JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
DIMANAKAH MILLI


__ADS_3

"Aku sudah berusaha menghubungi Milli tapi kenapa ia tidak kunjung menjawabnya dimana dia sekarang."


"Putri kamu yang sabar dulu kamu harus tenang Milli pasti baik-baik saja kamu yang tenang ya


"Bagaimana bisa aku bisa tenang jika Milli sekarang dalam bahaya aku tidak bisa memikirkan jika telah terjadi sesuatu pada Milli gimana, aku tidak bisa memikirkannya?"


"Tuan kayaknya Nyonya perlu istirahat, Nyonya lagi dalam keadaan mengandung jika seharian Nyonya ikut mencari keberadaan Milli sesuatu yang buruk akan terjadi pada kondisi janin Nyonya jadi Nyonya harus istirahat ya?"


"Tidak aku tidak mau disana Milli sendirian bagaimana bisa aku bisa tenang seperti ini aku akan tetap mencarinya


"Putri apa yang dikatakan Gibran ada benarnya juga, kondisi kamu dalam kondisi mengandung apa kamu mau janin yang kamu kandung terluka? Tidak kan? Sudah percaya pada kita kita akan menemukan Milli sebelum Claudya menemukannya kamu yang tenang ya?"


"Tapi Revan?"


"Putri yakinlah padaku semuanya akan baik-baik saja,"timpal Revan mencoba meyakinkannya.


"Baiklah aku akan menyuruh Gibran untuk mengantarmu jadi kamu pulanglah," pinta Revan.


"Kalian carilah Milli dulu, soal aku aku bisa kok pulang sendiri yang terpenting sekarang aku ingin Milli segera berkumpul dengan kita hanya itu saja."


"Baiklah kalau kamu tidak mau pulang bersama Gibran aku akan panggilkan taksi untuk mengantarmu."


"Baiklah."


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Dalam situasi yang terlihat sepi. Dan posisi Putri yang pada saat itu hendak akan masuk kedalam tempat kos-kosannya. Dan dirinya yang masih berada dipinggir tidak memperhatikan situasi yang lainnya terlihat ada seseorang yang mendekat kearahnya dan langsung menjambret ponsel yang tadinya sudah berada digenggaman tangannya sendiri.


Menyadari jika ponselnya sudah berada di genggaman tangan laki-laki lain, Putri langsung berteriak sekeras mungkin untuk meminta bantuan.


"Jambret....jambret...tolong ada jambret ...!"teriak Putri yang akhirnya beberapa orang pun menghampirinya.


"Mbak ada apa kenapa mbak teriak-teriak?"tanya salah satu pejalan kaki yang kebetulan lewat dihadapannya.

__ADS_1


"Itu Mas Ponsel saya dijambret oleh laki-laki berjaket hitam tadi dia sudah berhasil membawa kabur Ponsel saya,"balasnya sembari menunjuk kearah barat.


Mendengar petunjuk kemana arah penjambret itu pergi, orang-orang lantas langsung mengejarnya. Akan tetapi tidak membutuhkan waktu 10 menit orang-orang itu pun kembali tanpa membawa barang yang sedang mereka cari tadi.


"Maaf Mbak penjambret itu sudah berhasil meloloskan diri dan maaf kita tidak bisa membawa ponsel anda kembali," ucap salah satu orang yang mengejarnya.


"Baiklah kalau gitu mas, udahlah lupakan saja mungkin itu rezeki si penjambret itu tidak apa-apa ya sudah terima kasih," balas Putri yang akhirnya orang-orang itu pun pergi setelah membalas kata sebaliknya.


"Kenapa hari ini hidupku sangat apes, aku belum bertemu dengan Milli bahkan aku belum tahu dimana ia berada sekarang tapi kenapa sekarang aku malah kehilangan ponselku secara mendadak seperti ini," ucapnya yang tanpa berkata lagi Putri segera masuk kedalam kos-kosannya.


"Sudah 30 menit Revan dan Gibran mencari Milli tapi kenapa sampai sekarang mereka belum kembali juga. Milli dimana kamu berada sekarang aku harap kamu baik-baik saja sayang aku harap sesuatu buruk tidak terjadi padamu," ucap Putri yang akhirnya ia pun masuk kedalam kos-kosannya.


Setelah hampir 20 menit Revan mau pun Gibran mencari akan keberadaan Milli. Bahkan mereka menulusuri kampus yang biasa Milli berada tak nampak jika dirinya telah datang untuk pergi ke kampus.


