
"Papa kenapa Papa datang ke kampus Sandra?" Belum juga Sandra mendapatkan jawaban yang dilontarkannya barusan, sebuah tamparan tepat mengenai pipi kanannya setelah Papanya yang dengan langsung menamparnya.
"Papa? Apa yang Papa lakukan kenapa Papa menamparku?"tanya Sandra dengan memegang pipinya.
"Kamu masih bisa bertanya juga pada Papa. Apa selama ini fasilitas yang Papa berikan ke kamu masih kurang? Apa selama ini sifat manja yang Mama dan Papa berikan ke kamu masih kurang di mata kamu? Kenapa Sandra? Kenapa kamu terus saja melakukan Bullying kenapa!"
"Jadi Papa menamparku semua ini gara-gara permasalahan itu? Papa marah karena Papa tahu sifat Sandra sekarang yang suka membully?"
"Sudahlah Papa tidak ingin berdebat lagi. Mulai sekarang Papa akan menyita semua fasilitas kamu mulai dari Mobil,dompet dan ATM kamu dan mulai sekarang Papa tidak pernah peduli lagi sama kamu! Papa akan melihat apa kamu bisa bertahan tanpa semua itu dan mungkin kini saatnya kamu mulai belajar lebih mandiri Sandra apa kamu gak lihat Milli sekarang sudah banyak berubah lebih baik dari kamu? Apa kamu masih tidak mau meniru perbedaan yang dilakukanya juga?"
"Terus saja Papa samakan aku dengan Milli terus saja Papa membandingkan aku dengannya aku sudah muak dengan semua itu Pa! Sandra sudah muak!"ucapnya yang tanpa berkata Sandra segera pergi dan mengabaikan Papanya.
"Sandra Papa belum selesai ngomong Sandra!"
__ADS_1
Dan ternyata dari kejauhan obrolan mereka telah dilihat oleh Milli secara langsung. Papanya yang terlihat semakin marah dan ingin mengejarnya, Milli dengan sigap ia melarangnya.
"Om jangan!"ucap Milli seketika menghentikan langkah Papanya Sandra.
"Milli kamu?"
"Milli ngerti tidak mudah untuk menasehati Sandra, dia cukup keras kepala dan pemarah, jika om bersikeras menekannya yang ada Sandra akan tambah semakin marah dan malah semakin berani sama Om. Jadi akan lebih baik Om biarkan dia waktu sampai ia bisa berfikir dengan kepala dan hati yang dingin."
"Jujur Milli Om sudah nyerah ngeladenin dia. Semakin om menekannya dia tambah semakin berani jadi dengan cara mencabut fasilitas mungkin cara itu yang paling tepat untuk Om pilih saat ini."
"Om sudah tidak perduli lagi Om, biarkan dia marah pada Om, Om sudah menyerah sekarang," ucap Papanya.
"Om yang sabar aja butuh waktu untuk membimbingnya jadi Om harus kuat!"
__ADS_1
"Iya Milli terima kasih kamu memang sekarang sudah berubah menjadi lebih baik dan benar yang dikatakan Mama kamu, oh iya apa Mama kamu sudah pulang dari Amerika?"
"Untuk saat ini Mama belum kunjung pulang Om mungkin disana Mama masih banyak kerajaan."
"Kamu dan Mama kamu Om akui Wanita yang hebat. Disisi lain Mama kamu juga seorang Wanita yang sangat hebat lantaran sudah berhasil membesarkan kamu sejak sedari kecil, Om berfikir mungkin saudara kamu yang dulu diculik segera ditemukan mungkin keluarga kalian akan utuh tapi Tuhan masih menguji kalian jadi kalian yang sabar ya!"
"Iya Om Milli sangat berharap Milla segera ditemukan agar kita bisa berkumpul lagi," balas Milli yang tak banyak bicara.
"Ya sudah Om harus pergi, Om tingal dulu ya kamu hati-hatilah."
"Iya Om, Om juga berhati-hatilah."
"Jadi ini alasan kenapa Papa selalu memuji wanita itu dihadapan aku! Dia bersikap sok baik ingin mendapatkan pujian dari Papa aku lihat saja Milli aku tidak terima dengan semua ini aku tidak terima!"ucap Sandra dengan menggenggam erat tangannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.