
"Apa yang terjadi denganku kenapa aku bisa ada disini dan tadi malam bukankah aku bersama dengan Wanita yang sangat cantik apa yang sebenarnya terjadi? Aku harus pergi sekarang!"ucapnya segera ia bangkit dan keluar dari ruangan ini.
Dalam perbincangan yang dilakukan mereka semua keluarga dari kalangan para orang kaya raya, ada tiga Laki-laki tua yang bercanda dia disalah satu meja yang diatasnya sudah ada beberapa hidangan makanan yang akan hendak mereka makan nantinya, dengan suara khas mereka masing-masing membuat ruangan ini bak seperti sebuah ruangan kerajaannya sendiri.
Tapi tak lama kemudian candaan dan hiraukan mereka tiba-tiba menjadi sunyi, sesaat terdapat lah sebuah pesan yang masuk pada ponsel genggam milik salah satu dari Pria tua tersebut.
Sesaat Pria itu melihat pesan apa yang muncul pada benda pipih yang sedang ia bawanya, seketika wajah Pria itu itu berubah bahkan raut wajahnya tidak lagi inggin lagi bergurau, yang ada hanyalah sebuah pemandangan mencurigakan dan ketakutan layaknya orang yang lagi menyembunyikan sebuah akan rahasia besar.
" Masih inggatkah kamu sama tempat ini, tempat dimana beberapa hari lalu kamu sudah bikin nyawa seseorang hampir saja melayang. Apa kamu masih menggingatnya?"
Pesan itulah yang tiba-tiba muncul pada benda pipih milik Pria tua tersebut. Berbarengan dengan satu foto kediaman akan seseorang membuat wajah Pria itu berubah layaknya sedang ketakutan.
"Astaga siapa orang ini, kenapa dia bisa sampai tahu tentang kediaman Bella ini?" batin Pria tua yang terlihat mulai tegang, tak lama si peneror pun membalas satu pesan kembali.
"Kenapa anda lama sekali membalas pesan ini? Apa anda sedang ketakutan karena aku tahu akan rahasia besar yang kalian sembunyikan dua tahun lalu?"balasnya yang tambah membuat raut wajahnya mengerut ketakutan.
"Heyy siapa kamu, dan punya bukti apa kamu bisa menuduhku seperti ini?"balas pesan Pria tua kemudian.
"Sudahlah kamu gak perlu mencoba menggelaknya lagi,kamu juga gak perlu tahu siapa aku, karena yang harus kamu tahu menyerahlah diri kamu ke Polisi dengan begitu aku tidak akan menggangumu lagi. Dan jika kamu masih tidak mau menggakuinya lagi, maka jangan salahkan aku kalau aku sendiri yang bakal menjebloskan kamu ke Penjara akibat perbuatan apa yang pernah kamu lakukan selama ini! Bahkan aku bukan hanya akan bikin anda masuk ke-penjara tapi aku juga akan menghancurkan bisnis sekaligus karir anak kesayangan kamu itu apa anda paham!"
Pesan demi pesan sama-sama saling terbalaskan, Pria tua yang sudah sangat cemas dengan dipenuhi rasa ketakutan, keringatnya pun seketika muncul sebutir-butir jagung yang mulai membasahi wajahnya
"saat ini kalian bisa bersenang-senang dengan adanya beredarnya luas berita bohong kalian itu, tapi tidak denganku karena cepat atau lambat aku akan memecahkan misteri semua ini."
"Siapa anda kenapa anda bisa ada berkata seperti itu?"
__ADS_1
"Kamu ingin tahu siapa aku? Bukankah kamu sendiri yang bilang jika buronan itu telah melakukan teror-meneror terus kenapa sekarang anda malah menjadi cemas seperti ini?"
"Apa kamu kenal denganku? Apa anda itu Ayah dari Bella?"tanyanya dengan wajah serius.
"Sudahlah aku sudah tidak ada waktu buat ngeladenin omong kosong kamu jadi sekarang anda hanya harus jujur apa benar ada telah menyogok para orang-orang untuk menghilangkan kasus pelecehan yang terjadi disalah satu universitas **** dengan biaya termahal apa benar?"
"Siapa anda berani sekali anda menuduh saya seperti itu. Jika anda tidak ada bukti apa anda bisa berhasil menjebloskan keluarga saya ke-penjara? Apa anda tidak tahu siapa aku? Apa anda tidak salah mencari masalah denganku?"
"Omong kosong! Kalian memang orang yang penuh dengan kemewahan tapi sayang kemewahan itu tidak akan lama akan luntur jika semua orang tahu siapa anda. Dan Putra anda bernama Burhan apa anda tahu seperti apa nasib akan karirnya yang mulai cemerlang ini? Dan satu kali lagi pembahas soal bukti anda ingin aku aku membeberkan satu bukti ke media sosial?"
