
Berada dalam satu ruangan kerja yang sama, Putri mau pun Gibran yang terlihat sibuk dengan kerjaannya masing-masing. Ditambah lagi dengan banyaknya laporan kerja yang membuat keduanya tak henti-hentinya berpaling dari pandangan lagi.
Sesaat Putri yang melirik kearah Gibran, ia mendapati Gibran yang sedang mengigit ujung bulpoin-nya sembari fokus pada pandangan bawahnya yang seakan-akan sedang ada sesuatu yang ia pikirkan.
Lamunan Gibran yang sedari tadi dipanggil olehnya pun tidak kunjung ada balasan hinga Putri melemparkan kertas yang sengaja ia genggam kemudian ia gunakan buat menyadarkan akan lamunannya.
Terkejut Gibran spontan melirik kearah Putri dengan wajah terkejutnya.
"Maaf Nyonya ada apa? Apa Nyonya memanggilku?"tanyanya dengan wajah cukup bingung.
"Kamu kenapa apa ada masalah yang terjadi denganmu?"tanya Putri Gibran yang mendengar ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kamu hanya menggelengkan kepala apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?"tanyanya lagi.
"Tidak ada apa-apa kok Nyonya, saya hanya ada masalah sedikit yang saya pikirkan ini tidak terlalu penting jadi gak perlu dibahas lagi,"timpalnya tapi terlihat Gibran masih memikirkan akan sesuatu.
"Gibran saya tahu kalau kamu ada masala, pertama kamu tumben tidak fokus dengan pekerjaan kamu? Kamu ada masalah ayo katakan?"
"Tidak Nyonya saya katakan sekali lagi saya tidak ada masalah kok, hanya saja saya merasa ada yang kurang pada diri saya. Oh iya Nyonya mumpung besok hari libur apa saya boleh ijin pulang ke Jakarta satu hari saja? Jika Nyonya setuju dan mengijinkan saya, saya ingin pulang nanti sore berhubung tiketnya masih ada apa Nyonya mengijinkan?"
"Ada apa Gibran? Kenapa kamu tiba-tiba ingin pulang apa kamu tidak betah kerja dengan saya? Atau mungkin ada seseorang yang sedang kamu rindukan?"tanya Putri yang spontan membuat Gibran terlihat sedang gundah ingin membalas apa.
" Itu Nyonya bukan seperti itu Nyonya, maksud saya, saya ingin pulang karena ada hal penting yang mau saya selesaikan disana jadi apa Nyonya mengijinkan saya?"
"Kamu akan kembali lagi kan?"
"Iya Nyonya saya akan kembali kok nanti."
"Baiklah saya ijinkan kamu!"
"Baik Nyonya terima kasih."
"Iya sama-sama, jika kamu ingin segera pulang saya mengijinkan mu untuk pulang cepat jadi bersiaplah?"
"Baik Nyonya saya akan bersiap-siap sekali lagi terima kasih,"ucapnya dengan membalas menundukkan kepalanya.
"Apa yang sebenarnya ia pikirkan sekarang, ia tidak seperti Gibran yang kadang aku lihat apa ada sesuatu yang ia sembunyikan? Atau mungkin ia sedang rindu akan seseorang karena yang aku tahu Gibran itu hanya anak tunggal. Bahkan orang tuanya telah lama meninggal jadi apa masalah yang ingin Gibran selesaikan di Jakarta?"batinnya yang merasa terheran-heran.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Melangkahkan kakinya keluar dari universitas. Milli yang nampak tenang tak memikirkan akan sesuatu yang terbenam dalam pikirannya.
Ia dikejutkan dengan hadirnya seseorang yang tiba-tiba mendatanginya dengan memberikan satu batang bunga mawar merah kesukaannya.
"Maaf terimalah!"ucap seseorang laki-laki tampan yang menjulurkan mawar tersebut padanya.
"Maaf ini apa maksudnya aku tidak bisa menerima dengan sembarangan mawar dari orang lain, jadi maaf aku menolaknya,"balas Milli yang menolak secara lembut.
"Tapi maaf mawar ini bukan dari pemberianku. Ada seseorang yang menyuruhku untuk memberikan ini pada anda terimalah!"
__ADS_1
"Pemberian dari orang lain siapa?"tanya Milli nampak penasaran.
"Yang jelas seseorang itu menjadi pengagum rahasia mu, yang jelas saya hanya mendapatkan perintah jadi terimalah,"timpal laki-laki itu lagi.
"Baiklah aku akan menerimanya terima kasih."
