
"Kenapa semua ini harus terjadi padaku. Nina kenapa kamu begitu cepat meninggalkan aku sebelum aku mendapatkan pintu maaf darimu kenapa?"
Terduduk didalam sel tahanan pandangan Putri nampak kosong tak menyangka jika nasibnya akan strategis seperti ini.
Tak lama datanglah polisi yang membuka borgol dan menyuruh Putri untuk keluar lantaran ada seseorang yang berniat ingin menjenguknya.
"Silahkan keluarlah ada seseorang yang berniat ingin menjengukku."
"Siapa Pak?"
"Nanti anda sendiri juga akan tahu," balas Polisi itu yang lalu membiarkannya Putri untuk keluar.
Mendapati Revan yang tengah terduduk di-kursi kunjungan. Pandangannya seketika ia alihkan setelah adanya seseorang yang memangil namanya.
"Revan," ucap seseorang itu yang beralih Revan pun mengalihkan pandangannya pada seseorang itu, segera berdiri ia pun akhirnya memberikan pelukannya pada seseorang yang baru aja menghampirinya.
"Putri maafkan aku! Maafkan aku!"
__ADS_1
''Revan kamu akhirnya datang juga aku berani bersumpah bukan aku Revan, bukan aku pelakunya."
''Iya Putri kamu tenang saja aku percaya kok kalau bukan kamu pelakunya jadi kamu jangan cemaskan itu. Tujuan aku datang kesini aku ingin membebaskan mu jadi kamu tunggu ya," ucap Revan sembari mengusap air mata Putri.
''Apa maksud kamu ingin membebaskan orang yang sudah membunuh istrimu sendiri apa kamu sudah gila Revan. Apa kamu sudah gila sampai- sampai punya pikiran seperti itu!"timpal seseorang yang langsung menimpali pembicaraan Revan.
"Mama ... Mama ngapain kesini?"
"Sudah Mama duga pasti kamu akan melakukan semua ini. Dimana hari nurani kamu? Baru aja Istrimu meninggal karena ulah wanita sialan ini tapi kenapa kamu begitu mudahnya mempercayainya apa kamu sudah kehilangan akal? Apa kamu tidak bisa egois yang hanya memikirkan diri kamu sendiri apa kamu setega ini sama Nina Revan?"
''Mama, Revan tidak gila mau pun egois karena hanya memikirkan diri Revan sendiri, tapi Revan hanya ingin keadilan, Putri bukanlah pelaku yang sebenarnya dia hanya korban jadi itu alasan kenapa Revan mau membebaskannya."
''Waktu itu Nina sebelum ada seseorang yang berusaha membunuhnya dia sempat menelfonku jika pada waktu itu aku tidak telat aku mungkin bisa menolongnya tapi tuhan berkehendak lain tapi aku berani bersumpah kalau aku bukan pelakunya bukan aku pelakunya,"balas Putri tapi Mamanya tak mempercayainya.
''Semua yang ia ucapkan bohong dialah orang yang sudah membunuhnya!"timpal seseorang yang tak lain ialah Milli. Berjalan menghampiri mereka Milli nampak serius menatap mereka.
''Milli apa yang kamu katakan kenapa kamu bisa berkata seperti itu?"ucap Putri.
__ADS_1
''Sudahlah Kak apa lagi yang ingin kak Putri sembunyikan dari kita semua. Aku tahu betul apa yang membuat Kak Putri tega menghabisi nyawa sahabat terbaik kakak sendiri Kak Putri adalah Istri kedua dari Revan. Dan Kak Putri juga orang yang sudah membuat hubungan rumah tangga mereka hancur lebur bahkan sebagai seorang suami ia tidak pernah memperdulikannya. Bahkan bukan hanya itu saja disaat terakhir-akhirnya dia mencoba menghubunggi suaminya apa yang ia lakukan apa dia mengangkatnya tidak kan? Jadi apa itu masih belum puas membuktikan siapa dalang dari semua pembunuhan ini?"
''Stop kamu mengarang cerita seperti itu! Apa dengan mengkhianati kita kamu belum puas dengan semuanya?"
''Lihat kan jika ucapan ku sangatlah tidak benar lihatlah seperti apa Revan melindunginya biar pun bukti sudah jelas jika dialah orangnya."
''Dasar Wanita pelakor bisa-bisanya ia membela diri setelah apa yang ia lakukan pada sahabatnya sendiri?"ucap seseorang yang asal bicara.
''Iya dia itu Wanita berwajah polos yang ternyata kepolosannya itu tak lebih dari seorang iblis karena dengan teganya membunuh saingannya dengan se sadis itu!"timpal wanita lain lagi.
''Iya sangat disayangkan cantik-cantik tapi penjahat!"
Putri yang kupingnya merasa terbakar akibat ocehan yang mereka lakukan. Beberapa kali iya menutup telinganya tapi ocehan itu terus saja menghantuinya bagaikan mendapat pukulan secara bertubi-tubi Putri yang tak tahan ia akhirnya jatuh pingsan tepat di pelukan Revan.
''Milli kamu kali ini bisa bebas tapi aku pastikan semua perkataan bohong kamu akan kamu dapatkan kembali apa kamu paham!" Segera mengangkat Putri dan membawanya pergi ke unit kesehatan.
''Maafkan aku Kak maafkan aku aku tidak ada pilihan lain lagi selain melakukan ini maafkan aku!"batinnya yang hanya bisa ucapkan biar pun kekecewaan sudahlah menguasai dirinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.