JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKANKAH PUTRI BENERAN AKAN MEMPERJUANGKANNYA


__ADS_3

"Kemana kamu membawaku pergi, kamu gak lagi mencoba mengerjai ku kan?" tanyanya yang kemudian pun menurunkannya.


"Kita sekarang sudah sampai ditempat yang dimana tempat ini adalah tempat favoritku. Dan disini sangatlah indah dan udaranya juga sangat segar, pastinya kamu juga bisa merasakannya kan sekarang?"


"Iya, aku memang bisa merasakan udara disini, tapi sayangnya aku tidak bisa melihat keindahan pemandangan seperti yang kamu maksud. Dan aku tidak percaya kalau tempat ini seindah yang kamu katakan tadi, bagiku tempat ini sangatlah biasa sama halnya seperti tempat yang lainnya. Jadi sudahlah ayo kita pergi sekarang aku tidak betah disini jadi ayo kita pergi," ajaknya yang berniat akan pergi tapi Revan melarangnya.


"Apa kamu berkata seperti itu karena kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan barusan. Apa kamu sangatlah sulit untuk bisa mempercayaiku, tapi sudahlah itu tidaklah penting. Karena aku tahu butuh waktu untuk membuatmu percaya karena aku juga tahu kamu belum mencintaiku sepenuhnya. Dan sama halnya aku yang masih belum mencintai mu, tapi aku yakin suatu saat nanti perasaan kamu untukku sudahlah ada kamu juga akan percaya jika tempat ini memang sangatlah indah. Dan satu hal lagi disini dipenuhi dengan ribuan bunga mawar putih mau pun mawar merah dan mungkin sekarang nampaknya biasa lantaran bunga-bunga disini belum bermekaran secara serentak dan nanti tanggal 14 yang dimana jika dihitung dari hari sekarang tingal menunggu dua hari lagi untuk melihat pemandangan indah itu jadi pertanyaan ku apa kamu bersedia menemaniku untuk datang lagi kesini?"tanya Revan tapi Putri masih nampak diam tak menanggapinya.


"Sebenarnya apa yang kamu banggakan dari aku Revan? Kamu tahu aku Wanita kampung yang tidak setara dengan Wanita ideal yang seperti kamu inginkan tapi kenapa kamu sangat sulit untuk melepaskan aku kenapa?"


"Aku tidak bisa menjelaskan pertanyaan apa yang barusan kamu katakan barusan. Aku hanya ingin jawaban dari pertanyaan aku tadi apa kamu bersedia menemani ku disini tepat tanggal 14 nanti?"


"Bisa atau tidak aku rasa aku tidak akan bisa menemani kamu. Aku hanya Istri kedua? Istri kedua yang tidak pernah dinginkan jadi jangan paksa aku untuk melakukan penghianatan pada sahabat ku sendiri jangan?"

__ADS_1


"Baiklah aku tahu apa maksud dari ucapan kamu tadi jadi kamu gak harus menjawab pertanyaan yang barusan aku tanyakan. Baiklah ini sudah malam ayo kita pulang aku kira dengan tujuan kita kesini kamu bisa merasa lebih lega tapi ternyata tidak! Baiklah ayo kita pulang," ucap Revan yang jalan terlebih dulu kemudian Putri menyusulnya.


Malam harinya jam yang telah menunjukkan pukul 22:00 malam waktu bagi semua orang untuk mengistirahatkan sejenak tubuh yang sudah seharian melakukan aktifitas setiap harinya yaitu kerja.


Dan jam itu juga bagi para mahluk halus melakukan aktifitas biasanya yaitu bergentayangan. Akan tetapi berbeda dengan Putri jika semua orang sudah pada tertidur terlelap Putri malah fokus pada kedua matanya yang sampai sekarang belum bisa ia pejamkan agar bisa tertidur dengan sangat nyenyak.


Tak lama ia mendengar suara Revan yang menyebutkan nama Nina, sedangkan disisi lain sudah sedari tadi Revan nyenyak dalam tidurnya.


"Nina ... Nina ...."


"Apa kamu masih sangat mencintainya Revan? Bahkan dalam kondisi tidur pun kamu masih bisa menyebut nama Nina dihadapan ku?"batin Putri yang merasa sedih melihat Revan yang mengigau menyebut nama Nina.


Hari demi hari sudah berlalu, entah waktu yang berjalan terlalu cepat atau emang kita sendiri yang mempercepat waktu itu sendiri.

__ADS_1


Sesosok Wanita terlihat jelas jika Wanita itu sedang memikirkan sesuatu. Dan mungkin karena pikirannya yang sudah terpenuhi dengan rasa ketakutan sekaligus kecemasan karena itulah yang membuatnya terdiam tanpa terucap. Dan hanya mengatakan dalam hati untuk mencurahkan isi hatinya.


Dan kemudian lamunan itu pun tersadar setelah sesosok laki-laki tiba-tiba memanggil namanya dengan sebutan sayang.


Sayang mungkin kata itulah yang membuatnya sangat terkejut, lantaran selama beberapa bulan ia menikah dengan seorang laki-laki barulah sekarang kata manis itu baru terucap dari mulut dari seorang yang tak lain adalah Suaminya sendiri.


Putri menengok ke arah sumber suara yang tengah memanggilnya, suara yang sangat dia kenal, suara yang akhir akhir ini tak pernah ia dengar, Putri membuka matanya dengan pelan namun pasti.


Mata hitam nan pekat itu mulai perlahan terbuka, mata indahnya mulai melirik ke segala penjuru arah.


Masih dalam keadaan terbaring itulah yang dilakukan Putri saat ini, perlahan-lahan Revan mulai bangkit dari tempat tidurnya, menggenggam dengan erat tangan mungil sekaligus memberikan kecupan pada Kening wanita yang disebelahnya Revan akhirnya meneteskan air matanya.


"Sekarang aku sadar Revan! Aku sadar kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini. Kamu memperlakukan aku seperti ini karena semua ini hanya atas dasar kasihan. Kasihan pada seorang sahabat semata. Dan kamu memperlakukan aku seperti ini hanya atas keinginan Nina tapi kenapa? Kenapa harus aku yang kamu perlakukan seperti ini kenapa?"batin Putri yang ingin sekali menangis, tapi ia tahan.

__ADS_1


"Sudahlah Revan ini sudah pagi aku harus buat sarapan," timpal Putri yang tanpa berkata ia terlebih dulu bangkit dari ranjangnya tanpa melirik kearah Revan, Revan yang menyadarinya ia merasa bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Putri barusan.


BERSAMBUNG.


__ADS_2