut dengan apa yang terjadi pada mereka saat ini.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan berani sekali kali mengambil kesempatan seperti ini, kamu pasti sengaja kan peluk-peluk aku tadi ayo ngaku?"ucap Milli yang merasa kesal.


"Hey apa kamu udah gila, apa kamu tidak lihat tadi pak Supir sendiri yang tiba-tiba menggerem laju setirnya, jadi kalau kamu mau nyalahin orang salahin pak supirnya Dan aku kasih tahu kamu daripada aku harus peluk wanita mak lampir seperti kamu lebih aku peluk tuh tiang listrik sono?" ucap Pria itu sembari menunjuk kearah tiang listik yang berdiri tegak dipinggir jalan.


"Ya sudah kalau kamu mau peluk tuh tiang listrik peluk saja biar sekalian kesetrum, dahlah malas berdebat terus sama laki-laki gesrek seperti kamu jadi lebih baik aku pergi saja?"


"Ya sudah pergi saja lagian siapa juga yang mau lo ada disini cepat pergi?" usirnya dengan memaksa.


"Ist..dasar lo ya?" kesel Milli yang kemudian Milli yang hendak akan pergi, dia tak sengaja menginjak kaki Pria itu yang akhirnya membuatnya tambah kesal.


"Aw..kau? Berani sekali kamu menginjak kaku?" teriaknya.


"Bodoh!" jawabnya yang kemudian dia pun pergi dan turun dari bis ini.

__ADS_1


"Dasar gadis tidak waras sudah tau kalau dia yang salah pake acara nyalahin gue lagi. Memang bener ya semua wanita itu sama aja tidak ada yang mau disalahin.


BERSAMBUNG


__ADS_2