JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MENYERAHKAN DIRI


__ADS_3

Aku belum merasa lega jika aku belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Milli perubahan seseorang pasti ada suatu hal yang telah ia sembunyikan.


Atau gak ada seseorang yang telah mengancamnya jadi maka karena hal itu ia menjadi berubah seperti ini dan pertanyaan-ku apa yang telah membuat ia berubah dan siapa seseorang yang telah mengancamnya? Apalagi dengan tindakannya yang berkata jika ia meminta bantuan apa dia memang butuh bantuan itu? Ais aku bisa gila kalau seperti ini caranya aku harus melakukan sesuatu aku harus menemuinya sekarang," ucapnya segera ia pun bangkit dari tempat ia duduk tadi.


Hendak akan pergi ia dikejutkan dengan adanya Putri yang tiba-tiba datang kekantor Revan.


"Nyonya? Untuk apa Nyonya datang kesini?"tanya Gibran.


"Apa Tuan Revan masih ada di kantor ini?"tanya balik Putri.


"Iya Tuan masih ada Nyonya kenapa memangnya?"tanya balik Gibran.


"Bisakah kamu memangilnya? Atau kamu mengantarkan aku ke ruangannya ?"pintanya.


"Baiklah aku akan mengantar Nyonya kesana mari!"ucapnya.


"Baiklah."


Tak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan Gibran saat ini. Revan yang berada di-ruangannya ia nampak masih bingung tapi bukan soal Milli yang membuat ia merasa putus apa melainkan soal perceraian yang ditentukan keduanya. Tak lama suara ketukan terdengar dari luar pintu ruangannya ini.


Tok


Tok


Tok


"Masuklah!"perintah Revan tak lama Gibran pun memasukinya.


"Gibran ada apa?"


"Ini Tuan, Nyonya Putri datang untuk menemui Tuan!"

__ADS_1


"Nyonya baiklah suruh dia masuk!" perintahnya.


"Baik Tuan."


"Masuklah Nyonya saya sudah memberi tahu Tuan tadi."


"Baiklah terima kasih."


"Sama-sama Nyonya," balas Gibran kemudian Putri pun melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan Revan.


"Apa yang ingin mereka bicarakan apa mereka beneran berniat ingin bercerai?"gumam Gibran yang merasa penasaran.


"Putri ada apa kenapa kamu tiba-tiba datang menemui ku seperti ini ada apa?"


"Tujuan aku datang kesini aku ingin membuktikan apa yang pernah aku katakan pada kamu beberapa waktu yang lalu yaitu menceraikan kamu jadi kamu pastinya sudah paham kan!"


"Putri kamu benar-benar ingin melakukan itu? Apa kamu tidak menunggu sampai janin yang ada dikandungan kamu lahir dulu?"


Setelah Revan membaca dan mengeceknya, pandangnya pun seketika berubah. Dan sekejab ia pun bangkit dari tempat duduk bersemedinya tadi yang berlalu ia pun mengalihkan pandangannya dan hanya menatap kearah jendela.


"Kenapa Revan kenapa kamu hanya diam tidak mau menanda tangani surat ini kamu gak mungkin ingin mempermainkan aku kan? Kita sudah sama-sama sepakat untuk berpisah jadi kamu pastinya sudah tahu kan?"


"Maafkan aku Putri kayaknya aku bakal melanggar janji itu lagi maafkan aku jika aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu untuk menceraikan kamu maafkan aku!"


"Kenapa Revan kenapa lagi-lagi kamu mengingkari janji yang pernah kita ucapkan sendiri dulu, kamu sepakat untuk menceraikan aku tapi kenapa sekarang kamu berubah pikiran lagi ada apa?"


"Maafkan aku aku tidak bisa menjelaskan semuanya padamu tapi maafkan aku aku tidak bisa maafkan aku!"


"Baiklah jika kamu masih tidak mau menceraikan aku baiklah tidak apa-apa karena aku akan terus memaksamu untuk menanda tangani surat itu sampai kamu bersedia menceraikan aku maaf aku harus pergi," ucapnya yang selangkah akan pergi, tapi Revan yang tiba-tiba mengatakan sesuatu membuat langkah Putri pun terhenti.


"Satu hal yang harus kamu tahu Put! Beberapa kali pun kamu memaksaku aku tidak akan pernah melakukannya jadi kamu harus tahu itu."

__ADS_1


"Kenapa Revan kenapa kamu begitu keras kepala seperti ini kita sama-sama saling tidak mencintai tapi kenapa kamu membangkang ingin melanjutkan hubungan rumah tangga yang tidak ada artinya ini untuk apa dan apa alasannya?"


"Alasannya adalah aku ingin belajar untuk mencintai kamu dan ijinkan aku untuk mencintaimu dan menyayangi buah hati kamu aku ingin menyayangi anak yang kamu kandung seperti anak kandungku sendiri aku mohon ijinkan aku!"


"Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa aku sudah capek mengatakan sama kamu beberapa kali aku tidak bisa apa kamu sangat sulit untuk mengerti tentang keadaan kita ini?"


Belum juga pembahasan keduanya selesai Gibran sekejab datang dan langsung menghadap ke Revan.


"Gibran ada apa kenapa kamu tiba-tiba masuk aku kan belum memerintahkan kamu untuk masuk?"


"Ada hal yang sangat penting yang harus Tuan ketahui sekarang?"


"Hal penting apa?"tanya Revan nampak penasaran.


"Iya Gibran hal penting apa yang kamu maksud?"tanya Putri tapi Gibran nampak tak bersuara dan hanya terdiam sembari tatapannya yang ia alihkan kepada kedua orang yang berada dihadapannya.


"Gibran ada apa?"tanya Revan lagi.


"Saya baru saja mendapatkan kabar kalau Rafa telah menyerahkan dirinya ke-kantor Polisi Tuan!"balas Gibran yang seketika mengejutkan Revan mau Putri.


"Rafa menyerahkan diri apa kamu serius?"tanya Revan dengan tatapan tidak percayanya.


"Iya saya sangat yakin Tuan karena pihak sana sendirilah yang memberitahukan kabar ini pada saya. Ya sudah tunggu apa lagi ayo kita cepat pergi kesana, saya sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa wajah Rafa yang katanya Rafa merubah wajahnya tidak sama seperti wajahnya yang dulu."


"Maksud kamu? Rafa melakukan operasi plastik untuk mengubah wajahnya menghindari kejaran Polisi?"tanya Revan.


"Bisa dikatakan seperti itu Tuan ya sudah tunggu apa lagi mari saya antar kesana."


"Baiklah ayo kita pergi sekarang," balas Revan yang kemudian ketiganya pun pergi meninggalkan ruangan ini


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2