"Ingat ini terakhir kalinya aku memperingatkan kepada anda, sekali anda berani meneror saya maka jangan salahkan saya kalau saya akan ambil tindakan ini lebih kejam lagi. Dan pastinya keluarga kalian yang akan menjadi korbannya apa anda paham!"
"Pertama anda sudah membela orang yang salah. Apa kalian pikir dengan menghilangkan kasus pelecehan itu anda berfikir kasus ini akan tengelam setelah dua tahun lamanya tidak ada orang yang berani menuntaskan masalah ini? Apa anda pikir dengan cara menghilangkan semua jejak termasuk membunuh korban kalian pikir kasus ini akan hilang bagaikan ditelan bumi? Tidak, selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan sekongkolan seperti kalian bisa hidup damai atas penderitaan orang lain itu tidak akan pernah terjadi. Jadi sudahlah aku cukup muak malas ribut dengan anda."
"Ingat aku peringatkan lagi ke anda jangan berani menantang saya apa anda paham!"balasnya yang langsung mematikan ponselnya.
"Tuan ada masalah kenapa wajah Tuan terlihat tegang seperti ini?"tanya seseorang disebelahnya.
"Tidak, saya baik-baik saja saya masih ada kerjaan jadi kalian gak masalah kan kalau saya tingal dulu?"
"Anda serius tidak ada masalah Tuan?"
"Iya saya sama sekali tidak ada masalah jadi maaf saya harus pergi permisi!"ucapnya yang segera pergi dari pandangan keduanya.
"Ada apa dengan Tuan ini, kenapa dia terlihat ketakutan sekali?"ucap seseorang yang merasa bingung pada dirinya.
__ADS_1
"Sudahlah kita lanjutkan makannya."
Masih dalam keadaan rasa takut yang menguasai dirinya. Pria tua yang mulai memasuki kediaman besarnya, ia dicegah akan seseorang.
"Papa!
"Burhan kamu darimana aja kenapa kamu baru pulang?"
"Maaf Pa tadi malam Burhan ketiduran di Klub makanya Burhan baru sampai di-rumah sekarang ada apa kenapa wajah Papa kelihatan sangat cemas?"
"Kita dalam masalah besar!"
"Masalah besar apa Pa? Apa ini tentang buronan itu? Bukankah Papa sudah menyuruh orang untuk melenyapkannya jadi apa yang masih membuat Papa takut akan hal ini?"
"Ada seseorang yang sudah berani mengancam Papa. Dan pastinya dia salah satu orang yang mengetahui fakta dibalik semua ini termasuk tindakan kamu yang dua tahun lalu membunuh Wanita itu, apa kamu sadar akibat kelalaian kamu itu kamu bukan hanya bikin nama baik Papa akan rusak, tapi kamu juga dengan sendirinya menjatuhkan karir kamu sendiri apa kamu paham!"
"Kenapa sekarang Papa malah jadi salahkan Burhan, dulu Papa yang tidak mengijinkan Burhan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Burhan dan menyuruh Burhan untuk cari cara untuk bisa mengugurkan kandungannya, tapi kenapa sekarang Papa malah jadi berbalik menyalahkan Burhan?"
"Kamu gak sadar dari awal Papa hanya memintamu untuk mengugurkan kandungannya bukan untuk menghabisi nyawanya apa kamu gak paham juga!"
"Sudahlah Pa apa yang sudah terjadi tidak akan bisa diubah. Selama kurang lebih dua tahun kita berhasil menyogok seseorang untuk menjaga rahasia ini apa Papa sekarang takut jika rahasia ini akan terbongkar? Ingat Pa orang yang meneror Papa hanya satu orang sedangkan Papa bisa gunakan kekuasaan Papa untuk membersihkan semuanya termasuk melenyapkan seseorang yang berani meneror Papa jadi apa yang Papa takutkan?"
"Kamu bisa berkata dengan lega seperti ini karena kamu belum mendapatkan ancaman mau pun meneroran itu jadi berhati-hatilah dengan ucapan kamu itu karena cepat atau lambat kamu bakal merasakan rasa takut yang Papa hadapi saat ini.
"Aku tidak mau hanya gara-gara terungkapnya masalah pembunuhan beberapa tahun yang lalu aku harus kehilangan karir yang sudah aku perjuangan sejak sedari awal aku tidak mau, coba aja aku tidak ceroboh dan gegabah mungkin aku tidak akan mendapatkan masalah besar ini,"tegasnya yang kemudian ia mengingatkan akan kejadian dua tahun yang lalu.
__ADS_1
BERSAMBUNG.