Melihat salah satu mahasiswa yang melewati arah mereka, langkah pria itu dihentikan olehnya.


"Maaf apa kamu kenal dengan mahasiswi yang bernama Milli Oktaviani?"tanya Revan pada seseorang itu.


"Milli? Iya saya kenap ada apa?"tanya balik seseorang itu.


"Aku bisa aja memangilnya untuk menemui kalian, tapi sayangnya sudah dua hari ibu Milli tidak masuk kuliah katanya dia ada tugas keluar kota makanya ia ijin tidak masuk dia hari, tapi kenapa kamu yang saudarinya malah tidak tahu apa jangan-jangan ia berbohong" timpal balik Pria itu.


"Baiklah pergilah hanya itu yang ingin aku tanyakan terima kasih," balas Revan yang kemudian ia masuk kedalam mobilnya.


"Milli dua hari ini ia tidak masuk, dikediamannya juga ia tidak ada terus dimana ia berada sekarang?"gumam Revan yang merasa bingung sendiri.


"Sudahlah Tuan jangan pikirkan itu, aku yakin hari ini juga kita akan menemukannya jadi Tuan tenang saja," balas Gibran tak lama ia kembali melajukan laju kendaraannya lagi.


"Jika dalam satu sampai dua hari ini Milli tak kunjung kita temukan, kayaknya kita harus meminta bantuan pada pihak kepolisian biar keberadaan Milli segera cepat ditemukan," ucap Gibran tapi Revan tak mendengar apa yang diucapkannya.


"Tuan kenapa wajah tuan terlihat gelisah seperti ini ada apa? Apa Tuan se gelisah ini memikirkan keberadaan Milli?"


"Entahlah Gibran bukan itu yang membuatku bingung dan sangat gelisah seperti ini, tapi aku berusaha menghubungi Putri untuk bertanya apa dia sudah sampai di-rumah tapi kenapa handphonenya tidak aktif apa Putri tidak pulang ke-rumah?"

__ADS_1


"Aku rasa jika dia sampai di Rumah pasti Nyonya akan menghubungi Tuan balik sembari bertanya sebaliknya mengenai Milli saat ini, tapi jika tidak memberikan kabar apa-apa aku rasa ada sesuatu yang terjadi baiklah jika Tuan tidak berhasil menghubunginya mengunakan handphone biasa, Mendingan tuan hubungi aja pakai telefon darurat di-rumah?"


"Baiklah aku akan menghubungi pake telefon rumah," ucapnya ia pun melakukannya.


Berada dalam ruang tamu, pandangan Putri nampak masih belum tenang kesana kemari ia berjalan tapi apa yang ia nantikan masih belumlah muncul akan batang hidungnya.


Tiba-tiba suara telefon Rumah yang berada diatas nakas pun berbunyi. Tanpa berkata ia segera mengangkatnya.


"Halo dengan siapa ini?"


"Putri syukurlah kamu baik-baik saja aku sangat cemas takut kamu belum sampai. Ada apa kenapa handphone kamu, kamu matikan?"


"Maaf Revan aku belum sempat memberitahu-mu. Handphone ku tadi dijambret sama seseorang makanya aku tidak bisa memberimu kabar maaf ya!"


"Handphone kamu kejambret bagaimana bisa?"


"Tapi disaat aku hendak akan masuk, seseorang secara langsung ia merebut ponsel yang berada digenggaman ku. Aku berusaha berteriak dan meminta tolong tapi tak ada seorang pun yang bisa menyelamatkan ponselku tapi tidak apa-apa lagian itu handphone lama aku tidak masalah kok."


"Baiklah kalau kamu tidak apa-apa yang terpenting kondisi kamu baik-baik saja itu sudah membuatku cukup lega baiklah kalau gitu."


"Terus gimana dengan pencarian kamu apa kamu sudah menemukan Milli, di-rumah, Restoran mau pun Kampus apa kamu sudah tahu keberadaannya sekarang?"


"Sampai detik ini aku belum menemukannya ia tidak pergi ke kampus selama dua hari ini, sedangkan Restoran mau pun tempat tinggalnya dia juga sudah dua hari ini pergi dari Rumah entah dimana Milli bersembunyi saat ini."


"Astaga Milli dimana kamu sekarang baiklah kabari aku lagi kalau kamu menemukan keberadaan Milli,"balasnya.


"Baiklah aku akan kabari kamu ya sudah aku tutup dulu."


"Baiklah selalu berhati-hatilah."


"Iya kamu juga berhati-hatilah."


" Baiklah."

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2