
"Gimana keadaan kamu sekarang sayang apa kamu sudah baikan?"tanya Putri.
"Seperti yang kakak lihat saat ini aku sudah lumayan lebih baik kok," balasnya.
"Syukurlah kalau gitu aku cukup lega sekarang," ucap Putri sembari mengelus-elus rambut Milli.
"Oh iya kak berhubung Kak Putri ada disini ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama Kak Putri?"
"Kamu ingin tanya apa sayang?"
"Kakak kan sekarang sudah tahu kalau Nina sudah meninggal, jadi itu artinya hanya ada Kak Putri yang jadi istri Revan jadi pertanyaan ku apa kak Putri yakin ingin bercerai sama Revan?"tanya Milli.
''Jujur awalnya aku memang ingin bercerai dengannya. Bahkan kita berdua sama-sama setuju untuk menempuh jalur itu tetapi anehnya Revan tiba-tiba tidak ingin menceraikan ku alhasil sampai sekarang kita belum bercerai bahkan dugaan ku kita mungkin tidak akan bercerai,"balas Putri dengan menggelengkan kepalanya.
''Baiklah kalau kalian tidak jadi bercerai aku cukup lega terus sekarang tindakan apa yang ingin kakak Putri lakukan? Apalagi aku juga tahu kalau Revan sudah tidak punya Ayah sedangkan saudara Kak Revan berada diluar negeri jadi hanya ada satu kemungkinan Kak Putri harus ikut bersama Revan untuk tinggal bareng jadi apa Kak Putri akan ikut Kak Revan kembali ke Rumah?"
''Iya itulah dia yang bikin aku bingung sekarang Mil. Apa aku mungkin harus tinggal bersama Mama mertuaku sedangkan aku tahu Mama Revan sangat membenciku jadi apa yang harus aku lakukan?"
''Tapi kalau saran aku kenapa Kak Putri tidak coba ambil hati Mama Revan aja. Aku rasa dengan contoh itu pasti Mama Revan bakal luluh jika tahu Kak Putri aslinya sangat baik?"
''Apa kamu sangat yakin dengan rencana kamu ini?"
''Iya aku sangat yakin sekali kak,"balas Milli.
"Baiklah aku akan coba cara kamu ini tapi jujur aku masih kurang percaya kalau rencana ini bakal berhasil?"
"Berhasil atau tidak yang terpenting kak Putri sudah mencobanya jadi semangat-lah Kak, Milli pasti akan selalu ada disamping Kak Putri jadi jangan putus asa semangat."
"Terima kasih ya sayang kamu memang saudaraku yang paling mengerti," ucap Putri yang langsung memeluknya.
Berada dalam satu mobil yang sama, Putri mau pun Revan terlihat canggung untuk saling mengatakan sesuatu, belum lagi Revan yang lagi dalam posisi menyetir membuatnya hanya sibuk pada apa yang ia lakukan saat ini.
Putri yang sedari hanya terdiam, beberapa kali pandangannya melirik kearah Revan berniat ingin mengucapkan sesuatu tapi mulutnya serasa terkunci tak berani untuk mengatakan apa yang mau ia katakan.
Hinga akhirnya ia memberanikan diri untuk berterus terang dan terlebih dulu mengatakan sesuatu pada Revan.
__ADS_1
"Revan aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu?"ucap Putri beralih Revan pun menatapnya.
"Ada apa Put? Apa yang ingin kamu tanyakan padaku katakanlah."
''Aku sudah putuskan kalau aku mau balik ke-rumah kamu. Aku pikir tidak baik menjalani Rumah tangga yang hanya jaga jarak seperti ini, jadi aku mau berpindah ke rumahmu bersama Mama kamu Revan," timpal Putri yang spontan pandangan Revan beralih menatapnya.
''Kamu serius Putri kamu kan tahu Mama ku itu seperti apa orangnya, bahkan Mama juga masih sangat membencimu apa kamu serius ikut menghadapi sikap Mama?"
''Kuat atau tidak aku sudah siap Revan. Apalagi sebagai tangung jawab seorang Istri kepada Suaminya aku akan siap menanggung semuanya."
''Baiklah jika itu sudah jadi keputusan kamu, nanti sore kita akan pulang tapi jika kamu tidak betah aku tidak akan memaksamu jika kamu masih ingin tingal bersamaku."
''Iya Revan aku mengerti."
Setelah memutuskan tekadnya untuk tinggal bersama Revan dan juga Mama mertuanya. Dan barang-barang yang sudah terkemas rapi. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya mereka pun telah sampai juga dikediamannya Revan.
"Rumah ini sekarang sudah jadi rumah kamu juga jadi masuklah!"
"Baiklah," balas Putri yang hanya membalas sekata.
