JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
PERDEBATAN TOM AND JERRY


__ADS_3

"Sial gara-gara gadis gila tadi aku harus menggalami luka gigitan seperti ini, mana dibagikan hidung lagi lihat saja nanti kalau kita ketemu lagi bakal habis dia!" gumamnya yang merasa kesal.


Sampai ditempat yang ingin ia tuju, Gibran pun mengetuk pintunya terlebih dulu.


Situasi yang berbeda. Putri mau pun Milli yang masih beradu percakapannya mereka dikejutkan dengan suara ketukan pintu yang terdengar dari luar ruangan ini.


"Siapa orang itu?"tanya Milli.


"Kayaknya itu Pria yang ditugaskan Revan untuk menjagaku aku buka pintunya dulu," balas Putri segera ia pun membuka pintu dan mendapati sesosok laki-laki yang sangat tampan.


"Maaf apa anda yang bernama Gibran?" tanya Putri.


"Iya saya dengan Gibran suruhan dari Tuan Revan," balasnya.


"Baiklah silahkan masuk!" balas Putri yang memperbolehkan Gibran untuk masuk.


Di satu sisi diantara keduanya tidak menyadari akan siapa mereka, Milli atau pun Gibran yang sama-sama tidak menyadari dan sifat mereka masih biasa-biasa aja.


Akan tetapi setelah membalikkan tubuhnya dan sama-sama menatap kearah satu sama lain. Pandangan Milli mau pun Gibran yang tadinya biasa tanpa terlihat ada masalah sedikit pun, kini dalam hitungan detik pandangan mereka seketika berubah menjadi tegang lantaran akan pertemuan tak terduga ini.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Milli dengan wajah terkejutnya.


"Kamu? Harusnya aku yang tanya sama kamu apa yang kamu lakukan disini?" bentak Gibran dengan muka garangnya.


"Kalian? Kalian sudah sama-sama saling mengenal?

__ADS_1


"Iya Kak dia ini laki-laki yang sudah membuat diusir dari kampus tadi lantaran aku datang telat sekaligus pakaian-ku yang menjadi seperti ini semua itu ulah dia!"


" Gibran apa semua yang dia katakan itu benar?"tanya Putri.


"Tidak, dia hanya menuduhku aku sama sekali tidak berbuat seperti itu. Yang dia katakan sangatlah salah jadi Nyonya tidak bisa mempercayainya segampang itu?


"Apa kamu juga Pria yang sudah menciumnya?" tanya Putri seketika Milli yang mendengarnya memalingkan pandangannya.


"Mencium? Mencium seperti apa?"


"Iya dia bilang dia baru aja ketemu laki-laki yang dengan beraninya menciumnya, biar pun tidak sengaja aku rasa itu suatu tindakan yang buruk apalagi jika anda tidak meminta maaf langsung padanya?"


"Astaga Kak Putri kenapa pakai acara bilang cium segala sih aku akan hanya berkata bohong tadi,"batinnya yang merasa kacau.


"Milli?"


"Iya aku yang salah aku yang bohong Kak, tapi biar pun begitu dia juga salah lantaran sudah membuat pakaianku kotor akibat terkena genangan air dijalan.


"Sudah-sudah tidak perlu ada lagi yang perlu diributkan duduklah Gibran biar aku buatkan kamu minum.


"Baik Nyonya.


"Kenapa kamu melototi aku kaya gitu? Dari pada kamu berdiri terus disini kaya patung, lebih baik cepat pergi sana," bentak Gibran dengan muka garangnya.


Tanpa berkata mau pun membalas perkataan dari Pria dihadapannya, Milli berlalu pergi menuju kemeja makan. Dan terus saja memperhatikannya dari jarak kejauhan biar pun Gibran sendiri masih menatapnya dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Itu orang apa tidak bisa menunjukkan muka yang biasa aja gitu. Atau yang imut-imut gitu. Kenapa dia terus menunjukkan muka yang seram seperti itu, pake melototi aku kaya gitu lagi? batin Milli sambil sedikit merasa takut.


Dan berselang lama akhirnya ia pun berhenti melototi Milli. Dan dia pun duduk sembari menyantap cemilan yang dihidangkan oleh Putri.


"Milli kamu gak mau pulang ini udah malam jadi lebih baik kamu pulang sana," perintahnya.


"Tidak aku tidak mau pulang. Aku masih mau disini menjaga Kak Putri dari Pria mesum itu!"


"Milli ... Gibran itu laki-laki baik-baik jadi kamu tidak boleh menuduhnya seperti itu. Ini udah malam Mama kamu pastinya sedang menunggu kamu jadi cepat pulanglah.


"Terus kak Putri gimana apa Kak Putri akan diam jika hanya tingal berdua dengannya?"


"Masalah itu bisa diurus. Rumah ini ada tempat khusus tamu jadi Gibran bisa tingal disana tanpa harus satu rumah denganku.


"Kak Putri janji kabari aku kalau ada apa-apa. Dan ingat jika Laki-laki ini berani macam-macam langsung aja tendang harta karun-nya itu sengaja paling ampuh untuk mengalahkan laki-laki bajingan seperti dia.


"Iya ... Iya aku akan ikut saran kamu ya sudah cepat pulanglah.


"Baiklah aku pulang.


"Dan kamu ingat sampai berani kamu macam-macam sama kak Putriku maka bersiaplah aku sendiri yang akan memberiku dugeman ini apa kamu mengerti!"


"Terserah!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2