
"Kak Putri lagi masak apa?"tanya Milli Ketika mendapati Putri lagi sibuk di dapur.
"Ini Milli kakak lagi masak sayur bening sama pepes ikan pindang kesukaan kamu, kamu pasti suka," balas Putri.
"Dari harumnya sudah sangat membuktikan kalau masakan ini sangat menggugah selera Kak," timpal Milli.
"Kamu itu paling bisa memujiku ya sudah istirahatlah nanti kamu akan aku panggil jika waktunya untuk makan."
"Tidak jika aku hanya beristirahat aku akan tambah sangat lemah dan tidak sembuh-sembuh jadi biarkan aku membantu Kak Putri."
"Apa kamu gak keberatan?"
"Ya enggaklah kak."
"Baiklah kalau gitu kamu siapkan bumbu buat pepes nya. Dan resepnya ada di-nakas ambillah."
"Baik Kak," balas Milli segera ia melihat resep-resep tersebut.
Membantu Putri untuk mengiris bawang merah, bawang putih dan cabai merah yang kemudian ia masukkan kedalam blender bumbu beserta tomat, kemiri dan kunir yang lalu ia haluskan hingga merata.
Pada saat dalam masa pemanggangan hidung Milli yang terasa tersentuh aroma bumbu pun tiba-tiba mengalami mau mual.
"Kenapa akhir-akhir ini aku sering mual setiap kali menghirup aroma bau masakan,"batinnya yang kemudian ia mengingat akan kejadian pada malam itu.
"Apa jangan-jangan aku sedang mengandung?" batinnya sembari mengelus perutnya yang masih rata.
" Milli kamu masuk angin?"tanya Putri.
"Entahlah kak Milli merasa ada yang aneh aja dengan indera penciuman Milli. Oh iya kak kak Putri kan sekarang lagi hamil gimana sih tanda-tanda akan kehamilan kak Putri ini kenapa kak Putri tidak mual-mual?"tanya Milli nampak sangat penasaran.
"Sejak usia kehamilan 3 bulan ini Alhamdulillah Kak Putri tidak pernah lagi mual-mual sama seperti pertama kali mengandung dulu entah karena apa Kakak sendiri masih kurang tahu Mil."
"Baiklah Kak tidak apa-apa kok Kak aku hanya kepo aja," balasnya.
"Tanda-tandanya sama percis seperti yang kak Putri alami. Tidak Milli kamu tidak boleh berfikir yang tidak-tidak kamu harus sadar kemaren malam itu jelas-jelas tidak terjadi sesuatu jadi mana mungkin kamu bisa hamil
"Oh iya aku ingat di nakas tempat tidur Mama aku ingat ada tespec lama yang tidak pernah Mama gunakan apa aku gunakan testpack itu aja ya daripada aku malu buat beli ditempat umum yang pastinya akan banyak yang bertanya iya itu ide bagus
"Hay Mili kamu lagi melamun soal apa?"
"Tidak Kak, Milli tidak lagi memikirkan apa-apa kok oh iya nanti Milli mau pulang ngecek rumah gak papa ya kak
"Ya gak papa-lah kan rumah kamu sendiri
__ADS_1
"Baik Kak.
Tidak sampai beberapa jam Milli akhirnya sampai dikediamannya sendiri. Suasana yang sangat sepi lantaran tidak ada satu pun orang di-rumah membuat Milli tambah semakin lega melakukan tes dan tespec yang akan ia ambil.
Berjalan dan langsung membuka kamar, Milli berlutut memeriksa semua nakas dan mencari tespec itu apa masih ada didalam sana.
Mendapati satu tespec yang masih utuh. Milli menuju ke-kamar mandi dan ia akhirnya mencelupkan testpack itu pada cairan berwarna kekuningan.
Rasa gugup sekaligus was-was seketika menyertai dalam pikirannya. Setelah beberapa menit rasa gugup dan penasaran muncul dalam bayang-bayang pikirannya tak lama rasa lega mulai ia tunjukkan setelah perlahan-lahan Milli mengambil benda yang tadi masih dalam celupan cairan itu.
Dan jawaban yang sedari tadi ia nantikan kini dalam hitungan detik jawaban itu mulai nampak terlihat. Terkejut, bahkan sampai membekap mulutnya sendiri tak percaya jika apa yang ia lihat saat ini beneran nyatanya.
"Positif hamil ."
Wajahnya yang seketika memucat. Bibir yang tak mampu untuk berkata sepatah kata lagi setelah ia melihat hasil yang telah ia nanti-nanti.
"Ti ... Tidak! Ini pasti tidak mungkin ini tidak mungkin, ini pasti salah, iya ini pasti salah." Semakin bingung harus berbuat apa, Milli terduduk lemas sesekali ia melihat hasil itu dan benar nyatanya jika hasilnya memang beneran positif.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Aku ingat betul pada waktu itu aku dan Pria itu hanya tidur bersebelahan jadi mana mungkin aku bisa hamil tanpa disentuh bagaimana mungkin? Tapi tunggu? Apa jangan-jangan diam-diam dia telah menodai-ku makanya aku bisa sampai hamil seperti ini. Bahkan raut wajah Pria itu pada waktu itu nampak tidak panik sekalipun jadi benar iya pasti memang benar dugaan-ku jika dia memang orang yang telah menodai-ku ia memang benar dia orangnya aku harus bicara dengannya!"
Satu ucapan yang akhirnya keluar dari mulut Milli. Dengan langkah cepat Milli bergegas berjalan menuju ke-suatu tempat dimana ia ingin menemui seseorang.
