JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
SIAPA SESEORANG ITU


__ADS_3

"Putri kamu sudah sadar?"ucap Revan yang kemudian ia pun membantu Putri untuk bangkit.


''Revan kamu kenapa masih ada disini kenapa kamu tidak pergi ninggalin aku. Aku sudah terbukti membunuh Nina tapi kenapa kamu masih ada disini kenapa?"tanya Putri dengan wajah tidak percayanya.


''Jika orang yang mengatakan itu orang lain mungkin aku akan mempercayainya, tapi tidak dengan Milli aku tau dia komplotan Rafa jadi mana mungkin aku akan percaya dengan semua perkataannya tadi tidak aku tidak akan semudah itu mempercayainya,"timpal Revan dengan memandang kearah Putri.


''Jadi kamu masih mempercayaiku?"tanya Putri.


''Iya aku masih mempercayaimu karena aku tahu kamu tidak salah Putri," timpal Revan lagi.

__ADS_1


"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan? Kamu sudah membebaskan aku tapi apa keluarga Nina masih terima dengan perlakuan kamu ini? Belum lagi dengan Mama kamu apa dia bisa menerima semua ini aku yakin Mama kamu sangat membenciku jadi aku tidak tahu dengan cara apa lagi aku bisa memberikan bukti jika aku memang tidak bersalah?"


"Terima atau tidak aku hanya meluruskan jalan yang benar. Kamu tidak salah jadi disana bukanlah tempat yang cocok untuk kamu. Apalagi dengan adanya janin yang kamu kandung saat ini aku tidak akan bisa membiarkan semua itu sampai terjadi sama kamu jadi sudahlah kita lupakan masalah ini. Aku mau ketempat kerja jadi maaf aku tidak bisa berlama-lama disini kamu gak marah kan kalau aku tidak mampir?"


"Iya gak papa kok kamu juga punya kesibukan yang lain berhati-hatilah," timpalnya.


"Baiklah ya sudah aku pamit dulu," timpal Revan lagi.


"Aku memang sekarang sudah terbebas dari dalam sel tahanan tapi kenapa hatiku rasanya masih sangatlah sepi. Nina? Sahabat terbaik yang selama ini aku bangga bangga kan kenapa dia juga harus secepat ini pergi meninggalkanku."

__ADS_1


Satu ucapan yang hanya mampu Putri ucapkan. Tadinya Revan yang sudah mengantar Putri tepat dihadapan kos-kosannya, langkah Putri mulai menjauh setelah ia berbalik dari arah dimana Revan tadi mengantarnya.


Pergi menjauh dari kediamannya tak lama Putri akhirnya telah sampai ditempat yang dimana tempat ini mampu membuat air matanya seketika mengalir dengan sangat deras.


Memandang batu nisan bertuliskan Nina Kelana membuat air matanya tak henti-hentinya mengalir dari kedua sudut matanya.


"Nina akhirnya aku bisa sampai juga ditempat peristirahatan kamu. Maaf ya Nin sebagai sahabat aku baru bisa menjenguk-mu sekarang! Maafkan aku sebagai sahabat aku tidak bisa menolongmu disaat kamu membutuhkan bantuan ku maafkan aku. Aku sangat bodoh Nin, jika saja pada waktu itu aku langsung datang menemui-mu aku mungkin masih bisa melihat senyuman-mu lagi. Maafkan aku sebagai sahabat aku hanya bisa membuatmu terluka menanggung semua penderitaan kamu maafkan aku jika aku harus mengkhianati-mu maafkan aku!"


Tetesan air matanya tak bisa ia tahan. Dengan berlinang air mata Putri terus saja membahasi kedua pipinya. Tak berada lama dari arah samping terdapat-lah seseorang yang tiba-tiba langsung mengucapkan sesuatu, tak lupa ia juga memberikan sap tangannya kepada Putri. Beralih menatap arah suara itu berasal ia pun terkejut dan seketika langsung beranjak dari tempat ia bersimpuh saat ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2