Mamanya Revan yang lagi bersantai diruang tamu sembari menonton Tv. Pandangannya dikejutkan dengan hadirnya Putra kesayangannya bersama dengan seorang Wanita yang sangat ia benci yaitu menantunya sendiri.
"Kayaknya Revan tidak perlu menjelaskan secara detail kepada Mama. Putri dia juga istriku jadi tidak masalah kan kalau aku mengajak dia untuk tingal bersama kita?"
"Hay pembunuh apa yang sudah kamu kasih pada Putraku? Jangan bilang kamu pakai cara guna-guna untuk mendapatkan semua yang kamu inginkan?"
"Mama! Mama ini apa-apaan sih kenapa Mama berkata seperti itu?"
"Revan sudah bilang sama Mama apa yang kamu lakukan sekarang tidaklah benar kan? Kamu gak sungguh-sungguh membawa Wanita pembunuh ini ke Rumah kamu kan apalagi untuk tingal bersama kita itu tidak mungkin kan?"
"Apa? apa kamu serius?. Jawab Mamanya Reyhan yang sedikit tidak percaya.
"Iya Revan sangat serius Ma! Ini juga udah jadi keputusan Revan saat ini jadi Revan mau Mama juga harus menghargai Putri sebagai menantu Mama. Dia itu Wanita baik-baik Ma jadi tidak seharusnya Mama hakimi Putri seperti itu, apalagi dengan adanya bukti itu juga sudah menunjukkan jika bukan Putri-lah pembunuh Nina jadi Revan harap Mama mau menerimanya menjadi menantu Mama hanya itu keinginan Revan jadi Mama paham kan! Sudah ayo Putri kita ke-kamar sekarang," ajak Revan yang jalan terlebih dulu.
"Baiklah," jawab Putri yang kemudian membantu Revan membawanya barang-barang yang lainnya.
__ADS_1
Tiba disalah satu kamar, Revan melihat Putri nampak memikirkan sesuatu.
"Putri kamu gak papa kan?"tanya Revan.
"Aku gak papa kok kamu jangan pikirkan apa yang Mama kamu ucapkan aku tidak masalah bahkan aku tidak mau memikirkannya terlalu dalam jadi kamu jangan khawatir," balas Putri mencoba bersikap tegar ke Revan.
"Sekali lagi maafkan aku ya Put? Maafkan aku jika selama ini aku belum bisa membahagiakan kamu, maafkan aku karena aku belum bisa melindungi kamu dari Mamaku maafkan aku!"
"Revan apa yang kamu katakan kamu selama ini sudah sangat baik kepadaku, jadi untuk masalah ini kamu jangan terlalu memikirkannya aku gak papa kok kamu santai aja aku sama sekali gak kepikiran dengan apa yang Mama kamu ucapkan jadi tenanglah."
"Aku tidak tahu apa kamu sekarang lagi berusaha untuk berusaha tegar dihadapan ku, tapi yang jelas jika kamu gak kuat sama perlakuan Mama kamu harus ngomong agar aku tidak terlalu merasa bersalah ya?"
"Iya aku akan ngomong kok kamu tenang aja," timpal Putri dengan tersenyum.
"Ya sudah aku mandi dulu,"ucap Revan.
"Baiklah," balas Putri.
''kamu jangan senang dulu biarkan Revan sangat memperdulikan mu jangan berharap jika aku kan berperilaku seperti dia karena itu tidak akan pernah terjadi apa kamu mengerti!"
''iya Mama, Putri mengerti kok jika untuk menerima kehadiran Putri Mama masih sangat sulit untuk menerimanya tapi Putri gak masalah," balas Putri yang hanya bisa tersenyum, sedangkan Mamanya yang merasa puas ia pun akhirnya pergi dari hadapan Putri.
Setelah melakukan ritual mandinya Revan pun keluar dari kamar mandi dan mendapati Putri masih nampak sedih.
"Putri kamu kenapa?"tanya Revan.
''Akan lebih baik aku jangan mengatakan apa-apa pada Revan aku tidak mau gara-gara aku hubungan keduanya akan runyam," batinnya.
''Putri aku sedang bertanya padamu melihat perubahan kamu aku yakin kamu pasti habis mendapatkan perlakukan kasar kan dari Mama?"
''Tidak kok Revan aku baik-baik saja jadi kamu jangan cemaskan soal itu," balas Putri yang masih ingin tetap bungkam.
''Baiklah jika kamu masih tidak mau mengatakan apa-apa ayo ikut aku sekarang," ajaknya yang langsung menarik tangan Putri.
''Kamu mau bawa aku kemana?"tanya Putri.
__ADS_1
''Sudahlah nanti kamu juga kan tau,"balas Revan yang tetap membawanya.
BERSAMBUNG.