"Sama-sama,"timpal seseorang itu yang kemudian cabut dari hadapan Milli.
"Siapa seseorang yang memberikan bunga ini untuk ku? Dari pada ia tahu kalau aku suka mawar merah?"gumamnya kemudian seseorang lagi-lagi mendatanginya dengan memberikan sebukit mawar merah untuknya lagi.
"Maaf ada titipan mawar untuk anda mohon terimalah!"
"Dadi siapa Pak?"tanya Milli nampak penuh dengan keheranan.
"Yang jelas ada seseorang yang menjadi pengagum rahasia anda mohon terimalah!"
"Baik Pak terima kasih."
"Sama-sama,"ucapnya yang lagi-lagi seseorang itu cabut dari pandangan Milli.
"Aneh bagaimana bisa aku mendapatkan pengagum rahasia seperti ini? Aku bukanlah artis papan atas mau pun Artis Tiktok tapi kenapa ada aja seseorang yang mengagumi ku tapi siapa dia?" Merasa terheran, Milli yang melihat ada sepucuk kertas berwarna pink ia lalu mengambil dan membacanya.
JIKA ANDA PENASARAN AKAN SIAPA SAYA, TEMUI LAH SAYA DI TAMAN PERMATA INDAH, DISANA ANDA AKAN TAHU SIAPA SAYA.
Beberapa kata yang tercantum pada kertas berwarna pink tersebut. Milli yang sudah dipenuhi rasa penasaran akan siapa sosok seseorang itu, tanpa memikirkan kedua kalinya ia bergegas melangkahkan kakinya mendatangi seseorang yang telah memberikan bunga mawar ini untuknya.
Dan tak mau menunggu lebih lama, Milli pun akhirnya telah sampai di taman yang ditujukan tadi.
Pandangannya yang melihat kanan mau pun kiri, dengan penuh waspada Milli mulai memperhatikan situasi disekitarnya. Tanpa menyadari jika taman ini sangatlah sepi berbeda dari biasanya ia mulai nampak curiga.
Tak lama muncullah seorang pria yang wajahnya sengaja ditutupi dengan kain masker berwarna hitam. Perlahan-lahan seseorang itu berjalan kearahnya dengan langkahnya yang semakin pelan.
Membekap mulut Milli dari belakang yang sengaja ia kasihkan obat bius, tanpa menunggu lama obat bius itu pun akhirnya mulai merasuk, Milli yang mencoba memberontak kesadarannya seketika mulai menghilang hingga tidak membutuhkan waktu lebih lama Milli akhirnya jatuh pingsan.
Mengangkat dengan langsung, salah satu Taksi datang menghampirinya, berlalu pria itu memasukkan tubuh Milli kedalam belakang mobil taksi didampingi seseorang yang barusan membekapnya tadi.
"Ayo Pak jalan sekarang,"perintah seseorang itu yang langsung membuka masker penutup wajahnya. Menunjukkan raut wajah tampannya yang mampu membuat siapa pun Wanita akan tergoda kepadanya.
"Maaf sekarang apa yang harus saya lakukan?"tanya Supir itu nampak bingung dan sedikit panik.
"Anda gak harus takut melihat pemandangan ini. Saya hanya ingin meluapkan rasa rindu saya pada seseorang yang baru sadar jika saya sangat mencintainya. Jika anda merasa canggung anda bisa menutup kuping anda yang seakan apa yang anda lihat mau pun dengar tidak pernah anda dengarkan."
"Baiklah,"ucapnya yang hanya menundukkan kepalanya.
"Agar anda tidak bingung anda boleh menjalankan laju kendaraan ini, terserah anda mau bawa kita kemana yang jelas terakhir saya mau anda kembali lagi ke taman ini,"timpal Pria tampan tersebut yang tak lain ialah Gibran.
Hanya menganggukkan kepalanya, menyetujui akan semua permintaan pria bernama Gibran, Supir tersebut segera menjalankan laju kendaraannya kembali. Sedangkan Milli yang masih belum tersadar akibat obat bius yang barusan ia terimanya, ia masih nampak terlihat sangatlah cantik biar pun salam keadaan tidak sadarkan diri.
Merasa aneh dengan apa yang dilakukannya saat ini, Gibran yang hanya memandangi Milli dengan tatapan tulus sedikit senyuman yang terukir dalam bibir manisnya. Ia sesekali membelai wajah Milli sekaligus pucuk rambut yang terlihat mulai menutup wajah cantik lan manisnya.
