JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MENAHAN SIKSAAN BATIN


__ADS_3

Berjalan dengan langkah pelan. Dan tak lama akhirnya ia pun telah sampai dikediaman Revan. Akan tetapi sesampainya ia masuk ia terkejut melihat Mama mertuanya yang sudah berdandan rapi dengan didampingi beberapa orang.


Sedangkan Mertuanya yang menyadari kehadiran Putri, dengan segera ia langsung menarik tangannya, membawanya ke dapur.


"Mama? Ini ada apa Ma? Kenapa ramai sekali disini?"


"Hey menantu kampungan kamu itu dari mana aja. Apa seperti ini cara kamu menjadi seorang Istri sudahlah itu tidak penting yang terpenting sekarang kamu kenakan pakaian ini?"perintahnya.


"Ini kan pakaikan buat asisten rumah tangga kenapa Mama memberikannya padaku?"


"Dasar banyak omong cepat pergi dan gantilah, kamu itu budek apa gimana sih kamu! Dan satu lagi setelah itu kamu keluar dan antar-lah minuman ini keluar apa kamu mengerti?"


"Iya Ma bintang ngerti!"


"Ya sudah aku akan ganti sekarang?


"Cepatlah dan jangan lama-lama.


Bahagia? aku Rasa bahagia itu adalah kata yang sama sekali tidak cocok untuk aku sebutkan. Karena aku tahu biar pun aku menyebutkan kata itu aku juga gak akan pernah bahagia.


Dulu Mama angkat-ku yang tidak bisa menghargai-ku sebagai Putri angkatnya. Dan sekarang aku mendapatkan Mertua yang sama sekali gak pernah bisa menghargai-ku sebagai menantunya.


Dan lebih parahnya lagi, ia hanya menganggap-ku hanya sebatas seorang pembantu. Apa sampai segitunya Mertuaku membenciku sampai-sampai dia tega berkata seperti itu padaku," batin Putri yang merasa sangat sedih setelah mendengar ucapan mertuanya tadi, dengan melamun di dapur, lagi-lagi Putri pun harus menerima bentakan lagi dari sang mertua.


"Hei? Apa yang kamu lakukan, apa saya menyuruhmu untuk melamun-lamun disini, cepat buatkan minuman buat mereka?" bentak Mertua dengan nada sangat memaksa.


"Baik Ma, Putri akan membuatkannya," balas Putri yang kemudian dia pun bergegas membuatkan minuman buat mereka.


Sesampainya diruang tamu.

__ADS_1


"Maaf ya jeng, gara-gara pembantu saya yang lelet ini, kalian harus menahan haus?" ucap mertua tanpa ada rasa bersalah.


"Inggat Putri, kamu harus sabar, demi kamu sendiri, kamu harus sabar menghadapi hinaan yang dilakukan mertua kamu, kamu harus sabar!" batin Putri yang mencoba untuk menahan diri


"Udahlah jeng, jeng gak perlu berkata seperti itu. Kan biar bagaimana pun juga, dia kan juga masih punya hati, jadi tidak seharusnya jeng memaki-maki seperti itu terus?" ucap seorang wanita yang dengan baik hati mau membelanya.


"Baiklah jeng?"


Dalam perbincangan mereka saat ini, kemudian Nina pun datang dan merasa bingung ada acara apakah ini.


"Mama, ini ada apa? Kenapa disini rame sekali?" tanyanya dengan wajah terheran.


"Maaf kalau Mama belum sempat memberitahu kamu sayang. Mama ada acara arisan," balasnya


"Oh..?"


"Jeng Verly sangat beruntung mendapatkan menantu seperti Nina, udah baik cantik dan pinter lagi.


"Daripada aku harus mendengar ucapan Mama yang sengaja menyindirku dan yang ada akan tambah menyakiti perasaanku , lebih baik aku pergi saja dari sini,"batinnya yang kemudian ia pun berpamitan.


" Maaf karena saya masih ada urusan yang harus saya kerjakan, jadi saya harus pergi permisi," ucapnya kemudian tanpa berpamitan dia pun langsung bergegas masuk kedalam.


"Kasihan sekali dia, dia pasti sangat terluka sekarang setelah mendengar perkataan Mama barusan, tapi gak papalah aku malah senang bisa melihatnya bersedih seperti itu!" batin Nina yang kemudian dia pun ikut bergabung sama obrolan mereka.


Hari pun berlalu dengan sangat cepat. Waktu menunjukan sudah pukul 17:00 . Jadi mereka semua pun akhirnya memutuskan untuk pulang.


Melihat rumah yang sangat berantakan. Dan juga sisa-sisa kotoran acara tadi, dengan mudanya Mamanya Mamanya pun menyuruh Putri untuk membereskan semua ini. Dan tanpa memperdulikan kondisi Putri yang sudah mulai kelelahan.


"Ya sudah karena mereka sudah pada pergi, mendingan sekarang kamu cepat bereskan semua ini?" perintahnya.

__ADS_1


"Maaf Ma, bukannya Putri menolak, tapi Putri sudah sangat kelelahan. Jadi Mama gak masalah kan kalau Nina saja yang membereskan semua ini?"


"Kamu itu ya, berani sekali memerintahkan Nina, Wanita sepintar dan secantik Nina jelas tidak pantas untuk merapikan semua ini dan kamulah yang pantas membereskan semua ini, jadi cepat bersihkan sekarang!.


"Maaf Ma, tapi Putri benar-benar sangat kelelahan Ma.


"Sudah jangan banyak alasan lagi, sebentar lagi Revan akan pulang, jadi kamu cepat bereskan semua ini?"


"Baik Ma?"


SEKALIAN NIH KAK ADA REKOMENDASI CERITA BARU LAGI DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN. YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰 🥰


BERIKUT BLURBNYA


Flavia Gu, adalah anak dari selir kesayangan Tuan Gu. Dibawa olehnya masuk ke dalam keluarga Gu. Ketika ibunya meninggal


Namun, tidak pernah dianggap sebagia anggota keluarga Gu.


Bahkan dia harus menghidupi dirinya sendiri dari keahlian yang dia miliki. Keahlian yang dia sembunyikan dengan baik.


Tidak hanya itu saja, bahkan Flavia dijadikan tumbal malam pertama untuk menggantikan peran Olivia Gu yang ingin menjadi menantu utama keluarga Lin


Siapa sangka Flavia yang selama ini diam akan menyerang balik mereka semua, yang pernah mencelakainya. sampai pada akhirnya takdir membawa Flavia ke pangkuan Eryk Lin, seorang Mysophobia yang sengaja memilih menjadi dokter Forensik demi mengatasi rasa takutnya yang berlebihan.


Akankah ketika konflik bersemi, justru malah akan membuat keduanya saling jatuh cinta dan menginginkan satu sama Iain?



__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2