JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
BAB 26 TINGGAL BERSAMA


__ADS_3

Tak tahu kapan penderitaan ini akan berakhir, ia sadar dengan bersabar dan bertawakal ia pasti bisa melewati masa sulitnya hari ini hingga akhir nanti.


Sunyi sepi, gelapnya malam, cuaca yang dingin hingga menusuk tulang sum-sum mulai terasa. Jam menunjuk 'kan pukul 21:00 WIB, dimana semua orang sudah sibuk dengan mimpinya masing-masing. Lain halnya dengan Putri ia masih terjaga walaupun malam sudah sangatlah larut.


Langit yang tadinya cerah kini seketika menjadi menghitam, lantaran langit yang terlihat mendung dan hujan pun siap untuk membasahi alam semesta ini, rintik-rintik hujan pun mulai berjatuhan dan tidak membutuhkan waktu lebih lama, akhirnya air yang tadinya hanya setetes-tetes yang turun kini pun berubah menjadi 1000 lebih tetes dalam hanya waktu beberapa menit saja.


Dan Putri yang sudah mengetahui jika dirinya sedang dikepung oleh hujan, tak terhalang niatnya untuk pergi meninggalkan tempat ini dan berteduh ditempat yang aman dan terhindari dari hujan, bahkan dia juga gak perduli apa yang terjadi dengan dirinya jika dia terus menerus memutuskan untuk hujan-hujanan seperti ini.


Dari raut wajah Putri terlihat dia sudah sangat gemetaran dan menahan hawa dingin ini,


Jalanan yang terlihat sepi tanpa ada seseorang pun yang melintasi jalanan ini, seorang Wanita berpakaian agak dekil yang hanya sendiri melewati jalanan ini dengan pandangannya yang melirik kearah kanan mau pun kiri sembari melihat suasana.


"Kemana lagi aku harus pergi. Aku capek," rintik wanita itu dengan pandangannya yang terlihat cemas. Belum rasa panik yang ia rasakan usai, ancaman pun datang.


"Hei cantik sendirian aja? Mau abang anterin gak ini kan sudah mau malam?" tawarnya dengan raut wajah yang sedikit menyeramkan.


"Iya atau mau abang temenin sebentar, kayaknya kamu lagi kecapean? timpal laki-laki lain yang mulai mendekati wanita itu.


"kalian? kalian jangan macam-macam sama saya, jika selangkah kalian berani mendekatiku maka aku akan teriak," ucapnya yang merasa sangatlah cemas.


"Teriak saja, kan disini tidak ada orang sama sekali jadi mau minta pertolongan sama siapa kamu? ayo tunggu apa lagi bawa dia sekarang," perintahnya yang kemudian kedua preman itu pun mulai menarik wanita muda tersebut.


"Kalian mau ngapain lepasin aku, tolong ...tolong ...lepasin aku tolong ...,"


BUG ..BUG ...BUG ...


Beberapa tendangan pun tepat mengenai dua preman tersebut yang akhirnya membuat kedua preman itu pun tersungkur secara bersamaan.


"Dasar bajingan berani sekali anda menganggu kesenangan kita," ucapnya yang baru aja mau melangkah untuk melawannya, dalam sekejab niat seseorang itu pun berubah setelah kedua preman itu mendengar suara mobil polisi.


Lantaran terkejut dan tidak mau dipenjara, mereka akhirnya spontan berlari melarikan diri.

__ADS_1


Sedangkan seseorang yang memukulnya ia beralih menghampiri wanita tersebut.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah Revan. Wajah Putri seketika berubah, berniat akan pergi akan tetapi langkanya terhenti setelah Revan yang menghalanginya.


"Putri apa yang kamu lakukan apa kamu tidak sadar ini sudah larut malam apa kamu mau kejadian seperti tadi terulang lagi apa kamu mau?"gertak Revan, Putri segera melepaskan genggaman Revan darinya.


"Apa yang kamu lakukan disini apa kamu sedang membuntuti-ku?"tanya Putri dengan raut wajahnya yang sedikit kesal.


"Itu tidak penting aku tahu darimana karena yang jelas mendingan sekarang kamu ikut aku karena tempat ini tidak aman ayo ikut aku.


"Tidak. Aku tidak mau jika aku ikut dengan-mu aku akan membuat Nina tambah semakin terluka jadi aku tidak mau.