Sampai disalah satu tempat yaitu perusahaan yang cukup megah dan megah, tanpa berkata mau pun memikirkan hal yang kedua kalinya Milli bergegas masuk dan hendak ingin menerobos ruangan kerja Revan mau pun Gibran, tapi belum ia berhasil masuk satpam sudah terlebih dulu datang mencegahnya lantaran ada seseorang yang terlebih dulu melaporkannya.
"Maaf anda siapa? Jika anda ingin menemui Tuan Revan melapor-lah dulu atau bisa menunggu sebentar saja
"Maaf Mbk tapi sudah jadi tugas saya menaati dan menjaga keamanan di-perusahaan ini. Anda sudah mencari masalah. Bahkan ada laporan dari seseorang Wanita yang bilang jika anda hanya seorang penipu yang ingin memeras Tuan saja jadi pergilah temui Tuan jika anda sudah ada janji ayo pergi!"
"Tidak Pak saya sangat ingin ketemu dengannya jadi saya mohon jangan halangi aku saya mohon!"
Merasa tak ada kesempatan yang diberikan Satpam itu. Satpam itu berusaha dengan sangat keras untuk mengusirnya tapi Milli yang dengan memberontak ia mencoba untuk tetap masuk biar pun Satpam itu terus saja memaksanya. Hinga tak lama datanglah Gibran yang juga segera keluar setelah mendengar ada suara keributan disini.
"Milli apa yang kamu lakukan?"
"Kamu? Ini dia orang ayo ikut aku!"ajak Milli yang tanpa memberikan kesempatan pada Gibran untuk berbicara, ia segera menariknya dengan kasar membawanya pergi keluar dari perusahaan ini.
"Lepaskan aku!"ucap Gibran yang langsung menepis tangan Milli yang menariknya dengan kasar.
Menatap wajah Gibran dengan tatapan yang sangat tajam. Milli akhirnya melayangkan satu pukulan tepat mengenai Pipi kanan Gibran. Terkejut, Gibran yang masih merasa bingung ia segera menangkap tangan Milli yang berusaha ingin menamparnya lagi.
"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu menamparku!"
"Apa yang sebenarnya telah kamu lakukan apa?"
__ADS_1
"Apa maksud kamu?"
Melemparkan satu tespec kearah Gibran, Gibran yang masih merasa bingung ia segera mengambil tespec itu yang terjatuh.
"Apa ini maksudnya? Kenapa kamu memberikan satu buah tespec yang menyatakan jika hasilnya positif apa? Kamu gak mungkin hamil kan?"
"Kamu masih bisa bertanya setelah apa yang telah kamu perbuat padaku?"
"Sebenarnya ini ada apa aku masih tidak paham jika kamu ingin memberitahuku ayo beritahu apa yang sebenarnya terjadi
"Malam itu? Malam dimana kita tertidur satu tikar apa yang sudah kamu lakukan padaku? Apa disaat aku sedang tertidur terlelap kamu gunakan kesempatan ini untuk menodai-ku kan?"
"Gila! Omong kosong apa itu sejak kapan kamu jadi wanita segila ini? Apa hanya karena tertidur satu tikar kamu bisa menuduhku kalau aku telah menodai-mu kamu punya bukti apa?"
"Terus kalau bukan kamu siapa lagi? Aku hamil dan tidak mungkin kan aku hamil karena tanpa ada sebab? Hanya kamu satu-satunya laki-laki yang tertidur sama aku pada waktu itu jadi mana mungkin kamu bisa mengelak lagi?"
"Sekarang aku kasih tahu sama kamu ya bahkan aku berani bersumpah aku tidak pernah menodai-mu pada malam itu. Dan soal kehamilan bisa aja kan kamu pernah tertidur dengan laki-laki lain selain aku makanya kamu menuduh-ku karena Pria itu tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya?"
Belum juga Gibran selesai bicara sebuah pukulan lagi tepat mengenai pipi kanannya lantaran Milli yang tidak terima dengan apa yang sudah dikatakan Gibran barusan.
"Jaga bicara kamu biar pun aku termasuk anak nakal aku tidak pernah sekali tertidur dengan Pria yang bukan muhrim-ku! Baiklah jika kamu tidak ingin mempertanggung jawabkan perbuatan kamu aku bakal ngadu ke kak Putri dan lihat apa yang akan terjadi nanti
"Jangan baiklah aku bakal bertanggung jawab! Aku bakal melakukan apapun yang kamu mau asal masalah ini jangan sampai terdengar oleh siapa-siapa mau Tuan Revan mau pun Nyonya Putri jangan beritahu dia
"Terus sekarang apa yang ingin kamu lakukan?"
"Beri aku waktu sampai satu hari aku ingin memikirkannya!"
"Kamu gak lagi ingin kabur kan?"
"Aku bukan Laki-laki bajingan seperti itu jadi tenanglah aku tidak akan kabur.
"Aku pegang omongan kamu tapi lihat saja jika kamu berani kabur!"
"Baiklah.
Berada dalam satu meja makan yang sama Milli mau pun Gibran nampak terdiam tak saling bersahutan mau pun bertengkar seperti kaya biasanya.
"Milli ... Gibran ... Kalian gak lagi ada masalah kan kenapa aku lihat kalian diam-diaman seperti ini?"
"Tidak apa-apa kok Kak aku hanya malas berdebat saja," ucapnya tanpa melirik Gibran sekali pun.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.