__ADS_1
"Kadang aku berfikir apa aku sudah gila sampai-sampai aku bisa melakukan hal kriminal seperti ini. Aku memang selama ini terlihat sangat membenci mau pun kesal kepadamu, tapi aku sadar dengan berjalannya waktu aku mulai menyadari dengan semua ini. Apalagi sadar setelah jarak yang kita lalui cukup sangat jauh membuat rasa rindu yang ada dalam hatiku ini yang tanpa aku sadari hanya bisa memikirkan kamu Mil. Bahkan merasa aneh pada diriku sendiri aku pun tak tau, jadi maaf jika aku harus membuatmu panik seperti tadi maafkan aku,"batin Gibran yang hanya bisa tersenyum, dengan pandangannya yang tak henti-hentinya berpaling dari arah lain.
30 MENIT KEMUDIAN
"Maaf Tuan saya sudah menjalankan laju sudah hampir 30 menit. Apa saya perlu memutar satu kali lagi agar anda bisa leluasa memandangi Wanita yang anda sukai ini?"tanya Supir kemudian Gibran menimpalinya.
"Tidak perlu Pak, saya sudah bisa menyembunyikan rasa rindu saya padanya. Setelah ia sadar saya minta anda jangan beritahu dia yang macam-macam apa anda mengerti!"
"Iya Tuan saya mengerti!"
"Terimalah ini upah sekaligus ongkos hari ini,"timpal Gibran dengan memberikan dua lembar nominal 100 ribu pada supir tersebut.
"Terima kasih tuan terima kasih."
"Sama-sama, oh iya sekalian saya titip surat ini untuknya. Bapak tingal memberikannya disaat ia sudah tersadar,"balas Gibran segera ia turun dari taksi sebelum Mili tersadar.
"Baik Tuan sekali lagi terimakasih, terima kasih,"ucap supir sedangkan Gibran mulai hilang dari pandangannya.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
"Aku kenapa bisa ada disini bukankah tadi seingat aku? Ada seseorang yang membekap mulutku tapi kenapa aku masih ada disini? Pak bapak gak mungkin menodai saya kan? Bapak kan seseorang yang sudah menculik saya apa jangan-jangan bapak ingin menjual saya pada lelaki hidung belang kan?"
"Maaf Mbk saya tidak tahu apa-apa. Saya hanyalah seorang supir, tadi ada pemuda tampan yang tiba-tiba memasukkan anda kedalam mobil taksi ini, kemudian ia memberikan satu buat surat ini pada saya untuk dikasihkan ke anda hanya itu saja Mbak saya tidak tahu apa-apa?"
"Surat? Bolehkah saya minta surat itu?"
"Baik Mbk ini!"timpalnya dengan menjulurkan surat tersebut padanya.
Membuka perlahan lembaran surat itu. Milli dengan berhati-hati ia membaca surat tersebut.
"JANGAN SALAH FAHAM PADA BAPAK INI. AKU MENCULIK MU HANYA KARENA SAYA INGIN MEMANDANG-MU DENGAN PUAS. AKU SADAR AKU SANGAT RINDU AKAN DIRIMU JADI TERIMA KASIH SUDAH MEMBERIKANKU WAKTU UNTUK MEMANDANG MU TERIMA KASIH.
"Ini apa maksud dari isi surat ini. Dia menuliskan surat seperti ini setelah menculik-ku apa dia itu penggemarku?"
"Bisa jadi Mbk, dia laki-laki yang sangat tampan jadi saya rasa akibat rasa kagumnya pada anda dia melakukan cara seperti ini,"timpal supir tersebut.
"Apa bapak tahu dengan jelas seperti apa wajah dari Pria itu?"
"Yang jelas dia sangat tampan, tadi setelah memasukkan anda kedalam sini ia memang sempat memandang wajah anda penuh dengan aura kekaguman hanya itu saja mbk dia tidak bertindak lebih jadi jangan berprasangka yang buruk!"
"Baiklah aku mungkin masih agak mungkin dengan maksud yang Pria itu tuliskan. Ya sudah terima kasih sekarang bapak bisa lanjutkan perjalanan bapak tapi saya minta diturunkan disini aja dan ini upah buat Bapak,"pintanya.
"Nona serius ingin turun disini?"
"Iya entah kenapa saya merasa tak akan jadi akan lebih baik saya turun aja. Dan ini upahnya pak!"ucapnya lagi dengan memberikan uang.
"Tidak usah membayar Nona Pria tadi sudah membayar lebih pada saya, jadi tugas saya hanya mengantar anda."
"Baiklah kalau gitu sekali lagi terima kasih."
__ADS_1
"Baik sama-sama."
BERSAMBUNG.