"Putri cukup kamu mencemaskan orang lain apa kamu gak sadar kamu hampir saja terluka. Apa kamu tidak sadar juga bagaimana jika mereka tadi berhasil mencelakai-mu apa kamu bisa membayangkan semua itu tidak kan? Jadi cepat ikut aku," ajaknya dengan menarik tangan Putri.


"Harus berapa kali aku bilang aku tidak mau ya tidak mau.


Tak ada ucapan atau pun sahutan yang dilakukannya. Revan segera membopong tubuh Putri dan memaksanya masuk kedalam mobilnya.


"Ini yang kamu inginkan jadi jangan lagi kamu membantah," balas Revan tak sekalipun ia menatap Putri.


Hanya terdiam tak mendapatkan sahutan dari Pria yang lagi fokus pada laju setirnya. Putri terus saja memandangnya biar pun pun pandangan yang ia lakukan tak juga mendapatkan balasan dari Pria disampingnya itu.


Tidak menunggu waktu lama akhirnya mereka pun telah sampai ditempat yang tak lain adalah kediaman Revan sendiri. Turun dari mobil ia nampak takut untuk melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah besar ini.


"Ayo kita masuk!"ajak Revan, tapi terlihat Putri hanya terdiam.


"Kenapa kamu hanya diam? Apa kamu masih takut untuk masuk kedalam sana?" tanya Revan balik.


"Harusnya kamu tidak membawaku kesini karena ini akan menambah masalah baru buat-ku?"


"Apapun yang terjadi sudah ada aku, jadi kamu jangan pernah takut ayo kita masuk!" ajaknya dengan menggenggam tangan Putri. Tanpa ingin berkata lagi, Putri segera menurutinya dan ikut masuk kedalam rumah besar ini.

__ADS_1


"Revan apa yang kamu lakukan kemana kamu malah membawa-nya kemari?


"Maaf Ma dia juga Istri-ku jadi sudah sepantasnya aku membawanya kemari.


"Dasar Wanita murahan apa yang sebenarnya kamu inginkan apa kamu belum puas merebut dia dari Nina apa sekarang kamu berencana ingin merebut harta kekayaannya juga!" gertak Wanita yang sedikit tua yang tak lain ialah Mamanya Revan sendiri.


"Mama cukup! Mama ini sudah sangat keterlaluan. Putri sama sekali bukanlah Wanita yang seperti Mama pikirkan, tapi kenapa Mama sejahat ini sampai bisa berkata kasar seperti itu padanya."


"Sudahlah aku malas silahkan lanjutkan pertengkaran kalian. Dan kamu Putri selamat ya atas kemenangan kamu? Kamu bukan hanya berhasil merebut dia dariku dari tapi kamu juga sudah berhasil membuat hubungan Mama dan Revan runyam dan pastinya kamu sekarang sangat bahagia kan?"timpal Nina yang sedari tadi hanya bisa menatapnya dengan tatapan sinis dari jauh.


"Nina? Aku minta kamu tolong jaga perkataan kamu itu, dia itu Putri sahabat kamu kenapa kamu sendiri, kenapa kamu sejahat ini bisa bicara se'kasar itu padanya dia tidak tahu apa-apa jadi tolong jangan bawa-bawa Putri dalam permasalahan kita.


"Baiklah aku tidak akan membawa Putri dalam permasalahan kita. Aku capek dan ingin tidur," timpalnya lagi segera ia pun masuk kedalam kamar.


---. ................................,.........


Sekalian maaf ijin promo ya ceritanya sangat seru dan pastinya sangat sayang untuk dilewatkan.


BERIKUT BLURB-NYA


Karena dendam pada seorang pria yang di yakini merebut wanita pujaannya sejak kecil, Alvino Maladeva akhirnya berencana membalas dendam pada pria itu melalui keluarga tersayang pria tersebut.


Syifana Mahendra, gadis lugu berusia delapan belas tahun yang memutuskan menerima pinangan kekasih yang baru saja ditemui olehnya. Awalnya syifa mengira laki-laki itu tulus mencintainya hingga setelah menikah dirinya justru mengetahui bahwa ia hanya di jadikan alat balas dendam pada kakak satu-satunya.


Lalu apakah Syifana akan terus bertahan dengan rumah tangga yang berlandaskan balas dendam tersebut? Ataukah justru pergi melarikan diri dari kekejaman suaminya sendiri?




BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2