
Berusaha Gibran melepaskan pelukan Milli, tapi ada daya pelukan itu tambah semakin erat dan membuat Gibran yang berada disisi Milli pun tak bisa lagi untuk melakukan pemberontakan.
Disaat Gibran yang mulai pasrah akan keadaannya, tiba-tiba Milli memandangnya dengan tatapan cukup serius bahkan pandangan keduanya hampir tersentuh akan batang hidung keduanya.
Gibran yang lagi-lagi berniat akan pergi, akan tetapi lagi-lagi langkahnya terhenti setelah Milli yang dengan langsung menarik tangannya dan membuat tubuh Gibran lagi-lagi jatuh tepat dihadapan Milli.
Bahkan kali ini Milli benar-benar menindihnya pandangan yang tidak bisa dihindari lagi-lagi membuat dua mata yang sama-sama berpandangan itu pun tak bisa dihindari lagi.
Tersungkur ke belakang, hingga akhirnya Milli pun mendorongnya hingga benar-benar terbaring di atas ranjang. Memegang kedua pergelangan tangan Gibran, mengunci dengan tangannya. Milli menatap wajah Gibran dengan bringas. Memperhatikan bibir manis yang berada tepat di pandangannya.
Sedangkan cengkraman yang dilakukan Milli yang semakin mempersulit Gibran untuk melarikan diri darinya, sedangkan Milli yang sudah menatapnya dengan tatapan bergairah bibirnya yang hampir saja menyentuh lekuk lehernya. Dan pandangan Milli yang semakin menjadi setelah ia memandang bibir Gibran yang sangatlah mungil.
"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu berniat ingin menodai ku?" tanya Gibran dengan ekspresi geramnya.
"Kamu? Kamu bukanlah Kakakku!"Milli yang mengucapkan sesuatu seketika Gibran yang tersadar bisa merasa lega.
__ADS_1
"Iya benar aku bukan kakak kamu jadi cepat lepaskan aku!"pintanya.
"Jungkook! Ini beneran kamu kan? Kamu beneran Jungkook suamiku kan?"tanya Milli seketika Gibran pun hanya bisa berpasrah.
"Ma*i aku apalagi ini! Kenapa dia malah mengira jika aku adalah Jungkook, sialan dia pasti sedang menghalu yang tidak-tidak?"batinnya yang merasa panik.
"Hay sadarlah aku bukan Jungkook suami halu mu? Aku Gibran laki-laki yang kamu benci sadarlah! Sadarlah!"
"Mimpi apa aku tadi malam sampai-sampai bisa bertemu dengan idolaku seperti ini? Bahkan kamu mau memeluk ku aku sangat bahagia. Apa kamu tahu kamu itu sangat tampan kalau sedang marah kaya gini. Dan inilah yang aku suka darimu," ucapnya akan tetapi tambah membuat Gibran bingung akan ucapan Milli barusan.
"Ingat Gibran tahan, tahan jangan sampai kamu tergoda akan ucapan dan tindakannya, dia hanya berhalu dengan idolanya paham! Ingatlah dia sedang terpengaruh obat perangsang, dia sedang dalam diluar kendalinya sadarlah," gumamnya yang merasa panik.
Seakan-akan menjadi wanita nakal. Milli kemudian perlahan-lahan mulai meraba-raba dada bidang Gibran yang hanya tertutup kain putih tipis tersebut.
Gairahnya keluar. Bahkan keringatnya yang mulai keluar ia akhirnya hilang kendali dan seketika langsung menikam bibir mungil Gibran yang sudah sedari tadi telah berada dihadapannya.
__ADS_1
Berusahalah ia ingin melepaskan dua bibir manis yang sama-sama bermain. Milli malah semakin menjadi dan terus ******* bibir tersebut hinga hampir tak terlihat, terbawa akan suasana Gibran malah ikut menikmati ciuman hangat tersebut.
Tak lama kesadaran Gibran kembali sesaat Milli yang langsung mengigit leher kanan Gibran yang membuatnya rintihan pun terdengar dari mulut Gibran. Tak ingin sesuatu buruk terjadi Gibran seketika langsung menghempaskan tubuh Milli dan mengakhiri semuanya.
"Apa kamu sudah gila bagaimana mungkin kamu bisa menodai-ku seperti itu?'
Serasa berbicara pada hantu, Gibran yang sedari tadi nampak kesal Milli diam dan tak menghiraukannya.
Tubuhnya yang merasa panas akibat obat perangsang tadi, ia tak segan-segan mau melepaskan pakaiannya lagi Gibran yang tak berani mendekat ia segera menghindari dan bersembunyi dari dalam kamar mandi.
"Dasar Wanita gila gara-gara dia aku harus mengungsi didalam kamar kecil seperti ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan jika aku keluar mungkin sesuatu yang gak seharusnya terjadi akan benar-benar terjadi jadi daripada aku termakan akan rayuannya lebih baik aku ngunci didalam kamar mandi seperti ini ini lebih baik kan?"
"Kenapa disini panas sekali
"Ya dia mulai gila lagi jangan bilang kalau dia bakal melepaskan semua pakaiannya?"
__ADS_1
BERSAMBUNG.